Nama Asyura
Nama Asyura

Kenapa Dinamakan ‘Asyura, Ini Jawabannya

Hari ‘Asyura atau yauma ‘Asyuro adalah hari kesepuluh bulan Muharram. Dalam bulan Muharram ada istilah yaumul ‘Asyri (hari sepuluh). Dan ada pula istilah yaumul ‘Aasyir (hari kesepuluh). Dua kalimat tersebut walaupun mirip bahkan berasal dari akar kata yang sama, namun mempunyai maksud dan pengertian yang berbeda.

Yaumul ‘Asyri mempunyai artinya hari sepuluh, yaitu maksudnya hari yang bertepatan dengan tanggal 1 Muharram sampai tanggal 10 Muharram. Sedangkan yaumul Aasyir artinya hari kesepuluh yaitu tanggal 10 bulan Muharam atau yang biasa dikenal dengan nama hari Asyura.

Dinamakan yaumul ‘Asyura karena bertepatan dengan tanggal 10 bulan Muharram. Tetapi sebenarnya sepuluh bahasa arabnya adalah asyrun. Ada pendapat yang mengatakan kenapa dinamakan yaumul ‘Asyura, karena pada hari kesepuluh bulan Muharram, Allah telah memuliakan 10 orang nabi dengan 10 keistimewaannya yaitu

  1. Allah menerima taubatnya nabi Adam AS
  2. Allah mengangkat nabi Idris AS ke tempat yang mulia
  3. Allah menyelamatkan nabi Nuh AS ketika terjadi banjir Taufan
  4. Allah menyelamatkan nabi Ibrahim AS dari api pembakaran raja Namrud dan sekaligus menjadikannya Khalilullah (kekasih Allah). Menurut sebagian pendapat, pada hari ‘Asyura pula nabi Ibrahim dilahirkan
  5. Allah menerima taubatnya nabi Daud AS
  6. Allah mengangkat nabi Isa AS ke langit
  7. Allah menyelamatkan nabi Musa AS dari raja Firaun dan pada hari ‘Asyura juga raja Firaun ditenggelamkan Allah di laut merah
  8. Allah Allah menyelamatkan (mengeluarkan) nabi Yunus AS dari perut ikan
  9. Allah mengembalikan kerajaan pada nabi Sulaiman AS
  10. Allah memberikan jaminan pengampunan pada nabi Muhammad SAW baik yang sudah terjadi maupun yang belum terjadi.

Ada pula sebagian ulama berpendapat lain, kenapa dinamakan ‘Asyura, karena menjadi keistimewaan yang kesepuluh dari sepuluh keistimewaan yang diberikan Allah kepada umat nabi Muhammad. Sepuluh keistimewaan yang diberikan Allah pada umat nabi Muhammad tersebut adalah

  1. Bulan Rajab,
Baca Juga:  Cerita Kegigihan dan Persaudaraan Sejati Di Balik Perang Yarmuk

Bulan Rajab merupakan satu dari bulan bulan yang amat istimewa. Keutamaan bulan Rajab dibanding bulan yang lain adalah bagaikan keutamaan umat Muhammad dibanding umat yang lain.

  • Bulan Sya’ban,

Amal baik yang dikerjakan pada bulan Sya’ban nilainya akan dilipatgandakan. Keutamaan bulan Sya’ban dibanding bulan yang lain bagaikan keutamaan nabi Muhammad dibanding keutamaannya nabi-nabi yang lain

  • Bulan Ramadan

Ramadhan merupakan bulan yang sangat istimewa (sekalipun tidak termasuk asyhurul hurum) sehingga keistimewaannya jika dibandingkan dengan bulan-bulan yang lain bagaikan Allah dengan makhlukNya.

