perempuan dalam Islam

Perempuan Diciptakan dari Tulang Rusuk yang Bengkok, Apa Maknanya?

Nabi Muhammad SAW. Pernah bersabda, “Berlaku baiklah terhadap perempuan sebab mereka diciptakan dari tulang rusuk. Dan bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah ujungnya. Jika kalian mencoba meluruskannya, kalian akan mematahkannya. Dan jika kalian biarkan ia akan tetap bengkok. Maka, perlakukanlah mereka dengan baik” (HR. Bukhori dan Muslim).


Dalam hadits lain ; “... jika kamu ingin bersenang senang dengannya, kamu bisa bersenang senang dengannya dalam keadaan tetap bengkok. Dan, jika kamu ingin meluruskannya, itu berarti kamu harus mematahkannya. Dan mematahkannya berarti mencerakiannya” (HR. Muslim).


Menurut Abdul Halim Abu Syuqqah dalam bukunya, Kebebasan Wanita, Hadist Rasululloh tersebut mengisyaratkan beberapa perilaku wanita yang mungkin merepotkan bagi kaum laki – laki. Bengkok di sini, boleh jadi, mengisyaratkan sifat wanita yang cepat merasa, sangat peka, dan suka berubah ubah perasaannya.


Baca juga : Nasihat Nabi Muhammad Kepada Para Istri


Perlu dimaknai bersama bahwasannya “bengkok” di sini bukanlah sisi negatif. Dan “bengkok”nya sifat perempuan adalah hal yang kodrati. Abu Syuqqah mengingatkan para laki laki agar memahami perempuan dengan penuh pengertian. Perempuan tidaklah sengaja memiliki sisi lemah itu dan mereka tidak bertujuan untuk merepotkan dan menyusahkan laki laki.


Sifat Itu merupakan kondisi khusus atau bahkan keistimewaan yang diberikan oleh Allah kepada kaum hawa, yang boleh jadi, justru merupakan keistimewaannya sehingga perempuan mampu melaksanakan fungsi keibuannya, seperti : mengandung, menyusui dan membersamai anak – anak. Bukankah menjadi seorang ibu memang membutuhkan sensitifitas dan perasaan halus? Karena itu, Nabi menasihati para kaum adam agar bersabar dan berlapang dada dalam menghadapi sifat sifat khas perempuan.


Baca juga : Romantisme ala Nabi Inilah 5 Sikap Romantis Nabi


Abu Syuqqoh melanjutkan; mempersolakan setiap kesalahan pasangan, lalu menghukum dan merutukinya terus menerus tidak akan menghasilkan solusi apapun, selain menambah keretakan dan menjadikan masalah semakin kusut, yang akhirnya berujung pada perpisahan. Sebagaimana penggalan hadits Nabi diatas, “jika kamu ingin meluruskannya, itu berarti kamu harus mematahkannya. Dan mematahkannya berarti mencerakiannya”


Setiap perempuan, sebagaimana juga laki laki, pasti mempunyai kekurangan dan kelebihan. Kekurangan dan kelebihan itu saling melengkapi dan menjadi fitur khusus yang dimiliki masing masing hamba Allah. Karena itu, Rasulullah memberi nasihat bijak, “Seorang laki laki mukmin tidak pantas membenci seorang istri yang juga beriman. Jika dia tidak mencintai salah satu sifatnya, dia akan menyukai sifat – sifatnya yang lain” (HR. Muslim)


Maksudnya, hendaknya sang suami lebih memfokuskan pikiran terhadap sikap – sikap baik yang tertanam dalam diri istrinya. Begitu pula sebaliknya. Sang istri pun sebaiknya melatih diri untuk untuk mengendalikan emosi dan tidak menuntut suami secara berlebihan. Pemahaman yang baik antara suami dan istri menjadi modal kuat dalam membina keluarga yang sakinah, mawaddah dan Rahmah.


Penulis : Thoyibatun Nuroniyah


Comment

LEAVE A COMMENT