Menjadi Muslim Membuat Hidup Pogba Lebih Tenang

London - Gelandang Manchester United Paul Pogba mengaku hidupnya lebih tenang setelah menjadi seorang Muslim. Pemain timnas Prancis ini memutuskan menjadi mualaf saat berusia 20 tahun.

Pogba merupakan salah satu pemain Muslim di Eropa dan di Liga Primer Inggris. Selain Pogba ada banyak pemain Muslim di Liga Primer antara lain Mohamed Salah, Sadio Mane, Xherdan Shakiri, Naby Keita (Liverpool), Moussa Sissoko, Moussa Dembélé, Serge Aurier (Tottenham Hotspur), Shkodran Mustafi, Sead Kolasinac, Mesut Özil, Mohamed Elneny, Granit Xhaka (Arsenal), dan masih banyak lainnya.

Saat diwawancara dalam program Life Times, Pogba menjelaskan proses dirinya menjadi muslim. Menurut Pogba, ia bersyukur bisa beragama Islam hingga saat ini.

"Itu [berarti] segalanya. Itulah yang membuat saya bersyukur atas segalanya," jawab Pogba dikutip dari Daily Mail.

"Menjadi Muslim membuat saya berubah, menyadari hal-hal dalam hidup. Saya kira, mungkin, itu membuat saya lebih tenang di dalamnya," imbuh Pogba.

Pogba mengungkapkan bahwa dirinya merupakan mualaf. Pogba yang kelahiran Lagny sur Marne itu memeluk Islam saat memasuki usia 20-an.

"Memeluk Islam perubahan yang baik dalam hidup saya, karena saya tidak dilahirkan sebagai seorang muslim, meskipun ibu saya muslim. Saya dibesarkan seperti itu, menghormati semua orang," ucap gelandang 26 tahun tersebut.

Di mata Pogba, semua orang bisa terhubung dengan Islam. Pogba termasuk salah satu muslim yang taat. Sebelum memulai pertandingan ia kerap menadahkan tangannya untuk berdoa.

"Gambaran Islam tidak seperti yang orang-orang lihat, terorisme. Apa yang kita dengar di media berbeda dengan yang sebenarnya. Islam itu indah," kata Pogba.

Pogba merupakan pribadi yang bersih dan jauh dari pengaruh minuman keras atau obat terlarang. Meskipun obat-obatan terlarang tersebar di dekat rumah mereka di Roissy en Brie, Perancis.

Baca juga : Ulama Inggris Ingatkan Pemain Muslim Tetap Berpuasa di Final Liga Champions

Pogba juga sering berkunjung ke Makkah untuk menunaikan umrah. Baru-baru ini bersama Kurt Zouma, Pogba kembali ke Makkah. Sebelumnya usai melakoni musim pertama (2016/2017) bersama Man United, Pogba juga berkunjung ke Makkah.

"Itu terjadi karena saya punya banyak teman muslim. Kami selalu berdiskusi," tutur Pogba.

Pogba masuk Islam karena penasaran dengan kehidupannya. Ia lalu mulai melakukan penelitian sendiri. Saat berdoa dengan teman-temannya, Pogba merasakan sesuatu yang berbeda, sesuatu yang sangat baik.

"Sejak hari itu saya hanya bisa melanjutkannya. Anda harus salat lima waktu dalam sehari, itu salah satu rukun Islam. Itu sesuatu yang harus Anda lakukan," tutur Pogba.

"Arti mengapa Anda melakukannya, Anda meminta maaf dan bersyukur atas semua yang Anda miliki, seperti kesehatan dan segalanya," Pogba melanjutkan.

Memeluk Islam benar-benar membuka pikiran Pogba dan membuat pemain termahal Man United itu sebagai pribadi yang lebih baik. Ia juga mulai berpikir banyak tentang akhirat.

Pogba menuturkan, Islam mengajarkan umatnya dan manusia untuk saling menghormati. Terlepas dari status, agama, warna kulit, dan sebagainya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Comment

LEAVE A COMMENT