Wanita Joget Di Masjid
Wanita Joget Di Masjid

Ketika Akhlak Mulia Menjadi Langka

Baru-baru ini, publik dihebohkan dengan aksi wanita yang joged-joded di Masjid, yang belakangan diketahui masjid tersebut terletak di Sumatera Barat (Sumbar). Ketika melihat aksi tidak bijak wanita tersebut, rasa tidak habis pikir pun akan segera melayang-layang pada diri kita. Bahkan tidak hanya sebatas itu, berbagai pikiran liar dan kegelisahan yang seolah tak berkesudahan akan selalu muncul di benak kita.

Jujur penulis akui bahwa, ketika berita sejumlah wanita memanfaatkan tempat ibadah yang suci lagi disucikan itu untuk joged-joged, langsung mengelus-elus dada sembari merenungkan; apa yang sesungguhnya terjadi pada generasi hari ini? Hingga pada suatu titik, penulis tergerak untuk membuat suatu kajian mengenai fenomena tersebut.

Benar apa yang telah ditegaskan oleh ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Padang, Prof. Duski Samad. Bahwa video yang berdurasi 9 detik yang diduga dibuat di Masjid al-Hakim Pantai Padang, Sumbar itu sebagai indikasi kuat bahwa generasi saat ini sedang berada pada level kemerosotan moral yang sangat mengkhawatirkan.

Setidaknya ada dua perspektif yang bisa mengantarkan bahwa fenomena sejumlah wanita yang berjoged di sebuah masjid sebagai indikator kemerosotan moral bangsa, terutama generasi hari ini, yaitu generasi muda Indonesia.

Pertama, perspektif agama. Agama di sini jelas merujuk pada agama Islam karena sangat jelas bahwa ‘lakon video’ viral itu adalah mereka yang secara kasat mata bisa dengan mudah kita tebak bahwa ia seorang muslim. Oleh sebab itu, mari kita sedikit ulik dalam perspektif agama Islam.

Dalam banyak literatur di jelaskan bahwa fungsi utama masjid adalah tempat bersujud (beribadah). Maka, masjid begitu memiliki kedudukan yang agung dalam Islam, karena ia termasuk tempat suci. Pada titik ini, aksi joged-joged tersebut sudah melanggar norma-norma agama sehingga termasuk dalam salah satu bentuk akhlak tercela.

Baca Juga:  Keutamaan dan Makna Mengusap Kepala Anak Yatim Pada 10 Muharram

Kedua, perspektif budaya. Penulis sepakat dengan Prof. Duski Samad, bahwa sebenarnya tidak hanya dari sudut agama, dari segi kearifan lokal saja, rumah ibadah mesti dijaga. Jadi soalnya itu adalah persauran antara kemajuan dengan kemerosotan akhlak, menyangkut peradaban itu.

Akhlak : Mutiara yang Hilang dari Generasi Hari Ini

Kegelisahan adanya kemerosotan moral bangsa sebenarnya sudah jauh-jauh hari ‘diteriakkan’ oleh para ulama dan tokoh di Tanah Air. Sebut saja Quraish Shihab. Ulama kharismatik ini bahkan sampai memberikan perhatian khusus pada persoalan akhlak yang beliau tuangkan dalam sebuah buku yang terbit pada tahun 2016 silam, dengan judul: “Yang Hilang dari Kita, Akhlak.”

Bahkan dalam pengantar, Quraish Shihab menyampaikan kegundahannya sebagai berikut: “Moral yang diajarkan dan dipraktekkan oleh leluhur bangsa, demikian pula yang diajarkan oleh agama, tidak lagi terlihat dalam kehidupan keseharian kita. Ia telah hilang, padahal ia adalah milik bangsa Indonesia yang paling berharga lagi sangat dihargai oleh orang (bangsa) lain.”

Jika kita perhatikan lingkungan sekitar dan kondisi terkini kehidupan berbangsa dan bernegara kita, akhlak mulia sudah menjadi barang yang ‘langka’. Justru yang ada, di mana-mana kita menemukan praktek akhlak yang tercela semakin menjejaki alam Indonesia.

Tidak hanya sekedar rakyat biasa yang notabena memiliki keterbatasan dalam mengakses pendidikan akhlak yang baik, namun sekelas orang yang sangat terpelajar, bahkan dalam dirinya ada ‘sejuta’ gelar, baik gelar sosial maupun akademik, justru mempertontonkan akhlak yang tercela.

Tidak kekurangan atau kesulitan bagi kita menyebutkan pejabat tinggi negara yang melakukan korupsi, perselingkuhan, dan tindakan yang bertentangan dengan norma agama dan negara. Bahkan kaum muda terpelajar saat ini moralnya sudah sangat mengkhawatirkan.

Baca Juga:  Jangan Menjual Kesengsaraan untuk Belas Kasihan, Haram Meminta-minta Kecuali Tiga Golongan!

Pergaulan bebas sudah menjadi bagian integral dalam diri sebagian generasi muda saat ini. Harus penulis sampaikan meskipun oleh sebagian orang dianggap tabu, yakni sebuah kenyataan bahwa media sosial seperti FB dan IG marak disalah-gunakan. Kita bahkan tanpa sengaja melihat adegan hubungan badan secara live streaming. Seolah tak ada yang salah dengan tindak asusila itu. Bahkan yang belakangan viral adalah sepasang kekasih berhubungan intim ketika kuliah daring sedang berlangsung.

Fenomena-fenomena di atas sesungguhnya bak gunung es. Artinya, kejadian yang lebih besar sebenarnya masih banyak. Namun uraian di atas kiranya sudah amat cukup memberikan gambarakan kepada kita semua betapa ada yang hilang dari generasi hari ini, yakni Akhlak!

Bagikan Artikel

About Muhammad Najib, S.Th.I., M.Ag

Avatar
Penulis Buku Konsep Khilafah dalam Alquran Perspektif Ahmadiyah dan Hizb Tahrir