budaya berterima kasih
budaya terima kasih

Islam dan Budaya Berterima Kasih

Mengucapkan “Terima Kasih” merupakan ajaran untuk orang beriman. Kepada Allah berterima kasih karena Dia telah memberikan nikmat-Nya. Sementara kepada sesama manusia berterima kasih karena pemberiannya. Berterima kasih berarti mengerti adab dan memiliki sikap terpuji dalam pergaulan sosial.

Nabi mengingatkan, “Barang siapa yang tidak bersyukur kepada sesama manusia, dia tidak bersyukur kepada Allah”. (HR. Turmudzi)

Ungkapa syukur atau terima kasih kepada sesama manusia tentunya bebas dari sekat-sekat keagamaan, suku, ras maupun etnis. Sebab, siapapun yang menjadi sebab sampainya nikmat Allah kepada kita, sejatinya telah dipilih oleh Allah untuk menyampaikan nikmat tersebut.

Karenanya, sudah sepantasnya kita mengucapkan terima kasih kepada orang tersebut tanpa melihat dia siapa, apa agamanya dan seterusnya.

Dalam Sunan Abi Daud, “Siapa yang mendatangimu (dengan membawa) kebaikan, maka balaslah dengan sesuatu yang sepadan”. Musaddad dan Usman menambahkan, “Jika ternyata kalian tidak mampu, maka doakanlah dia, sehingga kamu mengetahui bahwa dirimu telah membalasnya dengan setimpal”.

Masih dalam kitab yang sama, Nabi bersabda, “Barang siapa diberi sesuatu dan memiliki benda lain yang sepadan, maka berikanlah. Jika tidak, maka pujilah orang yang memberikan tersebut, karena orang yang memuji si pemberi termasuk orang yang bersyukur, dan barang siapa yang tidak melakukannya maka dia termasuk orang yang kufur (terhadap nikmat Allah)”.

Dalam kitab Adabu al Dunya wa al Din dijelaskan, seseorang yang tidak sempat membalas kebaikan orang lain hendaklah menebus kealpaannya tersebut dengan berbuat baik. Kalau tidak, dia termasuk orang yang tercela.

Sudah jelas, Islam mengajarkan ucapan terima kasih. Setiap kebaikan, kehormatan atau kebersamaan sudah selayaknya diikuti oleh ucapan terima kasih.

Siapapun yang telah memberikan sesuatu kebaikan kepada kita, ucapkan kepadanya, “Alhamdulillah, terima kasih atas kebaikanmu”. Jika memiliki sesuatu yang sepadan berikan sebagai hadiah sebagai balasan kebaikannya. Jika tidak berdoalah, “Semoga Allah yang membalas semua kebaikanmu”.

Baca Juga:  Banyak Menjadi Muallaf karena Adzan, Ini Cerita Lain dari Jalaluddin Rumi

Terakhir, perlu diperhatikan ucapan terima kasih tidak dibatasi oleh sekat agama maupun sosial. Islam, sebagaimana hadits di atas, mengajarkan untuk berterima kasih kepada siapa saja, apapun agama dan golongannya. Budaya berterima kasih akan menimbulkan keakraban, keharmonisan, dan kedamaian.

Bagikan Artikel ini:

About Nurfati Maulida

Avatar of Nurfati Maulida

Check Also

qorun

Kisah Qarun: Simbol Oligarki Finansial dalam Al Qur’an

Terlalu sederhana, hanya menceritakan Qarun sebagai pengusaha tamak sampai lupa perintah zakat. Hampir tidak ada …

haman

Haman: Kisah Politikus Rakus pada Zaman Fir’aun yang Diceritakan Al-Quran

Sebuah bangsa dibangun dengan hati penyair, namun hancur di tangan politikus Dr. Muhammad Iqbal Haman …