Terinspirasi Muslim Indonesia yang Santun dan Damai, Artis K-Pop Korea Jatuh Cinta Kepada Islam

Jakarta – Artis K-Pop Korea Selatan Kim Jae Han atau Jay Kim (28 tahun) awalnya adalah seorang yang Islamophobia. Ia memandang Islam selalu dari sisi negatif sebagai akibat terlalu seringnya propaganda yang mendiskreditkan Islam melalui siaran dan pemberitaan media massa.

Mereka hanya memahami Islam sebagai ISIS, terorisme, pengeboman Gedung WTC Amerika Serikat pada 11 September (9/11), radikalisme, kebodohan, dan segala atribut negatif yang kerap didengungkan media Barat yang tendensius dalam memberitakan Islam.

Hal itulah yang membuat Kim Jae Han yang mulai tenar pada 2015 tidak pernah bergaul dengan Muslim di negaranya. Namun, jalan hidupnya menakdirkan hal berbeda.

Pada 2017 dia diundang untuk konser di Jakarta dan Kuala Lumpur. Di sana, Jay Kim bertemu langsung dengan jutaan penggemarnya yang kebanyakan adalah Muslim milenial. Hatinya begitu takjub melihat kenyataan itu. Tak dinyana, para penggemar yang sangat antusias menirukan kemahiran Jay Kim adalah Muslim. Mereka tak seperti yang digambarkan media massa. Sikap dan tutur kata mereka santun. Mereka membaur dalam kehidupan sosial yang saling bersinergi.

Baca Juga: Berkat Penelitian Tentang Mo Salah, Seorang Yang Dulu Benci Islam,Kini Jadi Mualaf

Mereka menikmati alunan musik yang indah didengar. Kehidupan mereka sungguh terbuka, jauh dari gambaran media massa Barat yang selama ini sangat tendensius menggambarkan Islam. Sejak itu, konstruksi pemikirannya tentang Islam runtuh seketika. Dia membangun pemahaman baru tentang Islam yang penuh kesantunan. Islam dilihatnya sebagai energi yang memotivasi dan menginspirasi kehidupan.

Setelah konser, dia melihat, Indonesia merupakan negara yang damai. Keragaman budaya di sana sangat unik karena masyarakatnya yang berbeda keyakinan dapat hidup bersama. Ditambah lagi, makanan di sana begitu menggoyang lidahnya, seperti nasi goreng, bakso, soto, dan sate.

Dia juga menemukan keindahan Islam saat manggung di Tunisia, negeri yang menjadi titik temu Islam, Barat, dan budaya Afrika. Sama halnya dengan Indonesia, mayoritas penduduk disana beragama Islam. Dia melihat masyarakat di sana sangat baik, ramah, dan memiliki rasa saling tolong menolong yang tinggi. Banyak pemuda di sana tertarik dengan budaya Korea. Pandangan negatif tentang Islam semakin runtuh.

Baca Juga: Mualaf, Sinéad O'Connor Ingin Bantu Hancurkan Stigma Tentang Islam

Setelah datang ke Indonesia, Malaysia, Tunisia, Kim Jae Han memutuskan untuk mempelajari tentang Islam. Jaehan mulai mempelajari agama Islam melalui buku anak-anak. Kemudian, dia mulai membaca Alquran dengan terjemahan Korea karena belum memahami bahasa Arab. Banyak hal yang membuatnya terpesona setelah mempelajari Islam, terutama setelah membaca Alquran. Kalam Ilahi berisikan pesan-pesan kedamaian yang sungguh menyentuh hati.

Setelah mempelajari beberapa hal mengenai Islam, Jaehan menemui sejumlah Muslim untuk bertukar pikiran seputar Islam. Di antara yang dia temui adalah imam masjid, mualaf korea yang kini menjadi ustaz, dan sahabat dari negara lain yang telah lama menganut Islam.

Dia mulai mempelajari mengenai kebiasaan dan kewajiban sebagai seorang Muslim. Jaehan pernah mewawancarai mualaf Kim Eun Soo atau Karam Kim untuk mendapatkan pemahaman apa yang harus dilakukan ketika menjadi mualaf dan pentingnya bersyahadat. Dia juga mempelajari bagaimana Muslim beradaptasi dengan budaya Korea yang sudah mengakar, seperti minum-minuman alkohol dan makan daging babi.

Jaehan bersyukur, dia tidak terlalu suka dengan tradisi itu. Karena itu, bukan hal yang sulit untuk menjauhi hal yang haram tersebut.

Orang yang juga diajak berdiskusi tentang Islam adalah ibunya, wanita yang melahirkan dan membesarkan Jaehan. Sang ibu sempat melihat konten Youtube Jaehan yang berbeda, berisikan konten tentang Islam. Sang ibu belum pernah berinteraksi dengan Islam.

Keluarga mereka selama ini hidup dalam tradisi Katolik. Kakek dan nenek mereka menganut Buddha. Praktis, Islam adalah agama yang baru mereka kenal. Mulanya, sang ibu mengkhawatirkan Islam akan mengarah kepada radikalisme.

Baca Juga: Model Seksi Felixia Yeap Jadi Mualaf karena Iklan Hijab

Tapi, setelah menyaksikan konten Youtube anaknya yang berisikan penjelasan tentang Islam, dia meyakini bahwa itu adalah agama yang benar. Dia pun mempersilakan Jaehan untuk memeluk Islam. Setelah itu, barulah dia memutuskan untuk bersyahadat beberapa waktu lalu. Ia meyakini hatinya bahwa Islam adalah pandangan hidupnya. Jaehan kemudian berkunjung ke masjid untuk pertama kalinya.

"Sangat indah, seseorang menyapa saya dan menjelaskan tentang Islam saat tiba di Masjid Itaewon. Saya berkunjung bersama teman Muslim, Dina, dan saya melaksanakan shalat untuk pertama kalinya di masjid,” kata Jaehan dikutip dari laman Republika.co.id.

"Saya sangat gugup, tetapi merasa damai dan menyembuhkan pikiran saya meski saya belum mengetahui shalat yang benar," jelas dia.

Usai melaksanakan shalat, dia merasakan sesuatu yang spesial dan tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Dia mulai memahami substansi Islam sebagai agama yang damai.

 

Comment

LEAVE A COMMENT