Perhatikan 8 Hal agar Menjalankan Shalat dengan Khusu’

setiap mukmin mendambakan shalat yang khusyu’. Khusyu’ merupakan unsur penting dalam sholat sehingga sholat menjadi alat mencegah perbuatan kemunkaran dan kemaksiatan. Orang yang khusyu’ pertanda imannya benar, hatinya bersih jiwanya tenteram dan perilakunya terpuji. Allah berfirman “Sungguh  beruntunglah orang-orang yang beriman yaitu yang mereka khusyu dalam sholatnya. (Qs Almukminun 1-2)

Khusyu berasal dari kata Khasya’a yang berarti menunduk sama dengan kata Khada’a. Bedanya khada’a hanya untuk badan, sementara khusyu khusus suara dan penglihatan. Ketika kita mengatakan bahwa orang itu sedang khusyu dalam sholatnya berarti hati orang itu sedang terpaku menghadap kepada Allah. Kata khusyu juga berarti tenang dan diam.

Ibnu Qayyim dalam bukunya Madarijissalikin menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan khusyu adalah menempatkan hati pada tuhan dengan penuh kerendahan dan kepatuhan serta ketataatan. Khusyu’ adalah tunduk pada yang haq dan tanda-tanda orang yang khusyu yaitu jika seseorang melakukan pelanggaran maka ia akan segera mengarahkan hatinya untuk tunduk pada yang haq.

Ada delapan hal yang perlu diperhatikan sehingga bisa khusyu’ dalam menjalankan sholat sebagai berikut:  

1. Berwudhu secara sempurna. Ketika berwudhu harus menyempurnakan wudhunya, membasuh semua yang diperintahkan secara sempurna dengan penuh keyakinan akan hadirnya Allah bersama kita saat berwudhu. Meninggalkan pikiran-pikiran duniawi dan konsentrasi menghadap kepada Allah.  

2.   Meyakini bahwa  Allah memantau dan mengetahui  semua apa yang dilakukannya mulai ketika masuk mesjid hingga berdiri menunaikan sholat.

3.  Berserah diri kepada Allah bahwa apapun yang dialami dan dirasakan sekarang ini semua akan berakhir dan kepadanyalah kita akan kembali.

4.   Melaksanakan sholat sesuai tuntunannya dan tidak tergesa-gesa tetapi harus  tenang tidak memandang ke sana ke mari.

5.    Sholat pada waktunya sehingga memiliki banyak kesempatan untuk berdoa dan bertafakkur.

6.    Tidak riya dan ikhlas menjalankan sholat semata-mata karena Allah swt.

7.    Meyakini bahwa sholat adalah pondasi agama dan rukun Islam setelah dua kalimat syahadat.

8.   Karena khusyu ada dalam hati, maka hati harus terlebih dahulu khusyu sebelum anggota badan. Jika hanya anggota badan yang khusyu maka itu namanya khusyu munafiq.

Baca juga : 5 Bahaya Lisan yang Menjerumuskan Manusia dalam Dosa dan Neraka

Ulama berbeda pendapat apakah khusyu merupakan fardhu dalam sholat atau hanya salah satu kemuliaan saja?

·     Jumhurulfuqoha mengatakan bahwa khusyu adalah salah satu sunnah dari beberapa sunnah sholat. Dalilnya bahwa sholat seseorang tetap sah walaupun mereka tidak khusyu selama rukun-rukunya dilaksanaan.

·   Imam Hanafi, Malik, Hanbali dan Syafii mengatakan bahwa khusyu’ adalah satu dari keharusan dalam sholat (lawazimshholat), akan tetapi mereka berbeda pendapat tentang khusyu itu sendiri. Sebagian diantara mereka mengatakan bahwa khusyu adalah salah satu fardhu dari beberapa fardhu sholat, tetapi tidak sampai membatalkan sholat jika ditinggalkan. Sementara yang lain mengatakan bahwa khusyu adalah fardhu karena itu jika seseorang tidak khusyu maka batallah sholatnya. Kemudian di antara mereka juga mengatakan bahwa khusyu’ adalah syarat sahnya sholat, tetapi hanya di sebagian waktu saja. Khusyu’ dengan menangis yang berlebihan juga tidak baik dalam sholat karena akan menganggu konsentrasi.

Ulama-ulama salaf telah memberikan contoh yang paling baik dalam hal khusyu sebagai berikut:

Para Sahabat nabi misalnya Abdullah bin Zubaer radiallahuanhu suatu ketika ia sedang sujud dan tiba-tiba sebuah manjanik (semacam tembakan yang mengandung api) meluncur di dekatnya,  ia tetap sujud dan hanya menyentuh bagian pakaiannya untuk menghindari itu.

Kemudian yang kedua khusyu para tabiin dan tabi tabiin seperti Urwah bin Zuaber yang ketika sholat ia sangat khusyu sekali. Suatu ketika sahabat Urwah meninggalkan Madinah menuju Damaskus di tengah perjalanan ia kena musibah dan dokter mengatakan bahwa kakinya harus diamputasi. Lalu dokter mengatakan sebaiknya berbaring agar tidak terasa sakit. Namun Urwah Rahmahumullah mengatakan bahwa cabutlah barang itu  saat saya sedang sholat karena yang demikian itu saya tidak akan merasakan apa-apa lalu dokterpun melakukan hal itu saat ia sedang sholat. 

Wallahua’lam 

Comment

LEAVE A COMMENT