  • Lailatul Qadar

Amal ibadah yang dikerjakan bertepatan dengan Lailatul Qadar nilainya lebih utama dibanding ibadah 1000 bulan

  • Hari Idul Fitri

Setiap orang yang telah mengerjakan puasa di bulan Ramadan maka pada hari tersebut Allah kembalikan orang itu dalam keadaan suci dan bersih dari dosa bagaikan anak yang baru dilahirkan

  • Ayyamul ‘Asyr atau hari sepuluh

Maksudnya yaitu hari pertama bulan Muharram sampai dengan hari kesepuluh merupakan hari yang sangat istimewa

  • Hari Arafah

Maksudnya yaitu tanggal 9 Dzulhijah. Dalam hadist riwayat Muslim disebutkan bahwa berpuasa pada hari Arafah itu dapat menghapus dosa-dosa kecil selama 2 tahun yaitu 1 tahun sebelumnya dan 1 tahun yang akan datang.

  • Hari raya Idul Adha

Rasulullah bersabda: “tiada amal anak Adam di hari Nahr (Idul adha) yang lebih dicintai Allah dari pada mengalirkan darah qurban. Sesungguhnya binatang kurban pada hari kiamat akan datang lengkap dengan tanduk, bulu dan telapak kakinya. Dan sesungguhnya pahalanya sudah diterima di sisi Allah sebelum darah itu jatuh ke atas bumi. Maka berlapang dadalah kamu untuk berkurban.

  • Hari Jumat

Disebut juga dengan sayyidul ayyam atau hari yang paling utama. Maksudnya hari yang paling istimewa dalam satu minggu yaitu hari yang banyak mengandung pahala. Sehingga amal kebajikan yang dilakukan pada hari Jumat nilainya dilipatgandakan sepuluh kali dibanding hari lainnya. Dan di hari Jumat pula terdapat sa’atul ijabah yaitu waktu dimana doa yang dipanjatkan jika bertepatan dengan waktu tersebut maka akan dikabulkan oleh Allah.

  • Yaumul ‘Asyura

Hari kesepuluh dalam bulan Muharram merupakan hari yang bersejarah dan memiliki keutamaan. Pada malam dan hari ‘Asyura banyak Amaliah dan Fadilah yang bisa kita kerjakan. Salah satu dari keistimewaan hari Asyura adalah barangsiapa mengerjakan puasa pada hari tersebut maka dosa kecil yang selama setahun yang telah lewat akan diampuni oleh Allah

Baca Juga:  Tata Cara Berhubungan Suami-Istri dalam Islam

Dalam kitab Tanbihul Ghofilin diriwayatkan sebuah hadis yang menjelaskan tentang peristiwa yang terjadi pada hari ‘Asyura. Para sahabat bertanya kepada Rasulullah, “sesungguhnya Allah telah mengutamakan hari Asyura dibanding hari-hari yang lain”, Rasulullah menjawab “Ya, Allah menciptakan langit dan bumi di hari ‘Asyura, menciptakan gunung dan lautan di hari ‘Asyura, menciptakan al-Lauh dan al-Qolam di hari ‘Asyura, menciptakan Adam dan hawa di hari ‘Asyura, menciptakan surga dan memasukkan Adam ke dalamnya di hari Asyura, nabi Ibrahim lahir dan selamat dari api (pembakaran raja Namrud) di hari ‘Asyura, perintah menyembelih anaknya (nabi Ismail) di hari ‘Asyura, Allah menenggelamkan raja Firaun di hari Asyura, Allah menghilangkan bau (penyakit) nabi ‘Ayub di hari ‘Asyura, Allah menerima taubatnya nabi Adam di hari Asyura, Allah mengampuni dosanya nabi Daud, Allah mengembalikan kerajaan kepada nabi Sulaiman di hari Asyura, nabi Isa dilahirkan di hari ‘Asyura, mengangkat nabi Idris dan nabi Isa (kelangit) di hari ‘Asyura dan bahkan hari kiamat akan terjadi di hari Asyura.”

Oleh sebab itu, wajar apabila hari Asyura mempunyai nilai keutamaan yang sangat tinggi dan berlipatganda. Bahkan sebagian kalangan menganggapnya sebagai hari yang bertuah (berkah) sehingga banyak ritual atau amalan ibadah yang dilakukan pada malam atau hari ‘Asyura.

Bagikan Artikel

About M. Alfiyan Dzulfikar

Avatar