mendidik anak
mendidik anak

Khutbah Jumat – Mendidik Anak Menjadi Insan Bermanfaat, Dalam Rangka Menyambut Hari Anak 23 Juli

Khutbah I

اْلحَمْدُللهِاْلحَمْدُللهِالّذيهَدَانَاسُبُلَالسّلاَمِ،وَأَفْهَمَنَابِشَرِيْعَةِالنَّبِيّالكَريمِ،أَشْهَدُأَنْلَااِلَهَإِلَّااللهوَحْدَهُلاشَرِيكلَه،ذُواْلجَلالِوَالإكْرام،وَأَشْهَدُأَنّسَيِّدَنَاوَنَبِيَّنَامُحَمَّدًاعَبْدُهُوَرَسولُه،اللّهُمَّصَلِّوسَلِّمْوَبارِكْعَلَىسَيِّدِنامُحَمّدٍوَعَلَىالِهوَأصْحابِهِوَالتَّابِعينَبِإحْسانِإلَىيَوْمِالدِّين،أَمَّابَعْدُ: فَيَاأيُّهَاالإِخْوَان،أوْصُيْكُمْوَنَفْسِيْبِتَقْوَىاللهِوَطَاعَتِهِلَعَلَّكُمْتُفْلِحُوْنْ،قَالَاللهُتَعَالىَفِياْلقُرْانِاْلكَرِيمْ: أَعُوْذُبِاللهِمِنَالَّشيْطَانِالرَّجِيْم،بِسْمِاللهِالرَّحْمَانِالرَّحِيْمْ: يَاأَيُّهَاالَّذِينَآَمَنُوااتَّقُوااللهوَقُولُواقَوْلًاسَدِيدًا،يُصْلِحْلَكُمْأَعْمَالَكُمْوَيَغْفِرْلَكُمْذُنُوبَكُمْوَمَنْيُطِعِاللهوَرَسُولَهُفَقَدْفَازَفَوْزًاعَظِيمًاوقالتعالىيَااَيُّهَاالَّذِيْنَآمَنُوْااتَّقُوْااللهَحَقَّتُقَاتِهِوَلاَتَمُوْتُنَّإِلاَّوَأَنْتُمْمُسْلِمُوْنَ.

Sidang jumat yang dirahmati Allah 

Anak merupakan amanah dari Allah SWT yang wajib kita jaga dan mendidiknya agar selalu menjadi insan yang bermanfaat kelak ketika telah dewasa, lalu bagaimana tanggungjawab kita sebagai orangtuanya dan bagaimana agar anak menjadi insan yang bermanfaat untuk sesama? pertanyaan ini penting kita utarakan agar kita selalu dalam koridor yang baik dalam menjaga titipan Allah SWT. Ada beberapa hak anak yang harus dipenuhi agar perkembangan anak menjadi baik diantaranya :

1. Mendidik anak dengan baik.

Anak sejak dini harus diberikan pendidikan yang baik, dimanapun anak menempuh pendidikan sebisa mungkin harus ada pelajaran agama Islam. sehingga anak tidak tercerabut dari pendidikan agama, baik itu pendidikan formal maupun non formal, atau jika memungkinkan kita bawa anak-anak kita ke pesantren, karena di pesantren tidak hanya mengajarkan agama saja, namun juga mengajarkan ilmu pengetahuan umum sehingga anak akan tumbuh dengan pengetahuan agama yang kuat namun tidak gagap dengan perkembangan zaman. selain itu dipesantren juga diajarkan bagiamana mencintai negara dan berkontribusi terhadap negara, diajarkan bagaiman menjadi manusia yang bermanfaat untuk sesama, maka pendidikan pesantren tentu menjadi alternatif untuk menyekolahkan anak-anak kita, banyak pesantren yang mengajarkan atau menggabungkan ilmu agama dengan ilmu umum, contohnya Pondok Pesantren Ummil Mu’minin di Mojokerto, Ponpes Tebuireng di Jombang, Ponpes Lirboyo dan Ponpes Assalafiyah Sukorejo di Jawa Timur. Dalam mendidik anak Sejak kecil harus tanamkan kepada anak-anak bahwa Tuhan yang wajib disembah adalah Allah SWT dan Muhammad adalah rasul Allah yang terakhir. Beliau dilahirkan di Makkah dan dimakamkan di Madinah. Ajarkan shalat kepada anak setelah genap berusia tujuh tahun, sebagaimana dalam sebuah hadist disebutkan : 

Baca Juga:  Mengimplementasikan Keimanan dengan Memakmurkan Masjid

وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: {لِأنْ يُؤَدِّبَ الرَّجُلُ وَلَدَهُ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أنْ يَتَصَدَّقَ بِصَاعٍ}.

