Buntut Teror Bom Paskah, Kerusuhan Anti-Muslim di Sri Lanka Membesar

Buntut Teror Bom Paskah, Kerusuhan Anti-Muslim di Sri Lanka Membesar

Kolombo – Teror bom Hari Paskah di Sri Lanka yang dilakukan simpatisan ISIS, berbuntut kerusuhan Anti-Muslim di seantero negeri tersebut. Bahkan di bulan Ramadan ini, kerusuhan itu terus menyebar ke sejumlah kota. Jam malam pun diterapkan di seluruh Sri Lanka.

Di Kota Kiniyama, provinsi di wilayah barat laut Sri Lanka, massa menyerang masjid dan toko, dan polisi setempat mengatakan satu orang terbunuh. Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan kerumunan dan memberlakukan jam malam sampai waktu yang tidak ditentukan.

Serangan itu dipicu oleh sekelompok orang yang menuntut penggeledahan sebuah bangunan setelah tentara memeriksa sebuah danau di dekatnya untuk mencari senjata api, demikian laporan kantor berita Reuters.

Ketegangan meningkat sejak kelompok militan Islam melakukan serangan bom bunuh diri tiga pekan lalu yang menewaskan lebih dari 250 orang. Di sejumlah kota, polisi mengeluarkan tembakan ke udara dan menggunakan gas air mata untuk membubarkan ratusan orang perusuh.

Perdana Menteri Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe mengimbau agar masyarakat bersikap tenang dengan mengatakan bahwa kerusuhan saat ini menghambat upaya penyelidikan serangan bulan lalu.

Di kota Chilaw, yang mayoritas penduduknya beragama Katolik, toko-toko dan masjid milik warga Muslim setempat diserang, menyusul unggahan di Facebook yang ditulis oleh seorang warga Muslim setempat, yang dianggap sebagai ancaman. Pria yang menulis unggahan tersebut, seorang pengusaha Muslim berusia 38 tahun, telah ditangkap.

Baca juga : Cendekiawan Arab Saudi Ditangkap Terkait Bom Paskah

Seorang pria meninggal akibat luka tusukan setelah sekelompok orang menyerang usaha bisnisnya di Distrik Puttalam, di wilayah barat laut Sri Lanka.

Pemerintah Sri Lanka telah memblokir sejumlah platform media sosial dan aplikasi pengiriman pesan, termasuk Facebook dan Whatsapp, agar kekerasan tidak menjalar.

"Saya mengimbau semua warga agar tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang salah. Pasukan keamanan bekerja untuk menangkap teroris dan memastikan keamanan negara," kata perdana menteri dikutip dari laman detik.com.

Insiden kekerasan juga dilaporkan terjadi di kota Hettipola, di mana sedikitnya tiga toko dilaporkan dibakar.

Jumlah populasi di Sri Lanka sekitar 21 juta jiwa, sekitar 10% di antaranya Muslim, sedangkan pemeluk Kristen sekitar 7,6%. Mayoritas penduduk Sri Lanka memeluk Buddha.

Polisi menyalahkan dua kelompok Islam setempat atas serangan bom bunuh diri pada hari Minggu Paskah. Kelompok yang menyebut dirinya sebagai Negara Islam atau ISIS menyatakan terlibat, tetapi tidak memberikan rincian.

Comment

LEAVE A COMMENT