Kaffah

Kritik Trilogi Tauhid Wahabi (2) : Membongkar Kebohongan Tauhid Rububiyah Wahabi

Tauhid

Sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya bahwa Tauhid Rububiyah merupakan pengakuan terhadap Allah swt sebagai maha pencipta segala hal, termasuk dalam menciptakan mudharat dan manfaat bagi makhluk. Menurut Salafi Wahabi, Tauhid Rububiyah ini diakui oleh seluruh umat beragama. Sebab itu, yang membedakan antara agama Islam dengan agama yang lain terletak pada Tauhid Uluhiyahnya. Namun apakah benar orang musyrik bertauhid Rububiyah, meyakini …

Read More »

Inilah Seni Mengkritik dalam Islam [2]: Kiat Rasulullah dalam Memberikan Kritik

prinsip kritik dalam islam

Kritik atau koreksi merupakan sejenis nasihat. Terkait hal ini, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Allah ridha terhadap kalian dalam tiga hal, (diantaranya) saling memberi nasihat dengan orang yang Allah beri jabatan untuk mengurus urusan kalian.” Hadis ini menjelaskan betapa kritik atau koreksi terhadap pemimpin atau suatu pemerintahan yang sedang berkuasa adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dibungkam. Sebab, kritik atau nasihat …

Read More »

Jejak Ulama Nusantara (3) : Mbah Maksum dan Rahasia Amalan Shalawat Nariyah

Mbah Maksum

Pada tulisan jejak ulama nusantara 1 dan 2, sudah banyak penulis ceritakan tentang perjuangan Mbah Maksum dan menuntut ilmu dan berusaha untuk mengajarkan ilmu yang sudah di dapat. Pesantren Al-Hidayat merupakan saksi kunci perjuangan Mbah Maksum. Dengan Pondok Pesantren Al-Hidayat pula inilah, sosok Mbah Maksum mampu menjadi magnet tersendiri yang mampu menyedot animo masyarakat untuk berbondong-bondong ingin belajar memperdalam agama …

Read More »

Inilah Seni Mengkritik dalam Islam [1]: Prinsip-prinsip Mengkritik

prinsip kritik dalam islam

Belakangan ini publik disibukkan dengan narasi liar yang mengatakan bahwa pemerintah saat ini anti kritik. Narasi ini kemudian dibumbui dengan sejumlah kasus yang kemudian ‘digoreng’ sedemikian rupa agar terlihat pemerintah ‘rajin’ mengkriminalisasi orang yang gemar mengkritik pemerintah. Tentu fenomena di atas tidak dapat dibiarkan begitu saja sehingga akan menimbulkan kegaduhan di masyarakat yang berujung pada disintegrasi sosial. Anehnya, banyak masyarakat …

Read More »

Kritik Trilogi Tauhid Wahabi (1) : Mengenal Tauhid Ala Salafi Wahabi

Tauhid

Salafi Wahabi dikenal membagi Tauhid menjadi tiga kategori. Ketiganya itu yaitu: 1.    Tauhid Rububiyah 2.    Tauhid Uluhiyah 3.    Tauhid Asma’ was Sifat Tauhid Rububiyah adalah berkeyakinan bahwa Allah swt sebagai Tuhan yang menciptakan, mengatur seluruh alam jagat raya ini, yang memberikan rizki kepada hamba-hambanya, mewujudkan, menghancurkan segala sesuatu dan yang memberi manfaat serta mudharat. Dalam fase ini, seluruh ummat manusia, …

Read More »

Orang Tua Sebagai Garda Terdepan Pencegahan Pernikahan Dini

pernikahan

Munculnya situs aisha wedding yang menawarkan jasa pernikahan sirri, pernikahan di bawah umur dan pernikahan poligami, mengundang pro dan kontra. Terlepas dari motif utama berdirinya aisha wedding yang disinyalir berbagai pihak sebagai kedok pedofili berbalut dalil dalil agama, pada kenyataannya ada juga pihak yang sepakat dengan ide dan konsep yang ditawarkan oleh wedding organizer (WO) ini. Melampaui pro -kontra yang …

Read More »

