Assalamualaikum Warahmatullahi WabarokatuhPertanyaan saya berangkat dari pengalaman bahwa seringkali saya bingung dengan cairan warna putih kental sesudah buang air kecil lalu ketika sedang bercumbu dengan istri juga keluar air kental putih lalu ada juga air mani yang keluar setelah ejakulasi mohon penjelasanya bagaimana hukum dari ketiga air kental yang keluar dari kemaluan tersebut Indra Wijaya Serang Banten Waalaikum Salam Warahmatullahi WabarokatuhTerimakasih atas atensinya pak Indra memang sebagai seorang muslim kita wajib mengetahui hukum yang kelaur dari kemaluan sehingga kita menjadi lebih kaffah dalam berislam Baca juga Istri Melahirkan secara Caesar Kapan Waktu Jima Menurut Islam Wadi merupakan air berwarna putih kental yang keluar setelah kencing hukumnya adalah najis para ulama tidak ada perbedaan pendapat mengenai hal ini untuk mensucikanya tidak perlu sampai harus mandi besar junub ini didasarkan pada hadis Aisyah r a berkata Wadi keluar setelah kencing Karena itu hendaknya seseorang mencuci kemaluannya lalu berwudhu dan tidak perlu mandi HR Ibnu Munzir sama halnya dengan Wadi air Madzi juga hukumnya najis hanya saja keluarnya air Madzi seringkali disebabkan oleh menghayal bersetubuh atau bercumbu rayu dengan istri Air Madzi juga keluar pada kemaluan perempuan dan biasanya lebih banyak karena fungsi dari Madzi ialah untuk sebagai pelicin ketika akan berhubungan badan dengan pasangan mengenai hal ini sahabat Ali r a pernah berkata Aku adalah seorang laki laki yang sering mengeluarkan Madzi Kemudian aku menyuruh seseorang agar menanyakan hal ini kepada Rasulullah saw karena aku malu beratanya secara langsung mengingat posisi putrinya sebagai istriku Ia lantas menanyakan kepada Rasulullah saw dan beliau menjawab Berwudhulah dan cucilah kemaluanmu HR Bhukari Sedangkan cara membersihkannya cukup dengan sebagaimana membersihkan air kencing dari kemaluan yaitu bagi laki laki kemaluanya diurut urut agar sisa dari air Madzi keluar semua sambil dibersihkan dengan air yang mensucikan Berbeda halnya dengan hukum air Wadi dan Madzi Air Mani sendiri terdapat perbedaan pendapat dari ulama sebagian berpendapat najis namun sebagian besar berpendapat suci pendapat yang mengatakan bahwa air Mani itu najis dilandaskan pada penuturan Aisyah r a Aku sering mengorek air mani dari pakaian Rasulullah saw jika sudah kering dan aku mencucinya jika masih basah HR Daruquthni Argumentasi yang dapat dikemukakan bahwa air Mani itu najis berdasarkan hadis ini adalah bahwa Aisyah r a mengorek ngorek air Mani yang telah kering atau jika masih masih basah dicuci karena jika air mani itu suci maka tentu saja Aisyah r a tidak akan mengorek air mani yang telah mengering tersebut dan karena sering dilakukan maka besar kemungkinan Rasulullah saw mengetahui perbuatan Aisyah r a dan membiarkanya Pendapat yang mengatakan bahwa air Mani itu suci juga dilandaskan pada penuturan Aisyah r a Aku mengerik mani dari pakaian Rasulullah shallallahu alaihi wasallam Kemudian ia shalat dengan pakaian itu HR Jama ah kecuali Imam Bukhari Pada hadis diatas Aisyah r a hanya mengerik pakaian bekas air mani kemudian dipergunakan untuk shalat itu menegaskan bahwa air mani itu suci Pendapat kedua ini oleh kebanyakan ulama dianggap sebagai pendapat yang lebih kuat sehingga hukum dari air mani itu tidak najis Demikian pendapat yang saya sampaikan semoga apa yang telah dijelaskan semakin membuat kita lebih berhati hati dalam menentukan hukum atas apa yang terjadi dalam kehidupan sehari hari Wallahu alam Bhissowab

Tinggalkan Balasan