prinsip toleransi dalam Islam
toleransi dalam Islam

4 Prinsip Toleransi dalam Islam

Sebenarnya istilah toleransi bukan hal baru dalam praktek keagamaan. Ia terkandung dan ada di setiap ajaran agama. Begitu pun praktek intoleransi tidak hanya dimonopoli satu pemeluk agama, tetapi ada di setiap komunitas agama.

Toleransi suatu penegasan untuk mengakui adanya perbedaan dan bergaul secara alamiah tanpa melihat orang lain dari latarbelakang agamanya. Toleransi atau tasamuh menghendaki seseorang untuk menghormati agama orang lain.

Perbedaan agama sama halnya dengan perbedaan suku, etnik dan bahasa. Orang tidak akan pernah bisa memilih untuk dilahirkan dengan suku tertentu. Begitu pun dengan agama yang datang dan hilangnya petunjuk merupakan hak prerogatif Tuhan. Jika memang keragaman adalah suatu yang diciptakan oleh Tuhan tidak ada penegasan untuk menolak sunnatullah tersebut dengan sikap intoleran apalagi arogan.

Islam sejak awal adalah agama yang menegaskan dirinya sebagai ajaran yang menghormati bahkan melanjutkan ajaran sebelumnya yang dibawa para Nabi terdahulu. Islam bukan agama baru tetapi agama yang lurus yang meluruskan praktek keyakinan yang bertentangan dengan agama yang hanif yang dibawa para Nabi.

Tetapi Islam bukan agama yang membenci praktek agama lain. Islam juga bukan agama yang memaksakan diri dengan pedang untuk dipeluk oleh seluruh umat. Islam adalah agama yang menawarkan rahmat bagi semesta alam.

Prinsip toleransi dalam Islam cukup jelas dalam al-Quran. Setidaknya ada 4 prinsip toleransi dalam Islam yang diajarkan oleh Allah untuk umat Islam.

1. Kesadaran Keragaman dan Saling Dialog

Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.  (QS : Al Hujurat 13).

Baca Juga:  Kenapa Alergi dengan Toleransi

Dalam prinsip toleransi dalam Islam, Allah mengajarkan kepada umat Islam untuk menyadari bahwa perbedaan adalah sunnatullah. Keragaman manusia dalam berbagai aspek termasuk agama adalah bagian dari cara Tuhan. Lalu, bagaimana muslim harus bersikap?

Islam mengajarkan untuk saling mengenal. Saling mengenal tidak akan tercipta tanpa saling berkomunikasi dan berdialog. Umat Islam bukan agama ekslusif yang menutup diri untuk tidak berteman, bertetangga dan bernegara dengan umat yang berbeda agama. Islam mengajarkan untuk saling berdialog agar saling mengenal.

2. Kesadaran Keragaman dan Saling Berkontribusi dalam Kebajikan

Keragaman adalah cara Tuhan menguji umat manusia dalam berlomba meraih kebaikan, bukan untuk keburukan. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu (al Maidah; 48).

Prinsip toleransi dalam Islam selanjutnya dalam Islam adalah saling berkontribusi dalam kebaikan. Tidak memandang apapun agamanya, tetapi memberikan kebaikan dan kemanfaatan kepada seluruh umat manusia adalah misi Islam. Islam mendorong umatnya untuk saling berlomba dan memberikan yang terbaik untuk kemanfaatan seluruh umat manusia. Bukankah itu visi rahmatan lil alamin?

3. Kesadaran Keragaman untuk Tidak Saling Membenci dan Mencaci

”Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan Setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan. (al An’am; 108)

Islam menghendaki supaya umatnya menunjukkan kebaikan ajaran Islam.  Dengan perkataan yang baik dan tingkah laku yang mencerminkan akhlak Rasulullah. Prinsip toleransi dalam Islam selanjutnya adalah menjaga hubungan dalam perbedaan tanpa saling membenci apalagi mencaci.

Baca Juga:  Tips Anti Stres Temani Anak Belajar di Rumah

Bukan sikap islami yang mencaci sesembahan agama orang lain. Islam diajarkan sekalipun dalam konteks berdakwah bukan untuk mendiskreditkan kepercayaan orang lain. Al-Quran menegaskan dengan tegas :  “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.(al Nahl; 125).

4. Kesadaran keragaman untuk tidak berkompromi dalam akidah

Prinsip toleransi dalam Islam yang terakhir dan ini menjadi cukup penting adalah bahwa toleransi bukan menggadaikan keimanan, tetapi upaya sadar untuk menjaga kerukunan antara sesama manusia. Keragaman bukan untuk diperselisihkan. Menolak perbedaan adalah menolak sunnatullah yang menciptakan manusia dalam bentuk yang beragam dan keyakinan yang plural.

Hal penting yang harus dilakukan oleh umat Islam adalah memperkuat keyakinan. Toleransi bukan berarti menggadaikan keimanan dan mencampuradukkan keyakinan. Dalam masalah keyakinan tidak ada tawar menawar. Keyakinan ini harus tertanam kuat dalam setiap pribadi muslim. Sehingga tidak tergoyahkan oleh kondisi apapun.

Al-Quran mengajarkan suatu teladan ketika Rasulullah ditawarkan untuk berkompromi. Surat Al Kafirun ayat 6 yang berbunyi lakum dinukum waliyadin artinya “bagimu agamamu dan bagiku agamaku.” Dalam hal akidah tidak ada yang patut dikerjasamakan. Kepercayaan adalah wilayah hati dan prinsip. Tidak ada istilah toleransi dengan berarti berkompromi keimanan. Toleransi adalah wilayah sosial untuk kerjasama dan saling membantu untuk kebaikan.

Bagikan Artikel ini:

About Sefti Lutfiana

Mahasiswa universitas negeri jember Fak. Hukum

Check Also

mencintai negeri

Aku Cinta Negeriku sebagaimana Rasulullah Mencintai Negerinya

Sejak kecil saya diajarkan untuk mencintai negeri ini. Dari sekedar menghafal lagu kebangsaan, mengikuti upacara …

pemahaman keislaman yang sempit

Jika Merasa Islam itu Sulit, Berarti Pemahaman Keislamannya yang Sempit

Jika ada orang yang memahami Islam itu adalah agama yang sulit dan mempersulit berarti ia …