Beda Tafsir Khilafah Menurut Ahmadiyah dan Hizbut Tahrir [2]: HT (Masih) Berjuang Menegakkan Khilafah

khilafah bukan ajaran islam

Dalam pengantar Daulah Islamiyah, An-Nabhani memberikan penjelasan tegas bahwa generasi saat ini belum pernah menyaksikan Daulah Islam yang menerapkan Islam. Begitu pula generasi yang hidup pada akhir masa Daulah Islam (Daulah Utsmaniyah) yang berhasil diruntuhkan Barat. Mereka hanya dapat menyaksikan sisa-sisa negara tersebut dengan secuil sisa-sisa pemerintahan Islam. Karena itu, sulit sekali bagi seorang muslim untuk memperoleh gambaran utuh tentang …

Read More »

Jejak Ulama Nusantara (2) : Mbah Maksum, Ayam Jago dari Jawa

Mbah Maksum

Setelah selesai Jejak Ulama Nusantara (1) : Kisah Mbah Maksum dan Etnis Tionghoa, kali ini penulis akan menceritakan kisah lain dari Mbah Maksum yang luar biasa. Dalam kisah ini juga akan sedikit banyak menyangkut ulama besar dari Madura. Ya, pada kisah kali ini erat hubungannya dengan Simbah Kiai Kholil atau yang akrab dipanggil Syaikhona Kholil Bangkalan. Ulama besar yang digadang-gadang …

Read More »

Seputar Kontroversi Hadist tentang Puasa Sunnah Bulan Rajab

malam 27 rajab

Amalan di bulan Rajab masih menyisahkan perselisihan di sebagian masyarakat Indonesia, khususnya berkenaan dengan amalan puasa sunnah. Puasa sendiri adalah salah satu bentuk peribadatan yang telah ditetapkan menjadi upacara ibadah berbagai agama. Puasa diakui sebagai salah satu ibadah yang memiliki banyak manfaat, keutamaan, dan keajaiban yang luar biasa bagi siapapun yang menjalankannya. Puasa merupakan salah satu ibadah yang memiliki nilai …

Read More »

Memahami Hakikat Kafir (2) : Tak Ada Satu Dosa Pun yang Mengakibatkan Kufur

apa itu kafir

Fiqh sebagaimana, merupakan kumpulan-kumpulan hukum syar’i yang menyoroti terhadap setiap tindakan orang mukallaf dengan pendekatan ijtihadi. Makna ijtihadi di sini artinya memperoleh produk hukum ditetapkan berdasarkan jerih pemikiran individu dengan pendekatan dalil-dalil sebagai akibat ketidak jelasan makna dari nash-nash syar’i. Jelas, hasil yang diperoleh berdasarkan hasil ijtihadi akan berpotensi terjadinya perbedaan pendapat di kalangan ulama sendiri. Sebab itu Fiqh identik …

Read More »

Jejak Ulama Nusantara (1) : Kisah Mbah Maksum dan Etnis Tionghoa

Mbah Maksum

Saat membaca judul di atas, yang akan terbersit pertama kali adalah nama salah satu tokoh ulama nusantara yang fenomenal, yaitu Mbah Ali Maksum Krapyak. Usat punya usut, kedua tokoh ini, Mbah Maksum dan Mbah Ali Maksum memiliki hubungan biologis. Ya, Kiai Ali Maksum merupakan putra pertama dari hasil pernikahan Mbah Maksum dengan Nyai. Hj. Nuriyah binti KH Muhammad Zein Lasem, …

Read More »

Beda Tafsir Khilafah Menurut Ahmadiyah dan Hizbut Tahrir [1]: Ahmadiyah, Khilafah Sudah Berdiri

Ahmadiyah

Di kalangan Jemaat Ahmadiyah, khalifah memiliki posisi yang sangat sentral. Sehingga mereka memiliki ketaatan yang sangat tinggi terhadap apa-apa yang diperintahkan oleh khalifah. Bahkan menolak atau tidak menjalankan perintah khalifah, menurut simpatisan Ahmadiyah, merupakan sikap menyalahi ajaran yang diajarkan oleh Allah. Pemahaman seperti ini merupakan konsekuensi logis dari konsep khilafah Ahmadiyah yang menganggap bahwa perintah khalifah merupakan perintah Allah sehingga …

Read More »

Fikih Pangan (1) : Kriteria Makanan dalam Islam

Makanan Syubhat

Semua makhluk hidup pasti membutuhkan makan dan minum, tak terkecuali makhluk yang bernama manusia. Hal itu sudah menjadi kodrat alam yang sekaligus juga menjadi ciri-ciri makhluk hidup. Sebagai makhluk yang berakal, manusia tentu tidak akan mengkonsumsi benda-benda yang membahayakan atau bahkan mengancam kehidupannya. Berbeda dengan makhluk lain, terkadang apapun bisa dilahap asal dapat mengenyangkan perutnya, tak peduli apakah mengandung racun …

