Serukan Perdamaian Yaman, Presiden Putin Sitir Surat Ali Imran Ayat 103

Jakarta - Presiden Rusia Vladimir Putin menyitir ayat suci Alquran ketika menyerukan perdamaian di Yaman yang hingga kini masih dilanda konflik sejak 2015. Putin mengutip surat Ali Imran ayat 103 saat bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Iran Hassan Rouhani di Ankara, Turki, dua hari lalu.

"Dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu -- ketika kamu dahulu (pada masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Dia (Allah) mempersatukan hatimu, dan atas nikmat-Nya, kamu menjadi saudara," kutip Vladimir Putin, dikutip dari media Rusia RT, Selasa (17/9/2019).

Putin juga mereferensikan ajaran Alquran lain, tentang bagaimana kekerasan hanya sah untuk membela diri, seraya menyarankan bahwa Arab Saudi harus membeli sistem pertahanan udara Rusia, seperti yang telah dilakukan Iran dan Turki.

Baca Juga: Membangun Perdamaian Global dengan Madzhab Persaudaraan Kemanusiaan

Seruan Vladimir Putin berbalas anggukan dari Erdogan dan Rouhani, yang masing-masing adalah muslim. Kedua pemimpin itu memperingatkan invasi yang dipimpin Arab Saudi ke Yaman, yang telah memicu perang berkepanjangan.

Di sisi lain, negara Barat telah lama menuduh bahwa Iran menanam proksi di Perang Yaman dengan mendukung kelompok gerilyawan Houthi. Namun, baik Teheran dan Houthi membantah hal tersebut.

Perang Yaman telah mengakibatkan puluhan ribu kematian selama lima tahun terakhir dan benar-benar menghancurkan negara di ujung selatan semenanjung Arab tersebut.

Baca Juga: Deklarasi Persaudaraan Kemanusiaan: Menjadikan Agama sebagai Spirit Perdamaian

Apa yang dimulai sebagai perang saudara antara pemberontak Houthi dan pemerintah yang didukung Saudi meningkat menjadi perang udara yang dipimpin oleh Saudi dan menjadi invasi darat penuh pada tahun 2015. Koalisi belum berhasil mengalahkan Houthi dalam lebih dari empat tahun.

Terakhir, kilang minyak Arab Saudi, Aramco diserang bom menggunakan drone yang disinyalir dilakukan kelompok Houthi. Akibat serangan itu, pasokan minyak bumi dunia menjadi terganggu. Kecaman internasional pun mengutuk serangan tersebut.

Comment

LEAVE A COMMENT