Kaffah

Agama (Bukan) untuk Membenci [2]: Bedakan Antara Pemahaman dan Kebenaran

tujuan agama

Jika ditelaah lebih dalam, sebenarnya tidak ada agama yang mengajarkan untuk membenci kelompok lain. Jika ternyata fakta menyebutkan bahwa ada beberapa aksi kekerasan dan tebar benih kebencian di tengah-tengah masyarakat, maka sejatinya itu merupakan fenomena kesalahan pemeluk agama tersebut dalam memahami sebuah ajaran-ajaran dalam agama. Lazimnya, ajaran-ajaran agama ini termaktub dalam sebuah teks. Dalam kajian hermeneutika, sebuah teks lahir dari …

Read More »

Akidah Aswaja tentang Sifat Allah (2) : Benarkah Sifat 20 Membatasi Sifat yang Lainnya?

sifat allah

Sudah maklum dalam ilmu Tauhid, sifat-sifat yang wajib bagi Allah swt ada dua puluh. Dalam doktrin Aswaja yang dua puluh ini dikerucutkan menjadi empat sebagaimana dijelaskan pada Bagian 1. Ini merupakan kesimpulan final dalam aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah. Akan tetapi kesimpulan ini menjadi masalah besar bagi madzhab Salafy Wahaby, hingga mereka mengkritik bahwa dua puluh sifat wajib bagi Allah swt …

Read More »

Mudah Teriak Jihad dan Label Mati Syahid, Mari Kembali Maknai Jihad yang Sebenarnya

jihad

Minggu-minggu ini kembali kita sebagai muslim dihadapkan kepada satu fenomena yang menyudutkan dan memposisikan kita sangat dilematis sebagai pemeluk agama yang konon berpredikat rahmatan lil alamin. Berbagai aksi terorisme dan kekerasan senantiasa disandarkan kepada Islam. Mulai dari pembunuhan di Sigi, Sulawesi Tengah yang mengatasnamakan Islam sampai adzan yang diganti bacaannya dengan “hayya ala al-Jihad”, Padahal itu semua belum tentu ada …

Read More »

Akidah Aswaja tentang Sifat Allah (1) : Mengenal Sifat-Sifat Wajib bagi Allah

sifat allah

Di antara kewajiban seorang muslim adalah mengetahui sifat-sifat wajib bagi Allah swt. Sifat wajib bagi Allah swt artinya sifat yang harus ada pada diri Allah swt sebagai Tuhan, bukan berarti bahwa Allah harus melakukan suatu hal sebagaimana dalam Fiqh. Karena menciptakan dan meniadakan suatu hal tidak wajib sama sekali bagi Allah swt. Dalam akidah Ahlussunah wal Jama’ah (aswaja) sifat yang …

Read More »

Hijrah Millenial (3) : Meneladani Semangat HOS Tjokroaminoto dalam Melawan Provokasi dan Perpecahan

hijrah milenial

Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari dan Muslim) Sebagian dari …

Read More »

Agama (Bukan) untuk Membenci [1]: Tiga Orientasi Agama

tujuan agama

Belakangan ini, cara beragama yang identik dengan sikap golongan khawarij ditengarai telah muncul secara terang-terangan di ruang publik, baik secara offline maupun online seperti di media sosial. Hal ini ditandai dengan mudahnya mengkafirkan orang lain yang berbeda pendapat. Kata kafir, musyrik, lonte, dan munafik menjadi gampang sekali ke luar dari mulut mereka, dialamatkan pada orang yang tidak sepemahaman meskipun memeluk …

Read More »

Hijrah Millenial (2) : Ketika Hijrah Hanya Bernilai Konten Media Sosial

hijrah milenial

Akhir-akhir ini kita sering menjumpai di beranda media sosial terkait dengan maraknya fenomena hijrah. Tak bisa dipungkiri memang, bahwa fenomena hijrah ini sudah terjadi tren di masyarakat Indonesia. Dan tentu saja, fenomena ini merupakan kabar gembira bagi masyarakat muslim. Sebab dengan berbondong-bondongnya masyarakat yang mulai memeluk Agama Islam, akan semakin mempertegas bahwa Islam merupakan agama yang Rahmatal lil Alamin. Tren …

Read More »

Hijrah Millenial (1) : Menyoal Ekspresi Keberislaman di Era Digital

hijrah milenial

Masa muda sangat dekat dengan masa transisi, mengekspresikan diri, dan mencari eksistensi. Tiga hal tersebut akan melahirkan nilai yang diwariskan oleh para pemuda untuk generasi setelahnya. Dalam hal prinsipal atau bersosial, nilai-nilai tersebut terkontrol oleh agama yang bersifat meberikan aturan sekaligus arahan. Dari masa ke masa, agama tentunya telah mengalami perkembangan yang didominasi oleh industi dan teknologi. Dalam hal tersebut, …

Read More »

