Rencanakan Aksi Teror di Bulan Ramadhan, 4 Teroris Ditangkap Polisi Malaysia, 1 WNI

Rencanakan Aksi Teror di Bulan Ramadhan, 4 Teroris Ditangkap Polisi Malaysia, 1 WNI

Kuala Lumpur – Diduga hendak melakukan aksi teror bergelombang di bulan Ramadhan, kepolisian Malaysia mengamankan empat orang terduga. Dari keempat terduga yang diamankan tersebut, salah satunya adalah warga negara Indonesia (WNI) dan 2 orang dari etnis Rohingya, dan 1 warga Malaysia.

Inspektur Jenderal Kepolisian Malaysia, Abdul Hamid Bador kepada awak media di Kuala Lumpur, Senin (13/5) menjelaskan, keempat terduga diciduk dalam sebuah penggerebekan di sekitar Kuala Lumpur dan Terengganu pada pekan lalu.

“Keempat terduga berjulukan sel 'gerombolan serigala' dan disebut juga sebagai 'sel ISIS',” kata Abdul Hamid Bador sebagaimana dikutip Reuters dan AFP.

Abdul Hamid Bador mengatakan, keempat anggota sel itu berencana untuk melancarkan serangan skala besar pada minggu pertama Ramadhan. Rencana serangan itu, bertujuan untuk membalas dendam atas kematian seorang petugas pemadam kebakaran Malaysia, setelah dipukuli secara brutal dalam saat kerusuhan rasial di sebuah kuil Hindu pada November 2018.

Baca juga : Kelompok JAD Lampung Berniat Lakukan Teror Bom Pada Pengumuman Pemilu

Kematian petugas pemadam kebakaran itu memicu kemarahan mayoritas warga muslim Melayu. Beberapa pihak bahkan menuduh tokoh-tokoh Hindu setempat menghasut terjadinya kerusuhan melalui pernyataan-pernyataan bernada rasis.

"Sel ini juga merencanakan sebuah operasi untuk membunuh tokoh kalangan atas yang dituduh menghina dan gagal menegakkan ajaran Islam," tegas Abdul Hamid yang menolak untuk menyebut nama tokoh yang menjadi target para tersangka.

Saat menciduk keempat terduga, polisi Malaysia juga menyita enam bom rakitan, sebuah pistol dan 15 butir peluru.

Salah satu terduga asal Rohingya, yang disebut berusia 20 tahun dan bekerja sebagai pelayan di Malaysia, mengaku kepada polisi bahwa dirinya pendukung Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) -- militan lokal di Rakhine, yang disinyalir bertanggung jawab atas pembunuhan dan penyerangan di wilayah tempat tinggal Rohingya. Ia diketahui memegang sebuah kartu identitas yang dirilis badan pengungsi PBB atau UNHCR.

Sementara satu terduga lainnya dari Rohingya yang berusia 25 tahun mengaku dirinya adalah militan terkait ISIS. Kepolisian Malaysia saat ini juga masih memburu tiga orang lainnya terkait rencana serangan ini.

Comment

LEAVE A COMMENT