India muslim hindu bentrok
India muslim hindu bentrok

Kerusuhan Hindu-Islam Pecah di India, 17 Orang Tewas

New Delhi – Bentrokan antara umat Hindu dan Muslim di terjadi di wilayah timur New Delhi, Selasa (25/2/2020). Akibatnya, 17 orang dilaporkan tewas dan 150 lainnya luka-luka.

Bentrokan itu bermula dari demonstrasi kecil menentang Undang-Undang )UU) Kewarganegaraan yang mendikreditkan umat Muslim. UU kontroversial itu mengizinkan India memberi status kewarganegaraan terhadap imigran yang menerima persekusi di negara asalnya seperti Bangladesh, Pakistan, dan Afghanistan. Namun, UU itu hanya berlaku bagi imigran pemeluk agama Hindu, Kristen, dan agama minoritas lainnya selain Muslim.

Unjuk rasa itu meluas dan menjadi rusuh setelah umat Hindu dan umat Muslim saling melempar batu. Bahkan, beberapa orang yang terlibat dalam kerusuhan dilaporkan membawa pedang dan senjata lainnya.

Media lokal melaporkan aparat kepolisian sampai menembakkan gas air mata untuk membubarkan para perusuh.

“Sekarang saya dapat mengonfirmasi 13 kematian. Setidaknya 150 orang telah dibawa ke rumah sakit ini dengan luka dan cedera lainnya,” kata pejabat Rumah Sakit Guru Teg Bahadur, Rajesh Kalra, dikutip dari AFP.

Rajesh memaparkan belasan orang dari ratusan yang terlibat bentrokan berada dalam kondisi kritis. Ia bahkan mengatakan bahwa beberapa orang mengalami luka tembak.

Seorang polisi senior, Alok Kumar, menuturkan para pedemo bahkan tak segan menyerang aparat. Stasiun televisi India, PTI, melaporkan satu petugas terluka dan lima truk pemadam juga ikut rusak akibat bentrokan itu.

Media penyiaran NDTV juga menuturkan tiga wartawan dan seorang juru kamera ikut diserang massa dalam kerusuhan itu.

“Nyaris tidak ada kehadiran aparat kepolisian di daerah itu. Para perusuh berlarian mengancam orang-orang dan merusak toko-toko,” kata seorang saksi mata di distrik Maujpur.

Kerusuhan ini terjadi bertepatan dengan kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke India.  Selain membahas kerja sama bilateral terutama dalam bidang ekonomi, seorang pejabat senior AS mengatakan bahwa Trump juga akan mengangkat kekhawatiran Washington terkait kebebasan beragama di India, negara berpenduduk mayoritas Hindu.

Baca Juga:  Kemenhub Pastikan Tak Ada Larangan Mudik Jelang Idul Adha 1441 Hijriah

Undang-Undang Kewarganegaraan India yang baru pun menjadi salah satu perhatian AS, lantaran dinilai banyak pihak beleid itu mendiskriminasi umat Muslim.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Upacara peringatan HUT ke RI di Ponpes Ngruki

Ingin Hapus Stigma Radikal, Ponpes Ngruki Gelar Upacara HUT ke-77 RI

Solo – Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki Sukoharjo akan menggelar upacara peringatan HUT RI, besok. Hal …

ustaz abu bakar baasyir mengikuti upacara hut ke ri di ponpes ngruki

77 Tahun Indonesia Merdeka Jadi Momentum Ponpes Al-Mukmin Ngruki dan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir Gelar Upacara Bendera

Solo – Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki untuk pertama kalinya menggelar upacara peringatan HUT ke- 77 …