Read More »

Apakah Allah Memiliki Sifat Diam? (2): Akidah Aswaja Menafikan Sifat Sukut Pada Allah

Sifat Allah

Ahlussunnah wal Jama’ah (aswaja) yang mengikuti pendapat ahlul hadits, ahluttafsir dan ulama Fiqh sepakat bahwa Allah swt wajib memiliki sifat kalam, sebab itu aswaja menafikan sifat abkam (bisu), karena sifat abkam bertentangan dengan tabiat ketuhanan serta tidak sesuai dengan nash-bash al Qur’an  dan al Hadits. Aswaja juga sepakat bahwa kalam Allah swt adalah azalay (tanpa permulaan), serta kalam Allah swt …

Read More »

Menelisik Asal Muasal Berdirinya Ahl Al-Sunnah Wa Al-Jama’ah

aswaja

Pada awal mula Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah (aswaja) merupakan aliran kalam yang memiliki komitmen berpegang teguh pada hadits-hadits Nabi sebagai reaksi terhadap aliran Mu’tazilah yang kurang kuat berpegang teguh pada hadits Nabi, dan merupakan mayoritas kaum Muslimin (‘Ammah al-Muslimin). Aliran ini dibangun Abu Hasan al-Asy’ari dan Abu Mansur al-Maturidi. Kedua tokoh ini, terutama al-Asy’ari yang banyak mewarnai aliran ini mulai …

Read More »

Maqashidus Syariah Sebagai Nalar Ushuli dalam Sikap Moderasi (3): Tokoh-tokoh Maqashidus Syariah Beserta Karyanya

Kitab Fikih

Maqashidus syariah tidak murni muncul dari ide para ulama. Konsep ini telah dijelaskan oleh nushush al syari’ah (teks keagamaan) baik al Qur’an maupun hadis secara jelas. Para ulama hanya sebatas membakukannya dalam bentuk kaidah-kaidah supaya lebih mudah dipahami saja. Ada banyak ayat al Qur’an sebagai buktinya. “Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu” (QS. al Baqarah: 185). “Allah …

Read More »

Memahami Hakikat Kafir (1) : Definisi dan Sebab Kekafiran Menurut Ahlussunnah Wal Jama’ah

apa itu kafir

Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw pernah bersabda : إِذَا كَفَّرَ الرَّجُلُ أَخَاهُ فَقَدْ بَاءَ بِهَا أَحَدُهُمَا Artinya: “Apabila seseorang mengatakan kafir kepada saudaranya, maka sungguh-sungguh kekafiran itu kembali kepada salah satunya” (HR. Muslim) Hadits tersebut menunjukkan, bahwa Rasulullah saw sejak awal mewanti-wanti umatnya agar tidak gampang mengatakan kafir kepada seseorang. Sebab ungkapan kafir tersebut dapat berdampak buruk terhadap dirinya. Bahkan …

Read More »

Ihwal “Dâr al-Islâm” dan “Dâr al-Harb” : Dari Pemikiran Ulama Klasik Hingga Kontemporer

darul islam vs darul kufur

SEJAK awal munculnya Islam, umat Muslim telah mengenal istilah “dâr al-Islâm” (negeri Islam) dan “dâr al-kufr” (negeri kafir) atau “dâr al-harb” (negeri perang) untuk menunjukkan realitas historis yang berlaku di zaman mereka. Kemudian, pada fase berikutnya, para ahli fikih mulai melakukan ijtihad untuk menentukan kriteria-kriteria yang menjelaskan istilah-istilah tersebut, dan mayoritas dari mereka melihat bahwa “setiap negeri yang didominasi hukum …

Read More »

Apakah Allah Memiliki Sifat Diam? (1) : Salafi Wahabi Meyakini Allah Bersifat Sukut

Sifat Allah

Sudah ijma’ ummat Islam bahwa Allah swt memiliki sifat kalam karena sudah tercantum dalam beberapa firmannya, misal ayat 164 surat An Nisa’ yang berbunyi: وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَى تَكْلِيمًا Artinya: “Allah benar-benar berbicara kepada Musa” (QS. An Nisa’: 164) Yang kemudian terjadi perdebatan; Apakah firman Allah berupa suara dan huruf atau tidak ? Mayoritas ummat Islam sepakat Allah berfirman tanpa suara …

Read More »

Maqashidus Syariah sebagai Nalar Ushuli dalam Sikap Moderasi (2): Apakah Semua Hukum Ada Maqashidnya?

