Jadi Situs Penting, Makam Paman Nabi Diperluas Pemerintah Guangzhou

Jadi Situs Penting, Makam Paman Nabi Diperluas Pemerintah Guangzhou

Guangzhou – Keberadaan Islam di Negeri Tirai Bambu China sudah ada sejak jaman dulu. Bahkan salah satu paman dan sahabat Nabi Muhammad SAW, Saad bin Abi Waqqash RA wafat dan dimakamkan di kota Guanzhou. Sampai sekarang makam tersebut terpelihara dengan baik dan menjadi situs bersejarah yang dilindungi pemerintah.

Untuk melestarikan keberadaan makam tersebut, pemerintah Kota Guangzhou membantu perluasan kompleks makam Saad bin Abi Waqqash RA pada 2017 lalu.

Wakil Kepala Kantor Kebudayaan, Radio, dan Televisi Pemerintah Kota (Pemkot) Guangzhou, Ou Caiqun mengatakan, perluasan kompleks makam dan pembangunan masjid merupakan langkah pemerintah untuk melestarikan situs bersejarah tersebut. Bahkan masjid yang dibangun itu akan bisa menampung 5000 jamaah.

 “Ini juga merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap umat Islam,” ujar Ou Caiqun dikutip dari antaranews.com.

Ia mengemukakan, situs pemakaman di Jalan Jiefangbei Nomor 901 itu tidak hanya menjadi tempat ibadah umat Islam, melainkan juga banyak dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Baca juga : Penyelesaian Muslim Uighur Tak Bisa Abaikan HAM

Makam di Ibu Kota Provinsi Guangdong, yang berjarak sekira 2.151 kilometer sebelah selatan Ibu Kota China di Beijing, tersebut tidak pernah sepi dari peziarah yang memang mayoritas umat Islam Tiongkok beretnis Hui.

Makam Saad berada di dalam ruang khusus berarsitektur Tiongkok pada era Dinasti Tang (618--907 Masehi). Bangunan itu beratapkan genting warna abu-abu, sedangkan dindingnya bercat hijau. Ruangan tersebut dapat menampung sekitar 20 orang dan hanya ada satu pintu kecil sehingga para penziarah harus menundukkan kepala jika memasukinya.

Di luar bangunan utama terdapat beberapa makam lain yang diduga para imam atau pengikut Saad, baik warga China pribumi maupun dari bangsa lain. Kurang lebih 2,5 kilometer dari lokasi makam tersebut terdapat Masjid Huaisheng di Jalan Guangta Nomor 56. Masjid yang dilengkapi dengan menara (guangta) itu dibangun Saad pada 627 Masehi atau sekira tujuh tahun setelah datang ke China untuk syiar pertamanya.

Makam Saad dan Masjid Huaisheng tersebut menjadi salah satu saksi sejarah Jalur Sutera Maritim di China, sebutan dari seorang Jerman bernama von Richthofen pada abad-18M untuk menggambarkan misi kebudayaan dan ekonomi China dengan masyarakat Eropa, Asia Tengah dan Selatan maupun Timur Tengah hingga Afrika.

Masjid Huaisheng atau Guangta tersebut konon merupakan masjid pertama yang dibangun di luar jazirah Arab pada masa itu.

Comment

LEAVE A COMMENT