Wukuf Arafah
Wukuf Arafah

Hari Arafah adalah hari yang begitu dielu-elukan oleh setiap muslim, utamanya yng tengah menunaikan ibadah haji. Karena hari Arafah petanda berakhirnya ibadah dan akan segera bersua kembali dengan sanak kerabat. Selain juga Arafah adalah pamungkas dan sejatinya haji. Sesuai dengan sabda Nabi,” al hajju ‘Arafatu” bahwa haji itu sesungguhnya adalah Arafah.

Hari arafah adalah hari kesembilan di Bulan dzulhijjah. Banyak versi yang melatarbelakangi mengapa hari itu, 9 dzulhijjah disebut atau dinamai hari arafah.

Versi pertama, Malaikat Jibril saat rampung ajarkan prosesi ibadah haji (manasik haji) kepada Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad persisnya, di padang ‘arafah. Malaikat Jibril bertanya kepada Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad, tentu di masa yang berbeda. Pertanyaannya adalah “’arafta (terjemah:Apakah kamu paham?)Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad menjawab “ya” semenjak itulah tempat itu di namai ‘Arafah.

Versi kedua, Nabi Adam dan Siti Hawwa’, Istrinya, setelah sekian lama berpisah ketika diturunkan dari sorga (baca: Adam-Hawa) karena godaan kecil Iblis, akhirnya bertemu kembali di Padang ‘Arafah, tepatnya di Jabal Rahmah (Gunung asmara) diarea ‘Arafah.

Versi ketiga, karena semua jamaah ahji pada prosesi wuquf di ‘arafah tanggal 9 dzulhijjah merupakan suasana khidmat untuk I’tiraf/’arafah (mengakui segala dosa dosa mereka ).

Versi keempat, karena pada hari itu Allah ber’arafah, memperkenalkan diri sebagai Tuhan yang maha rahmah dan maha pengampun. Dengan artian, Allah akan memberikan rahmat dan ampunannya kepada mereka yang sedang wuquf di ‘arafah atau mereka yang berpuasa di tanggal 9 dzulhijjah.

حدثنا عبد السلام بن عاصم قال : ثنا إسحاق بن سليمان قال : حدثنا سلمة بن بخت ، عن عكرمة ، عن ابن عباس رضي الله عنهما قال : « يوم المباهاة يوم عرفة ، يباهي الله تبارك وتعالى ملائكته في السماء بأهل الأرض يقول : عبادي جاءوني شعثا غبرا ، صدقوا بكتابي ولم يروني ؛ لأعتقنهم من النار . قال : وهو يوم الحج الأكبر

Dari Ibnu ‘Abbas ra. Hari penyematan anugerah adalah hari arafah. Allah membanggakan Penduduk Bumi kepada Para malaikat Langit seraya Allah berkata:” Mereka mendatangiku dengan debu peluh keringat yang mendekil, mereka membenarkan Kitab-ku walau mereka tak pernah melihat-ku. Sungguh Aku akan membebaskan dari amuk siksa api Neraka. Nabi bersabda: Arafah adalah haji akbar. Akhbaru Makkah karya Alfakihi, 7/294

Syahdan, Allah sangat menghargai seseorang yang melakukan kebaikan berupa Puasa di Hari Arafah.

حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ سِنَانٍ الطَّيَالِسِيُّ ، نا مُحَمَّدُ بْنُ عِمْرَانَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى ، حَدَّثَنِي أَبِي ، حَدَّثَنِي ابْنُ أَبِي ليلى ، عن عطية ، عَنْ أَبِي الْخَلِيلِ ، عَنْ أَبِي قَتَادَةَ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؛ قال -: « صَوْمُ عَاشُورَاءَ كَفَّارَةُ سَنَةٍ ، وَصَوْمُ عَرَفَةَ كَفَّارَةُ سَنَتَيْنِ ؛ مَاضِيَةٍ وَمُسْتَقْبَلَةٍ

puasa ‘Asyura bisa menebus dosa satu tahun. Sementara puasa ‘Arafah bisa mebebus dosa selama dua tahun, satu tahun yang telah berlalu dan satu tahun yang akan datang. Alainuri Al-Maliki, juz 7, hal 269

sebagai seorang mukmin sejati, tentu akan senantiasa merasa haus akan pahala. Maka ia tentu tyidak akan menelantarkan Hari Arafah tanpa dipungut pahalanya. Saudaraku, yuk, kita ambil bagian dalam Hari Arafah. Untuk mengimbangi orang orang yang wukuf di Arafah, maka yang tidak wukuf di Arafah diberikan ibadah lain yaitu ibadah puasa sunnah Hari Arafah.