Jika Salah Memahami Konsep Khilafah

arti khalifah dan khilafah

Dewasa ini banyak kalangan—bahkan yang notabene telah menempuh pendidikan tinggi—yang gagal atau kurang tepat dalam memaknai pengertian konsep khalifah dan khilafah. Tentu saja akibatnya sangat fatal. Misalnya, orang yang memahami konsep khilafah merupakan sistem yang baku dalam Islam dan satu-satunya sistem yang diridloi Allah itu karena mereka belum kaffah mengartikan konsep khilafah dalam Alquran. Khilafah atau kepemimpinan yang dikonsepsikan oleh …

Read More »

Kritik Pemikiran Muhammad Bin Jamil Zainu (3): Benarkah Perayaan Maulid Banyak Mudharatnya karena Ikhtilat?

maulid nabi

Di antara alasan Muhammad bin Jamil Zainu mengharamkan perayaan Maulid Nabi saw adalah karena acara Maulid Nabi saw mengandung banyak kemungkaran dan kemudharatan. Di antara kemungkaran tersebut yaitu adanya ikhtilat (percampuran) laki-laki dengan wanita yang bukan mahromnya. Yang maksud dengan ikhtilat adalah perkumpulan sesuatu dengan sesuatu yang lain, baik sejenis atau pun tidak, sesesama laki-laki atau bersama wanita. Apakah perkumpulan …

Read More »

Kritik Pemikiran Muhammad Bin Jamil Zainu (2) : Apakah Merayakan Maulid Nabi Menyerupai Perayaan Natal?

maulid nabi

Setelah Muhammad bin Jamil Zainu menganggap perayaan Maulid Nabi saw tidak memiliki dalil, kemudian ia juga mengatakan kalau perayaan Maulid Nabi saw menyerupai perayaan Natal milik agama Nashrani. Muhammad bin Jamil Zainu menganggap ummat Islam yang merayakan Maulid Nabi saw meniru-niru (tasyabbuh) tradisi kafir Nashrani. Padahal meniru-niru tradisi orang kafir hukumnya haram sebagaimana ditegaskan oleh Nabi saw: مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ …

Read More »

Kritik Pemikiran Muhammad Bin Jamil Zainu (1) : Benarkah Perayaan Maulid Nabi Tidak Memiliki Dasar Hukum?

maulid nabi

Muhammad bin Jamil Zainu dikenal sebagai Wahabisme Ekstimisme yang kerap kali membid’ahkan amaliyah yang tidak cocok dengan aqidahnya. Bahkan tidak jarang sampai mencap kafir terhadap pelaku-pelakunya. Dalam bukunya Minhaj al Firqah al Najiyah wa al Thaifah al Manshurah ia menulis beberapa kritikan terhadap amaliyah Ahlussunnah wal Jama’ah yang sudah biasa dilakukan oleh umat Islam beberapa abad sebelum aliran Wahabi lahir. …

Read More »

Menemukan Nalar Adil pada Negara Demokratis

image 2020 10 15 132732

انُفش يخهىق عجيت, لد جأير ثبنضىء, نكُهب لاجطًئٍ ولا جضعد إلا ثبلله “Nafsu adalah mahluk yang unik, kadang ia mengajak kepada keburukan, tetapi sejatinya ia tidak akan senang dan bahagia kecuali bersama Allah” (Syaikh Ali Jum’ah) Seringkali terlintas istilah “keadilan”, secara terminologis berarti bermakna terbebas dari diskriminasi, ketidakjujuran, keberpihakan dan lain sebagainya. Keadilan relevansinya ketika yang menjalankan sesuai dengan pedoman …

Read More »

Fikih Buruh : Perspektif Islam tentang Hukum Perburuhan dan Janji Khilafah sebagai Solusi UU Cipta Kerja

fikih buruh

Pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja oleh DPR telah memantik demonstrasi di berbagai daerah. Banyak sekali pihak yang tidak menolak terhadap UU yang salah satunya mengatur seputar hukum perburuhan atau ketenagakerjaan tersebut. Di saat berbagai pihak menggelar aksi dan menyatakan ketidaksepakatannya, ada satu kanal yang dengan cerdas menawarkan solusi. Ya, Khilafah. Melalui berbagai akun dan website kelompok ini menawarkan obat …

Read More »

Bahaya Teori Takwil Bittasybih Wahabi

bantahan wahabi

Sejak zaman Salaf, umat Islam memahami ayat atau hadits mutasyabihat menggunakan dua pendekatan; 1) Tafwid dan 2) Takwil. Yang dimaksud dengan Tafwid adalah menyerahkan segala makna dan maksudnya kepada Allah swt tanpa memberikan komentar apapun terhadap ayat atau hadits tersebut, namun tetap meyakini dan beriman terhadap apa yang termaktub dari lafadz tersebut. Contoh pada ayat 5 Surat Thaha: اَلرَّحْمٰنُ عَلَى …

