suara perempuan
sifat perempuan

Perhatian Para Pemuda, Jangan Nikahi Perempuan yang Miliki 6 Sifat Jelek Ini

Menikah merupakan suatu ibadah sunnah, yang nabi SAW juga melakukannya. Menikah juga termasuk ibadah terlama tanpa jeda yang dilakukan oleh umat. Betapatidak, jika umumnya kita shalat fardhu hanya 5 menit lalu selesai dan menunggu waktu shalat berikutnya. Haji pun selesai tak sampai seminggu dikerjakan oleh umat Islam. Adapun menikah, itu ibadah yang akan mempengaruhi ibadah-ibadah yang lain dan ini diberlangsung tanpa jeda selama suami-istri ini bersatu.

Seperti contoh pahala bekerja orang yang sudah menikah pasti jauh lebih besar dibanding orang yang masih jomblo. Karena ia niatkan untuk menafkahi istri dan anaknya. Pasangan yang beromantis ria akan mendapatkan pahala. Sedangkan orang yang jomblo belum dapat pahala yang ini. Lalu mendidik anak dari pernikahan dengan istri tercinta pun mendapatkan pahala. Yang jomblo juga belum dapat pahala seperti ini.

Beberapa contoh lahirnya pahala-pahala yang terus mengalir sebab ibadah menikah ini akan dituai manakala hubungan suami-istri itu baik. Contoh di atas juga menegaskan kalimat hadist yang diriwayatkan oleh sahabat Anas bin Malik ra, bahwa Nabi saw bersabda,

“Ketika seorang hamba menikah, berarti dia telah menyempurnakan separuh agamanya (nishfu ad-din). Maka bertaqwalah kepada Allah pada separuh sisanya”

Mengingat sakral dan pentingnya sebuah pernikahan bagi pemuda, maka ia dituntut harus memilih perempuan yang baik untuk dinikahinya. Karena bersama perempuan baik yang jadi istrinya, kelak bahtera rumah tangga itu akan terus berlayar dengan baik pula. Oleh karenanya dalam memilih calon istri tak boleh main-main. Jangan melihat hanya sebatas kecantikan dan kekayaannya saja. Melainkan yang terpenting adalah melihat agama dan hatinya dari sifat dan perilakunya.

6 Sifat Perempuan yang Tak Boleh Dinikahi

Bagi para pemuda yang belum menikah padahal cukup umurnya untuk menikah, ada baiknya mulai sekarang, kalian tahu kriteri perempuan yang tak boleh dinikahi. Hal ini perlu dilakukan supaya kalian tak salah pilih dan menyesal kemudian. Nah, Menurut Imam Ghazali dalam Ihya Ulumuddin, menjelaskan, bahwa jangan nikahi perempuan yang memiliki 6 sifat di bawah ini:

Baca Juga:  Malapetaka Virus Corona dan Pentingnya Qunut Nazilah, Ini Tata Caranya

1) Al-Annanah, ialah perempuan yang suka mengeluh dan mengadu.

Jangan nikahi perempuan yang miliki sifat selalu mengeluh atau mengadu, bahkan dalam sepele ia pun mengeluh. Dapat diprediksi bahtera rumah tangganya akan sulit berlayar dengan damai. Sebab, seperti kita tahu bahwa suka mengeluh tak sekalipun mendatangkan manfaat sekecilpun dan jika itu dikeluhkan kepada suaminya terus menerus, hampir dipastikan si suami lama-lama juga akan jengkel.

 Adapun sering mengadu juga berakibat rusaknya hubungan baik dengan sesama, baik kerabat maupun sahabat. Apalagi jika si istri mengadu rumahtangganya dengan orang tua atau mertuanya.

2) al-Mananah, ialah perempuan yang suka mengungkit kebaikan dan jasanya.

Jangan nikahi perempuan yang miliki sifat selalu mengungkit apa yang ia sudah berikan kepada suaminya. Ini akan menyulitkan peran suami sebagai imam dalam keluarga. Pastinya si istri akan tak mau kalah jika ada dialog. Karena ia menganggap memiliki peran dan kontribusi lebih besar dibanding suaminya.

 Lebih-lebih bila secara ekonomi si istri memiliki latarbelakang ekonomi dan keluarga yang lebih mapan dari suami. Sudah dipastikan peran pemimpin keluarga bagi lelaki benar-benar sulit dijalani. Bahkan bisa juga bergeser. Karena setiap jasa dalam menjalankan roda rumah tangga sesungguhnya itu jerih payah bersama. Tak boleh ada ego yang mengatasnamakannya

3) al-Hananah, ialah perempuan yang suka menceritakan dan membanggakan orang di masa lalunya.

