Jihad Terbesar di Amerika adalah Jihad Perangi Miskonsepsi Tentang Islam

Jakarta - Imam Besar Masjid New York Shamsi Ali mengungkapkan di awal-awal dia tiba di Amerika Serikat pandangan warga di negeri Paman Sam itu terhadap Islam kurang baik. Misalnya, dianggap teroris, dan suka membunuh. Dengan mengedepankan dialog, Shamsi berusaha mengubah paradigma dan kesalahpahaman tersebut. Ia juga berusaha menampilkan Islam tidak dengan kata-kata, ceramah-ceramah, beretorika tapi dalam bentuk perilaku.

"Bagi kami Jihad terbesar di Amerika itu adalah Jihad memerangi miskonsepsi tentang Islam," kata Shamsi Ali dikutip dari ‘Blak blakan’ detikcom, Jumat (6/9/2019).

Baca Juga: Ini Kota Pertama di Amerika Yang Mayoritas Penduduknya Muslim

Ia mengatakan, cara jihad dengan mengedepankan dialog dan perilaku Islami berhasil mengubah pandangan masyarakat Amerika terhadap Islam. Shamsi mencontohkan, saat Presiden Donald Trump mengeluarkan kebijakan melarang orang Islam masuk ke AS, puluhan ribu warga non muslim ikut berdemonstrasi bersama umat Islam dalam gerakan "Today I am Moslem".

Kebetulan konstitusi Amerika Serikat memang melindungi warga yang mengkritik kebijakan pemerintah. "Donald Trump bisa melarang tapi undang - undang membela kami, maka kami berani mengkritiknya," kata Shamsi Ali.

Ia juga mencontohkan, ada seorang Rabi (pendeta Yahudi) yang awalnya sangat membenci Islam. Saking bencinya, saat bertemu Shamsi sang Rabi tak mau bersalaman. Namun enam bulan kemudian, dia justru meminta bertemu dengan Shamsi Ali. Saat ditanya kenapa dia tak mau bersalaman pada pertemuan sebelumnya, Rabi Yahudi itu beralasan dirinya tak yakin bahwa Shamsi Ali seorang muslim, dan dia tak suka Islam.

Baca Juga: Jaga Umat dan Masjid, Muslim New York Bentuk Layanan Patroli Swadaya

Dua alasan itu pupus beberapa bulan kemudian setelah Rabi tersebut beberapa kali melihat gaya bicara dan dakwah Shamsi Ali melalui televisi. Dari tayangan itulah si Rabi menilai bahwa Shamsi Ali adalah duta Islam yang baik. Sejak pertemuan itu, keduanya kerap melakukan pertemuan untuk dialog. Hingga kemudian digelarlah pertemuan imam masjid dan Rabi di seluruh Amerika.

 

Comment

LEAVE A COMMENT