Perhatikan! Mengolok-olok dan Merendahkan Bukan Perilaku Islami

Perhatikan! Mengolok-olok dan Merendahkan Bukan Perilaku Islami

Islam mengajarkan manusia untuk memiliki dan mempraktekkan akhlak dan budi pekerti yang mulia. Sebagian dari akhlak yang mulia adalah menjaga kesantunan dan kesopanan saat berbicara. Islam sangat memperhatikan persoalan lisan, karena lisan adalah ujung pangkal dari keselamatan seorang muslim.

Setiap perkataan yang menyenangkan akan berbuah dua manfaat. Pertama manfaat pahala dan kedua manfaat orang lain yang akan mencintai anda. Begitu pula sebaliknya. Panggilan yang jelek, kasar dan tidak menyenangkan akan menimbulkan dosa dan kebencian.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (QS. Al-Hujurat: 11).

Ayat ini merupakan salah satu panduan umat Islam untuk tidak merendahkan satu sama lain. Umat Islam juga dilarang untuk memberikan gelar dan panggilan jelek, mengejek, mengolok-olok orang lain. Maksud dari ayat di atas adalah tindakan menjuluki orang lain dengan nama dan panggilan buruk akan merubah kita dari orang mukmin menjadi orang fasik. Dan fasik adalah nama yang terburuk.

Baca juga : Berilmu di Lidah, Bodoh di Hati dan Perbuatan

Ketika seseorang menjelekkan orang lain sesungguhnya secara tidak sadar ia menampakkan kejelekan diri sendiri. Orang tidak akan pernah simpati dan senang dengan ucapan kotor dan kasar.  Orang yang selalu suka mencari kesalahan orang lain adalah cerminan orang sombong dan orang sombong akan selalu dijauhkan dari kebenaran.

Nabi bersabda :

اَلْكِبَرُ بَطَرُالْحَقِّ وَغَمْصُ النَّاسِ

Artinya : Kesombongan itu ialah menolak kebenaran dan memandang rendah manusia (HR Bukhori).

Sebenarnya perilaku memanggil gelar dan mengngolok-olok orang lain adalah perilaku buruk dari kebiasaaan masyarakat jahiliyah di zaman Nabi. Karena itulah ayat di atas merupakan larangan kepada umat Islam untuk tidak meniru kebiasaan masyarakat jahiliyah dengan cara mengolok-olok orang lain dengan gelar yang tidak pantas dan akan membuat marah orang lain.

Jangan Lumuri Lisan dengan Cacian dan Hujatan

Kesantunan dan kesopanan adalah akhlak yang diajarkan oleh Nabi. Sebaliknya kesombongan, keangkuhan, dan kasar adalah sifat dan sikap yang sangat ditolak dalam Islam. Bahkan tidak main-main Allah memberikan peringatan yang dahsyat bagi orang yang melumuri lidahnya dengan caian, hujatan dan olok-olok:

وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ

 

Artinya :  Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela (QS: Al Humazah : 1)

Arti Humazah adalah suatu tindakan yang menciderai orang lain dengan tangan seperti memukul, sementara lumazah adalah tindakan menyakiti orang lain dengan lisan. Termasuk dalam kategori lumazah yang dapat menyakiti orang lain adalah ucapan kasar, menjuluki orang lain dengan jelek, dan memfitnah orang lain.

Tindakan seperti itu tidak hanya akan menimbulkan pecahnya hubungan dan ikatan persaudaraan, tetapi tindakan yang akan menjerumuskan ke dalam dosa.

Karena itulah, selalu bersikap rendah hati dan selalu menjaga lisan dengan kata yang indah, sopan dan menyejukkan orang lain. Allah akan mengangkat derajat seseorang yang selalu rendah hati, tidak sombong dan tidak menjelekkan orang lain. Sebaliknya, sebaik apapun tujuan yang hendak dicapai apabila dilakukan dengan kata-kata kasar dan jelek justru akan memalingkan dari kebenaran.

Ingatlah peringatan dan seruan Nabi:

"Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku agar kalian bersikap rendah hati, sehingga tidak ada orang yang membanggakan diri di hadapan orang lain dan tidak ada orang

yang menzalimi orang lain." (HR. Muslim).

Wallahu a’lam

Comment

LEAVE A COMMENT