Ketika Pembunuh Hamzah Masuk Islam

0
530

Wahsyi bin Harb merupakan budak laki laki Habasyah milik Jubair bin Muth im salah satu pembesar Quraisy Meski ia seorang budak namun Wahsyi memiliki keistimewaan berupa keahlian dalam melempar tombak Wahsyi dipilih oleh Jubair bin Muth im sebagai eksekutor untuk membunuh paman Nabi Hamzah bin Abdul Muthallib yang dikenal julukan Singa Allah Jubari memiliki dendam terhadap Hamzah yang telah membunuh pamannya bernama Thu aimah dalam pertempuran di perang Badar Pembalasan dendam Jubair bin Muth im nampaknya tidak membutuhkan waktu yang lama Orang orang kafir Quraisy yang juga tidak terima atas kekalahan dalam perang Badar ternyata telah menyiapkan pasukan untuk berangkat ke Uhud Hal itu dilakukan hanya untuk membalas dendam atas kekalahan mereka Membunuh dengan Harapan Merdeka Perang Uhud di pimpin oleh Abu Sufyan Mereka mulai mengumpulkan para sekutu sekutunya Ketika pasukan kafir Quraisy hendak berangkat ke Uhud Jubair bin Muth im memandangi Wahsyi bin Harb dan berkata Wahai Wahsyi maukah kamu merdeka dan tidak menjadi budakku Wahsyi balik bertanya Bagaimana caranya Jubairpun menjawab Jika kamu membunuh Hamzah bin Abdul Muthalib paman Muhammad demi membalas kematian pamanku Thu aimah bin Adi maka kamu merdeka Baca juga Mengenal Singa Allah Hamzah bin Abdul Muthalib Wahsyi seketika mengambil tombaknya dan bergabung dengan pasukan kafir Quraisy Dalam perang tersebut Wahsyi hanya mempunyai tugas mencari dan membunuh Hamzah untuk mendapatkan kemerdekaan dirinya Untuk menemukan Singa Allah Wahsyi tidak perlu memakan waktu yang lama karena ketika dalam medan tempur Hamzah selalu menggunakan bulu unta di atas kepalanya Melihat cara bertempur Hamzah seperti singa yang sedang kelaparan muncul kekaguman di hati Wahsyi namun untuk memerdekakan dirinya maka Washyipun harus tetap membunuh Hamzah Kala itu Wahsyi berdiri di balik sebuah pohon Tiba tiba datang seorang penunggang kuda Quraisy yang bernama Siba bin Abdul Uzza yang melewati dirinya seraya berkata kepada Hamzah Lawanlah aku wahai Hamzah lawanlah aku Hamzahpun menerima tantangan Siba dan mengayunkan pedang ke arahnya Seketika tubuh Siba bin Abdul Uzza langsung tersungkur tak lama kemudian iapun menemui ajalnya Wahsyi bin Harb langsung mencari posisi yang tepat Setelah dirasa cukup Wahsyi dengan sekuat tenaga melemparkan tombaknya ke arah Hamzah sehingga tombak itu tepat mengenai perut bagian bawah Hamzah dan tembus hingga ke belakang Sang Singa Allah tersungkur dengan tombak tertancap di perutnya Wahsyi mendekat dan memastikan bahwa Hamzah telah wafat Setelah Hamzah Wafat Wahsyi mencabut tombaknya dari tubuh Hamzah bin Abdul Muthalib lalu kembali ke markasnya sebelum perang usai Ia merasa tidak ada kepentingan lain dalam perang tersebut kecuali membunuh Hamzah sebagai syarat supaya dia bisa merdeka Dengan demikian Wahsyi menjadi pahlawan bagi kafir Quraisy karena telah membunuh Sang Singa Allah dan membalaskan kematian sebagian kaum kafir Quraisy Di sisi lain pembunuhan Wahsyi terhadap Hamzah menjadi pukulan bagi kaum muslimin karena mereka telah kehilangan sahabat terbaik Memilih Islam Setelah ia berhasil membunuh Hamzah dan mendapatkan kemerdekaannya Wahsyi bin Harb merasa ingin mengamati perkembangan agama Rasulullah Setiap ia melihat Islam semakin berkembang rasa takut dan cemas menggelayuti jiwanya Dia takut apabila kaum muslimin semakin kuat mereka akan mendatanginya dan membalaskan dendam karena dia telah membunuh paman Rasulullah Di suatu waktu ia mendapati Rasulullah beserta pasukan menaklukkan kota Makkah Wahsyipun sontak melarikan diri ke Thaif karena rasa takutnya terhadap kaum muslimin Sesampainya ia di Thaif ia mendapati penduduk di sana ternyata sudah masuk Islam Ketika Wahsyi sedang dalam kebingungan tiba tiba seorang laki laki yang baik mendekati Wahsyi dan berbisik Celaka kamu wahai Wahsyi demi Allah sesungguhnya Muhammad tidak akan membunuh siapapun yang masuk ke dalam agamanya dan bersaksi dengan syahadatul Haq Begitu Wahsyi bin Harb mendengar kata kata laki laki tersebut ia langsung pergi ke Madinah untuk menemui Rasulullah Sesampainya di Madinah ia langsung menemui Rasulullah yang sedang berada di Masjid Baca juga Kisah Inspiratif Ketika Khalid bin Walid Menaklukkan Irak Dengan hati hati ia menyampaikan keinginannya untuk masuk Islam kepada Rasulullah Kemudian Rasulullahpun mulai membimbing seraya mengucapkan syahadat Setelah Rasulullah mendengar dua kalimat syahadat yang diucapkan oleh Wahsyi maka Beliaupun mengangkat pandangan beliau kepada pembunuh pamannya Rasulullah kembali menundukkan pandangan dan berkata Kamukah Wahsyi Wahsyipun menjawab Benar ya Rasulullah Rasulullah berkata Duduklah dan ceritakan kepadaku bagaimana kamu membunuh pamanku Hamzah Wahsyi menceritakan semua kejadian pembunuhan Hamzah bin Abdul Muthalib kepada Rasulullah Selesainya ia bercerita Rasulullah seketika berkata Celaka kamu Wahsyi sembunyikan wajahmu dariku aku tidak ingin melihatmu setelah hari ini Nabi sebagai Rasul akan menyampaikan sesuai ajaran Islam yang menghapus dan mengampuni dosa siapapun sebelum Islam ketika tekad bulat memeluk agama ini Namun Nabi adalah manusia yang juga memiliki perasaan dan trauma tragis dari kematian pamannya Hamzah Meskipun Hamzah masuk Islam dan diampuni dosanya tetapi Nabi merasa tidak berkenan melihat langsung wajah Wahsyi karena takut teringat dengan kematian paman tercinta Wahsyi memang telah masuk Islam tetapi ia memiliki rasa sesal yang dalam atas tindakannya yang telah membunuh singa Allah dan menyebabkan kerugian besar terhadap Islam di perang Uhud Tekadnya sudah bulat untuk mengerahkan semua tenaga dan jiwanya untuk Islam Setelah Nabi wafat Wahsyi mengikuti perang membela panji Islam semata ingin menebus kesalahannya