Read More »

Sufisme dalam Belantara Kehidupan di Era Modern

sufi nusantara

Dalam suasana kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini, masalah hakikat manusia dan kehidupan semakin santer dibahas. Masalah ini memang cukup penting, karena ia merupakan titik tolak dalam memberikan batasan menyangkut fungsi manusia dalam kehidupan ini. Dari hasil pembatasan itu, kemudian di susun prinsip-prinsip dasar meyangkut segala aspek kehidupan manusia yang multi dimensional, baik menyangkut tatanan politik, sistem ekonomi, sosial, …

Read More »

Kekeliruan dalam Memahami Ungkapan “Ana al-Haq” Al-Hallaj

al hallaj

Abad ketiga hijriyah merupakan abad yang paling monumental dalam sejarah teologi dan tasawuf. Lantaran, pada abad itu cahaya Sufi benar-benar bersinar terang. Para Sufi seperti Sari as-Saqathy, Al-Harits al-Muhasiby, Ma’ruf al-Karkhy, Abul Qasim al-Junaid al-Baghdady, Sahl bin Abdullah at-Tustary, Ibrahim al-Khawwash, Al-Husain bin Manshur al-Hallaj, Abu Bakr asy-Syibly dan ratusan Sufi lainya. Di tengah pergolakan intelektual, filsafat, politik dan peradaban …

Read More »

Ragam Makna dan Bentuk Kata Khalifah dan Khilafah

arti khalifah dan khilafah

Diskursus khalifah dan khilafah semakin tajam karena diiringi dengan semakin geliatnya aktivitas atau kelompok pengusung khilafah di ruang-ruang publik. Orang awam yang tadinya asing dengan kedua istilah tersebut, kini mereka pelan-pelan mulai mencari-cari tentang dua istilah tersebut melalui berbagai sumber. Secara historis, istilah khilafah bisa dilacak pasca Rasulullah Saw wafat. Pada waktu itu, muncul berbagai persoalan di kalangan umat Islam, …

Read More »

Benarkah Sistem Pemerintahan Indonesia Sesuai Syari’at Islam? (Bagian Akhir)

NKRI bersyariah

Dengan mempertimbangkan secara seksama paparan al-Ghazali dan al-Baidlawi dalam tulisan sebelumnya, maka mengganti sistem pemerintahan yang ada, tidak diperbolehkan menurut syara’ dengan pertimbangan besarnya ongkos sosial, politik, ekonomi, dan keamanan yang harus dibayar dan ditanggung oleh pemerintah dan masyarakat. Dalam pandangan Ibnu Nujaim, menghindari mudharat lebih utama dari pada menerapkan kebaikan. دَرْءُ الْمَفَاسِدِ أَوْلَى مِنْ جَلْبِ الْمَصَالِحِ Upaya menghindari terjadinya …

Read More »

Benarkah Sistem Pemerintahan Indonesia Sesuai Syari’at Islam? (Bagian 2)

NKRI bersyariah

Sebelumnya telah dijelaskan argument kesesuaian negara dan sistem Indonesia dengan syariat Islam. Pada bagian ini, penulis ingin mengelaborasi argument kenapa menegakkan negara agama dalam berbagai sebutan negara Islam, khilafah atau pun lainnya merupakan mudharat di Indonesia. Setidaknya ada beberapa argument kepada reformulasi sistem Pemerintahan Indonesia baru seperti khilafah terbantahkan oleh dalil-dalil berikut ini: Pertama, khilafah tidak memiliki akar dalil syar’i …

Read More »

Benarkah Sistem Pemerintahan Indonesia Sesuai Syari’at Islam? (Bagian 1)

NKRI bersyariah

Ada pertanyaan yang tak kunjung selesai dibisikkan dalam ruang-ruang kecil, betulkah Indonesia sudah sesuai syariat Islam? Kenapa ini tidak kunjung selesai karena masih ada kelompok kecil yang mencoba menawarkan obat syariat Islam untuk Indonesia. Pertanyaannya, apakah Indonesia sistem kafir, sehingga tidak sesuai syariat Islam? Pertanyaan ini selalu dan selalu muncul bagi mereka yang masih belajar atau mempunyai semangat tinggi yang …

Read More »

Jejak Khilafah dan Islamisasi Walisongo di Nusantara (Bagian 2)

walisongo

Istilah jejak Khilafah, yang dipopulerkan oleh eks HTI, sebetulnya sangatlah tidak jelas, baik secara definitf ataupun aplikatif dalam konsep politik Islam ataupun kajian khazanah keislaman di Nusantara. Istilah jejak ini adalah bagian dari cara para pengusung khilafah untuk mencoba mencari legalitas pembenaran khilafah di Nusantara. Alih-alih memperhitungkan fakta-fakta sejarah, jejak khilafah lebih pada bahasa propaganda. Salah satu cara pandang yang …

Read More »