Rahasia Senyuman Istri Kepada Suami

Bulan Ramadan tahun ini telah memasuki 10 hari terakhirnya. Alangkah meruginya umat muslim jika tidak meningkatkan amal kebajikan. Sebagian umat muslim berlomba-lomba meraih keutamaan bulan puasa dengan i’tikaf, bersedekah, meningkatkan amalan sunnah, dan amalan ubudiyah lainnya. Sebagian yang lain, menikmati kemuliaan sepertiga akhir bulan Ramadan dalam bentuk kebajikan yang berbeda.

Bagi ibu-ibu muslimah yang setiap waktunya disibukkan dengan pekerjaan rumah tangga misalnya. Tidak perlu sedih jika tak sempat memperkaya hati dengan kegiatan sunnah di sepertiga akhir Ramadan ini. Ada amalan sederhana yang mudah dilakukan namun sangat agung keutamaannya di sisi Allah SWT. Mengamalkannya tidak butuh waktu lama dan ritual khusus. Bahkan, tidak dibutuhkan tenaga ekstra dan syarat yang rumit. Amalan itu adalah : tersenyum dan menjaga air muka di hadapan sang suami.

Sepulang suami dari aktifitas hariannya, sambutlah dengan raut muka yang menyejukkan dan dengan senyum yang menenangkan. Niscaya, itu akan menjadi obat bagi sebagian lelahnya. Tersenyum adalah kosmetik yang paling cocok bagi perempuan. Riasan yang cantik dan apik sekalipun, akan kehilangan kharismanya jika tak ada senyum yang membingkainya.

Baca juga : Perempuan Diciptakan dari Tulang Rusuk yang Bengkok, Apa Maknanya?

Sekalipun terlihat sepele, tersenyum menyimpan keutamaan yang luar biasa tersenyum merupakan sedekah yang paling mudah namun besar pahalanya.  Dalam Hadits Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Dari Abu Dzar RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Senyummu di hadapan saudaramu bernilai pahala sedekah bagimu,’” (HR At-Tirmidzi).

Dalam hadits lain yang diriwayatkan Ad-Dailamy, Rasulullah SAW bersabda:

”Sesungguhnya pintu-pintu kebaikan itu banyak: tasbih, tahmid, takbir, tahlil (dzikir), amar ma’ruf nahyi munkar, menyingkirkan penghalang (duri, batu) dari jalan, menolong orang, sampai senyum kepada saudara pun adalah sedekah.”

Membingkai wajah dengan senyuman dan memasang raut muka menyenangkan bagi seorang istri terhadap suami merupakan anjuran Nabi Muhammad SAW. Suatu kali beliau pernah menasihati Sayyidah Fatimah R.A :

“Wahai Fatimah, Tiada seorang istri yang tersenyum di hadapan suaminya kecuali Allah akan memandangnya dengan pandangan kasih (rahmat),” (Kitab Uqudul Lujain fi Bayani Huquqiz Zaujain, halaman 13).

Faedah membingkai senyuman bagi sepasang suami istri, selain bernilai ibadah juga menautkan hati antara keduanya. Senyuman yang tulus dan ikhlas, berasal dari hati yang tenang, akan menjadi perantara turunnya rahmat Alloh bagi kehidupan rumah tangga.

Secara psikologis, senyuman terbukti memberikan berjuta manfaat. Saat tersenyum tubuh kita memberi sinyal-sinyal positif kehidupan, sehingga pikiran menerimanya sebagai anugerah. Faktor ini pula yang membuat senyum mampu meningkatkan imunitas tubuh. Fungsi imun akan meningkat dalam suasana dan kondisi yang rileks. Senyum istri kepada suami akan menularkan energi positif. Dengan senyum, suasana menjadi lebih santai, ceria dan bisa membuat perasaan pasangan menjadi bahagia.

Nabi Muhammad sendiri adalah pribadi yang tak pernah memasang raut masam. Kepada para istri dan siapapun yang beliau temui, selalu menyuguhkan raut muka yang teduh dan senyum yang menenangkan.

Aisyah Radliyallahu’anha mengungkapkan, ”Adalah Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam ketika bersama istri-istrinya merupakan seorang suami yang paling luwes dan semulia-mulia manusia yang dipenuhi dengan gelak tawa dan senyum simpul.” (Hadits Riwayat Ibnu Asakir).

Oleh karenanya, wahai para istri shalihah, alih alih menyambut suami sepulang kerja dengan muka masam dan lelah, sebaiknya suguhkanlah wajah ceria dengan balutan senyum yang indah. Sebab tersenyum merupakan ibadah. Tersenyum juga pertanda bahagia, dan kebahagiaan itu menyalakan semangat optimisme menyambut masa depan yang cerah.    

Comment

LEAVE A COMMENT