sman banguntapan bantul
sman banguntapan bantul

Kemendikbud Temukan Bukti CCTV Rekam Adegan 3 Guru Paksa Siswi SMAN di Bantul Pakai Hijab

Solo – Kasus dugaan pemaksaan berjilbab yang dialami oleh siswi SMAN 1 Banguntapan, Bantul, Yogyakarta menemui babak baru, berdasarkan hasil investigasi, Inspektorat Jendral Kemendikbud menemukan bukti adanya unsur pemaksaan siswi untuk berhijab di SMAN 1 Banguntapan Bantul.
“Iya (ada pemaksaan pemakaian hijab) yang dilakukan yang menimbulkan rasa tidak nyaman karena itu yang menyebabkan anak tersebut curhat dengan ibunya mengenai hal itu,” kata Inspektur Jenderal Kemendikbudristek Chatarina Muliana Girsang ditemui di kantor ORI DIY, seperti dilansir dari laman detik.com Jumat (5/8).

Menurut Chatarina, pemaksaan tidak harus ada kekerasan secara fisik, namun bisa saja kekerasan secara psikis. Dalam kasus ini siswi yang dipaksa berhijab itu telah menunjukkan indikasi tidak nyaman dan tertekan.

“Jadi memang dari bukti kami yang ada bahwa yang disebut memaksa itu kan tidak harus anak itu dilukai atau mendapatkan kekerasan fisik tetapi yang secara psikis menimbulkan rasa tidak nyaman itu juga menjadi dasar adanya suatu bentuk kekerasan,” ujarnya.

Bukti Rekaman CCTV Ditunjukkan
Inspektorat Jendral Kemendikbud kemudian mengadakan pertemuan dengan ORI perwakilan DIY untuk membahas soal pemaksaan penggunaan hijab terhadap salah satu siswi SMAN 1 Banguntapan. Dalam pertemuan itu, tim Irjen Kemenbudristek menunjukkan rekaman CCTV saat siswi tersebut dipasangkan hijab.

“Sempat kita melihat (rekaman) CCTV-nya. Ditunjukkan (oleh Irjen Kemendikbud). Tadi kita lihat pas pemasangannya (hijab),” kata Kepala ORI perwakilan DIY Budhi Masturi ditemui di kantornya, Jumat (5/8).

Menurut Budhi, rekaman CCTV itu lah yang oleh Kemendikbud menjadi dasar adanya pemaksaan siswi berhijab. Dari rekaman itu, kata Budhi, tim Irjen Kemendikbud melihat bagaimana bahasa tubuh si anak saat berhadapan dengan 3 orang dewasa kemudian dipasangi hijab.

Baca Juga:  Dianggap Tidak Sejalan Dengan Nilai-Nilai Prancis, Kampanye Kebebasan Jilbab Dilarang

“Tim Irjen sudah ke sekolah dan mereka sudah melihat CCTV-nya, hasil videonya dan menceritakan mendiskripsikan ya memang menurut mereka (Kemendikbud) itu paksaan. Itu ada unsur paksaan,” ujarnya.

Jadi Bukti Pelengkap
Kendati ada rekaman CCTV yang disampaikan oleh Kemendikbud, ORI DIY belum pada kesimpulan. Rekaman CCTV itu, lanjut Budhi menjadi pelengkap untuk mengambil kesimpulan ada atau tidaknya paksaan berhijab.
“Ombudsman masih akan menyimpulkan, tapi CCTV atau cerita yang disampaikan oleh Irjen tadi menambah evident kami untuk menyimpulkan ada atau tidak adanya terjadi atau tidak terjadinya pemaksaan,” tegasnya.

“Menurut mereka (Irjen) itu sudah memenuhi kriteria terjadi pemaksaan. Kalau Ombudsman itu menjadi pelengkap kami untuk menyimpulkan ada (atau) tidaknya pemaksaan,” sambungnya.

Budhi melanjutkan, ORI baru akan menyampaikan kesimpulan dan rekomendasi ke Disdikpora baru akan disampaikan minggu depan.

“Kemarin Disdik koordinasi dengan kita. Koordinasi intinya ORI kapan rekomendasinya. Untuk itu kami kira-kira minggu depan kita selesaikan. Selasa atau Rabu,” pungkasnya.

 

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Kepala BNPT di UIN Serang

Perguruan Tinggi Islam Berperan Penting Sebarkan Moderasi Beragama Kepada Mahasiswa

Serang – Perguruan Tinggi Islam berperan penting dalam menyebarkan moderasi beragama kepada para mahasiswa. Hal …

menko polhukam mahfud md memberikan keterangan kepada wartawan terkait

Buka Kongres IPNU dan IPPNU, Menko Mahfud MD: Minta Jaga Wasthiyah Islam

JAKARTA – Islam wasathiyah (moderat) menjadi salah satu jalan untuk menjaga kebersamaan setiap elemen bangsa, …