Kitab Fikih

Melanjutkan pembahasan tentang maqashidus syariah, pertanyaan yang perlu diajukan lebih dulu adalah apakah maqashid (maslahat) ada pada semua hukum? Ada dua istilah yang sering digunakan terkait pertanyaan di atas. Yaitu mu’allalah dan ghairu mu’allalah. Mu’allalah adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan bahwa semua hukum pasti memiliki sebab, tujuan, hikmah dan tujuan tertentu. Sedangkan ghairu mu’allalah adalah sebaliknya. Dua istilah tersebut …

Read More »

Melihat Sejarah dan Konsep Darul Islam dan Darul Kufur

darul islam vs darul kufur

Seseorang menyebut dengan berapi-api tentang darul Islam dan darul kafir, tetapi kadang tidak mengetahui latar belakang sejarah dan konsep yang sebenarnya. Konsep inipun diletakkan sebagai bagian dari doktrin Islam yang telah membagi wilayah dalam dua sisi dikotomik sepanjang masa. Sehingga nalarnya menjadi bingung ketika melihat bangunan negara-negara modern seperti saat ini yang sudah cukup beragam. Tidak sedikit kelompok yang melontarkan …

Read More »

Maqashidus Syariah sebagai Nalar Ushuli dalam Sikap Moderasi (1) : Memahami Pengertian Maqashidus Syariah

Kitab Fikih

Al Ghazali dan al Juwaini adalah dua ulama klasik yang sering menyinggung pembahasan maqashidus syariah meskipun hanya secara parsial dan tidak utuh. Dalam beberapa karyanya, mereka berdua membahas maqashidus syariah disela-sela pembahasan tema tertentu. Walaupun bahasannya tidak utuh, ini menandakan mereka berdua dalam pengambilan hukum fikih berorientasi pada maqashidus syariah. Berbeda dengan Al Ghazali dan Al Juwaini, Imam Syatibi lebih …

Read More »

Pemahaman Tentang Tangan Allah Swt (3) : Lemahnya Aqidah Salafi Wahabi Tentang Yad Allah

Allah

Sebagaimana sudah maklum, nash-nash mutasyabihat oleh Salafi Wahabi tidak boleh ditakwil dengan makna lain[1]. Bahkan jika memaksa dengan mentakwilnya, maka dianggap mengingkari terhadap ayat atau hadits tersebut. Abdul Aziz bin Bazz mengatakan: “Tidak boleh mentakwil sifat-sifat Allah dan memalingkannya dari makna dzahir yang layak bagi Allah, serta tidak boleh mentafwidnya, bahkan orang-orang yang melakukan demikian merupakan aqidahnya ahlul bid’ah”[2] Begitu …

Read More »

Pemahaman Tentang Tangan Allah Swt (2) : Pandangan Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah

Allah

Ahlussunnah wal Jama’ah tetap konsisten dengan aqidahnya bahwa Allah swt bersih dari sifat jismiyah yang merupakan sifat makhluk. Sebab itu manakala ada ayat al Qur’an atau hadits yang datang dengan lafadz yang mengandung makna jismiyah Ahlussunnah wal Jama’ah tetap menggunakan dua pendekatan yang diajarkan oleh ahlul hadits dan ahluttafsir dari kalangan sahabat, tabi’in dan tabi’ittabi’in. Begitu juga tentang sifat dzatiyah …

Read More »

Pemahaman Tentang Tangan Allah Swt (1) : Bukti Salafi Wahabi Meyakini Allah Swt Memiliki Tangan

Allah

Di dalam al Qur’an, Allah swt banyak menyebutkan tentang sifat dzatiyah (sifat yang menunjukkan dzat) yang memicu terjadinya perdebatan panjang. Sekalipun sejatinya, umat Islam sejak masa generasi salaf menolak sifat dzatiyah pada Allah swt. Di antara sifat dzatiyah yang banyak disebutkan oleh Allah swt dalam al Qur’an yaitu tentang yadnya. Diantaranya: يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ Artinya: “Yad Allah di atas …

Read More »