Inilah Pelatih Fitness Berhijab Pertama Yang Jadi Model ‘Nike’

Jakarta – Namanya Shazia Hossen.  Ia adalah pelatih fitnes yang baru saja dipilih perusahaan raksasa pakaian olahraga ‘Nike’ sebagai wanita Muslim berhijab pertama yang menjadi modelnya.

Sebagai pelatih fitnes, Shazia Hossen sempat merasa khawatir saat memutuskan berhijab pada Ramadan 2015 lalu. Apalagi statusnya sebagai pelatih fitnes di kota Tottenham, Inggris.

"Aku terus-menerus menyesuaikan hijabku dan bertanya-tanya apakah ada yang melihatku dengan tatapan yang aneh," kata Shazia.


Sejak itu, Shazia terus istikomah dengan keputusannya. Dana selama itu pula, ia merasa tidak mendapat perlakuan aneh dari orang-orang di sekitarnya. Kekhawatirannya pun akhirnya sirna, bahkan dengan berhijab ia merasa bisa menjalankan profesinya sambil menjaga akidahnya.

"Mereka mungkin menunjukkan rasa kagum awalnya, atau melirik saya keluar dari rasa ingin tahu, tapi intinya adalah bahwa hal itu tidak masalah," kata Shazia.

Baca Juga: Model Seksi Felixia Yeap Jadi Mualaf karena Iklan Hijab

Sosok Shazia menarik atensi dunia saat Nike memilihnya sebagai wanita berhijab pertama dari Inggris untuk menjadi brand ambassador Nike Pro Hijab pada 2017. Setelah terpilih sebagai model iklan hijab Nike itu, popularitasnya meroket.

"Aku langsung menjerit ketika aku mendapatkan tawaran itu," kenang hijabers 23 tahun itu.

Shazia semakin terkenal setelah awal 2019 ini dia tampil sebagai model catwalk untuk fashion show pertama Nike di Paris. Dia tentu saja tampil berhijab. Dan sebagai wanita yang "tertutup" di industri fashion, baginya itu adalah pertama kalinya ia merasa "dilihat".


Shazia pun menganggap dirinya termasuk salah satu orang yang beruntung. Orangtuanya selalu mendukung keputusannya untuk berlatih sebagai personal trainer. Sementara di luar sana ada wanita berhijab yang tidak mendapatkan kebebasan untuk berkarier.

"Ada stigma di sekitar gadis muda Muslim di bidang kebugaran, terutama sebagai pilihan karier," kata Shazia.

Berkarier sebagai pelatih fitness dengan memakai hijab diakui Shazia tidak mudah. Penghalang utamanya disebutnya sebagai gym-timidation.

"Untuk wanita berhijab akan menjadi tidak nyaman berlatih di depan pria, memang tidak ada banyak tempat aman," ujarnya.

Baca Juga: Inilah Muslimah Berihijab Pertama Yang Mejeng di Sampul Sports Ilustrated

Rasa ketidakamanan itu yang kemudian menginspirasi Shazia untuk membuka pusat kebugaran khusus wanita Sistarr Circuit. Tempat olahraga ini dibuat khusus untuk wanita Muslim ataupun non Muslim yang ingin hidup sehat.

Sebelumnya saat usia 19 tahun, Shazia juga sudah menjadi pengusaha muda dengan merilis brand busana olahraga, SH (Strong Habibti) Athletics. Dia membuat label busana tersebut karena kurangnya baju olahraga yang bisa dipadukan dengan hijab. Brand busananya itu meraih sukses di hari pertamanya dirilis. Dan pada 2018 kemarin, dia pun bisa memamerkan sendiri label busananya itu di London Fashion Week.

Comment

LEAVE A COMMENT