Jangan nikahi perempuan yang miliki sifat selalu membanggakan orang di masa lalunya. Hal ini menandakan ia sedang membandingkan suaminya sekarang dengan laki-laki lain sebelumnya. Bila ia janda, ia cenderung lebih membanggakan mantan suaminya. Pun bila ia belum pernah menikah, ia membanggakan ayahnya. Lebih parah lagi, bila ia diketahui pernah berpacaran dan ia membanggakan mantan pacarnya di depan suaminya. Perempuan yang miliki sifat ini tak memperhatikan hati sang suami. Dimungkinkan, lama-lama suami tak ridho dengan dirinya. Na’udzubillah.

Baca Juga:  4 Urgensi Menuntut Ilmu dalam al-Qur’an

4) al-Haddaqah, ialah perempuan yang mudah tergoda untuk membeli barang tertentu.

Jangan nikahi perempuan yang miliki sifat selalu konsumtif dan sangat boros. Menikahi perempuan jenis ini bisa tak bisa akan menguras isi dompet suami. Padahal mungkin ada hal lain yang lebih penting untuk dibayarkan.

Betapapun sang suami termasuk orang kaya, namun boros dan mubadzir tetaplah hal yang tak diperbolehkan dalam Islam. Banyak realita di masyarakat ini, gara-gara ingin menuruti kemauan istri, si suami rela melakukan apapun. Sekalipun harus terjerumus dalam jurang keharaman. Na’udzubillah.

5) al-Barraqah.

al-Barraqah memiliki dua pengertian menurut Imam Ghazali. Pertama, berarti perempuan yang suka berhias sepanjang hari. Akibatnya ia tak memanfaatkan waktunya untuk melakukan kewajiban sebagai seorang istri. Kedua, al-Barraqah diartikan perempuan yang tak mau makan dan lebih suka mengurung diri sendiri. Sederhananya, ia tergolong baperan. Memang terlalu baperan akan berakibat buruk terhadap emosional, mental dan tanggungjawabnya

6) asy-Syaddaqah, ia adalah perempuan yang suka nyinyir dan banyak bicara.

Jangan nikahi perempuan yang miliki tabiat gemar nyinyir. Nyinyirnya/komentarnya ini bukan komentar tergolong membangun/memperbaiki. Akan tetapi justru mencela dan sesungguhnya tak ada manfaatnya. Pemuda yang memiliki istri semacam ini, akan terus merasa bersalah dan hina didepan istrinya, karena tak ada baiknya. Ini nyinyiran di dalam rumah. Belum nyinyir kepada tetangga atau keluarga suaminya. Bisa keropos dan tenggelamlah bahtera rumah tangga yang sudah susah payah dilayarkan itu.

Terakhir, setelah tahu sifat-sifat buruk yang tak boleh dimiliki calon istri, seorang pemuda jangan lantas bersikap mempersulit diri dengan memilih calon istri yang sempurna. Yang demikian untung tak dapat diraih, malang tak dapat dihindari. Lama memilah dan memilih akhirnya lupa umur yang sudah semakin tua. Di sisi lain, ia sendiri pun tak mencoba berbenah diri agar semakin baik.

Baca Juga:  Kisah Rasulullah Terkena Sihir dan Dahsyatnya Dua Surat Penangkal Sihir

 Jikalau seorang memiliki pasangan yang mengindikasikan ia punya sifat-sifat di atas, maka ingatlah pesan dari Rasulullah SAW. Beliau bersabda: “Barangsiapa bersabar atas buruknya budi pekerti istrinya, Allah swt akan berikan pahala seperti pahala yang diberikan pada Nabi Ayyub as. Dan barangsiapa yang bersabar atas buruknya budi pekerti suaminya, maka Allah swt akan berikan pahala seperti pahala Aisyah istri Fir’aun”.

Bagikan Artikel ini:

About M. Alfiyan Dzulfikar

Avatar of M. Alfiyan Dzulfikar

Check Also

penyebab doa tidak terkabulkan

4 Penyebab Doa Tidak Terkabulkan Menurut Hadist Nabi Muhammad SAW

Doa itu termasuk salah satu ibadah yang sakral, namun unik. Sakralnya, dengan doa kita seakan …

mempelajari sejarah nabi

Faedah-Faedah Mempelajari Sejarah Nabi Muhammad SAW

Mempelajari sejarah adalah upaya untuk mengetahui apa saja yang ada pada waktu lampau tertentu. Misalnya …