waktu kurban
kurban kambing

Menyembelih Hewan Kurban untuk Orang yang Sudah Meninggal, Bagaimana Hukumnya?

Kalau hukum menyembelih kurban untuk orang lain yang masih hidup, para ulama sepakat bahwa hukumnya boleh. Bahkan, sudah dipraktekkan oleh Nabi Muhammad sendiri. Dalam kitab Musnad Imam Ahmad disebutkan sebuah riwayat dari Abu Rafi’, bahwa hari ketika Rasulullah berqurban, beliau membeli dua ekor domba gemuk, sehat, dan tanduknya bewarna putih bersih. Lalu beliau menyembelih salah satu, kemudian seraya mengucapkan:

اللهم هذا عن امتي جميعا ممّن شهيد لك بالتوحيد لي بالبلاغ

Artinya: “Ya Allah, ini dari umatku semuanya: diantara mereka yang mempersaksikan tauhid untuk-Mu dan bersaksi bahwa aku telah menyampaikan (risalah Islam).”

Setelah itu, beliau menyembelih satu ekor lagi dengan mengucapkan:

هذا عن محمد وال محمد.

Artinya: “Ini dari Muhammad dan keluarga Muhammad.” (HR. Ahmad).

Lantas, bagaimana jika menyembelih hewan qurban dimaksudkan (diniatkan) untuk orang yang telah meninggal dunia? Terkait hal ini, para ulama berbeda pendapat.

Menurut pendapat Madzhab Syafi’i, tidak boleh berqurban untuk orang yang telah meninggal dunia, kecuali orang yang meninggal dunia itu semasa hidupnya pernah berwasiat/bernazar agar disembelihkan hewan qurban untuknya (Somad, 2009).

Diantara dalil yang dipegang oleh ulama Syafi’iyah adalah firman Allah dalam QS. An-Najm [53]: 39, yang berbunyi sebagai berikut:

وَأَن لَّيۡسَ لِلۡإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ 

Artinya: “Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.”

Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Imam Nawawi, ulama dari mazdhab Syafi’i, dalam kitab Minhaj ath-Thalibin. Bahwa berkurban mensyaratkan adanya niat ibadah. Sementara, orang yang sudah meninggal, tidak bisa memenuhi syarat ini. Sehingga, qurbannya menjadi tidak sah.

Sementara Madzhab Maliki menghukumi makruh. Menurut Madzhab Hanbali menghukumi boleh karena hal itu sama halnya dengan bersedekah, yang balasan pahalanya untuk orang yang telah meninggal dunia. Adapun Madzhab Hanafi berpendapat seperti Madzhab Hanbali, akan tetapi menurut Madzhab Hanafi, haram hukumnya haram makan daging qurban yang telah disembelih untuk orang yang sudah meninggal dunia berdasarkan perintahnya. Semua dagingnya mesti diserahkan kepada fakir miskin (Lihat Wahbah Zuhaili dalam al-Fiqh al-Islam wa Adilluhu).

Baca Juga:  Kaidah Fikih : Tulisan Sepadan dengan Ucapan

Perbedaan ulama di atas disebabkan karena tidak adanya dalil, baik dari Alquran maupun sunnah secara rinci. Yang ada hanyalah hadis yang sifatnya umum sebagaimana dikutip di awal. Demikian penjelasan hukum berqurban atas nama orang yang sudah meninggal menurut pandangan ulama Madzhab fiqih. Semoga bermanfaat. Pada dasarnya, hukumnya boleh atau tidak dilarang.

Bagikan Artikel ini:

About Ahmad Ali Mashum

Avatar of Ahmad Ali Mashum

Check Also

yahya waloni

Dear Yahya Waloni: PPKM Darurat Itu Sesuai Syariat Islam, Ini Penjelasannya!

Penceramah Yahya Waloni turut menanggapi kebijakan pemerintah mengenai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali. …