Artinya : Nabi saw. bersabda, “Seseorang mendidik anaknya itu lebih baik baginya dari pada ia menshadaqahkan (setiap hari) satu sha’.”(HR. Imam Tirmidzi)

Sidang jumat yang dirahmati Allah

2. Memberi pelajaran budi pekerti yang mulia

Budi pekerti yang baik adalah bagian yang integral dari sebuah pendidikan akhlaq, maka ketika seseraong ingin dihormati maka perbaikilah budi pekerti dan ahlaqnya, karena dalam pergaulan sopan santun menjadi perilaku yang wajib untuk dikedepankan. Untuk itulah tugas dari orangtua untuk memberikan contoh kepada anak-anaknya bagaimana berpelikau terhadap orang yang lebih tua dan bagaimana dalam bergaul sehingga anak akan mengerti dengan sendirinya dan yang lebih penting lagi adalah mengajarkan anak untuk bersikap moderat dalam beragama sehingga tidak menjadi anak yang tumbuh dengan kebencian dan melihat perbedaan sebagai sesuatu yang dibenci. Maka mengajarkan kasih sayang serta menanamkan budi pekerti kepada anak berkesesuaian dengan apa yang telah diajarkan oelh Rasulullah : 

وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: {أَكْرِمُوا أَوْلَادَكُمْ وَأَحْسِنُوا آدَابَهُمْ}.

Nabi saw. bersabda, “Muliakanlah anak-anak kalian dan ajarilah mereka tata krama.” (HR. Imam Ibnu Majah dari sahabat Anas bin Malik r.a.)

3. Mengajarkan kepada anak segala sesuatu yang bisa memberikan manfaat kepada agamanya, tanah airnya, dan sumber penghidupanya. tidaklah mungkin orang akan kuat memegang agamanya kalau dia tidak didik masalah-masalah agama sejak kecil. manakala sejak kecil sudah diajarkan dan dibiasakan menjalankan kewajiban agama, maka insya Allah akan menjadi insay yang bermanfaat, mengajarkan anak untuk bertakwa juga telah dijelaskan dalam sebuah kisah di Al-Quran, bagaimana Lukman mengajarkan dan menasehati anaknya, sebagaimana disebutkan dalam surah Lukman ayat 17 sebagi berikut : 

Baca Juga:  Muslim Tidak Memprovokasi, Tapi Mengasihi

 يَٰبُنَىَّ أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ وَأْمُرْ بِٱلْمَعْرُوفِ وَٱنْهَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَٱصْبِرْ عَلَىٰ مَآ أَصَابَكَ ۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ ٱلْأُمُورِ 

Arti: “Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)”. (QS. Lukman : 17)

Sidang jumat yang dirahmati Allah

Pada momentum jumat ini, kami sengaja menghadirkan khutbah tentang hak-hak anak yang harus ditunaikan oleh orang tua karena pada saat ini kita bangsa Indonesia sedang merayakan Hari Anak-anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 juli. oleh sebab itulah alangkah baiknya dalam suasana seperti ini kita lebih meningkatkan rasa sebagai tanggungjawab kepada anak. 

Sidang Jumat yang dirahmati Allah

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang memiliki umur yang diberkati Allah subhanu wata’la. sehingga kita dapat memanfaatkan umur kita dengan sebaik-baiknya dan dapat menjalankan tuntunan Nabi Muhammad saw yang setiap harinya memohon ampun dan perlndungan Allah SWT.

جَعَلَنااللهُوَإيَّاكممِنَالفَائِزِينالآمِنِين،وَأدْخَلَنَاوإِيَّاكمفِيزُمْرَةِعِبَادِهِالمُؤْمِنِيْنَ : أعُوذُبِاللهِمِنَالشَّيْطانِالرَّجِيمْ،بِسْمِاللهِالرَّحْمانِالرَّحِيمْ: يَاأَيُّهَاالَّذِينَآمَنُوااتَّقُوااللَّهَوَقُولُواقَوْلًاسَدِيدًا 

باَرَكَاللهُلِيْوَلكمْفِيالقُرْآنِالعَظِيْمِ،وَنَفَعَنِيْوَإِيّاكُمْبِالآياتِوذِكْرِالحَكِيْمِ. إنّهُتَعاَلَىجَوّادٌكَرِيْمٌمَلِكٌبَرٌّرَؤُوْفٌرَحِيْمٌ

Khutbah II

الْحَمْدُللهِعَلىَإِحْسَانِهِوَالشُّكْرُلَهُعَلىَتَوْفِيْقِهِوَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُأَنْلاَاِلَهَإِلاَّاللهُوَاللهُوَحْدَهُلاَشَرِيْكَلَهُوَأَشْهَدُأنَّسَيِّدَنَامُحَمَّدًاعَبْدُهُوَرَسُوْلُهُالدَّاعِىإلىَرِضْوَانِهِ. اللهُمَّصَلِّعَلَىسَيِّدِنَامُحَمَّدٍوِعَلَىاَلِهِوَأَصْحَابِهِوَسَلِّمْتَسْلِيْمًاكِثيْرًا

أَمَّابَعْدُفَياَاَيُّهَاالنَّاسُاِتَّقُوااللهَفِيْمَاأَمَرَوَانْتَهُوْاعَمَّانَهَىوَاعْلَمُوْاأَنَّاللهَأَمَرَكُمْبِأَمْرٍبَدَأَفِيْهِبِنَفْسِهِوَثَـنَىبِمَلآئِكَتِهِبِقُدْسِهِوَقَالَتَعاَلَىإِنَّاللهَوَمَلآئِكَتَهُيُصَلُّوْنَعَلىَالنَّبِىيآاَيُّهَاالَّذِيْنَآمَنُوْاصَلُّوْاعَلَيْهِوَسَلِّمُوْاتَسْلِيْمًا. اللهُمَّصَلِّعَلَىسَيِّدِنَامُحَمَّدٍصَلَّىاللهُعَلَيْهِوَسَلِّمْوَعَلَىآلِسَيِّدِناَمُحَمَّدٍوَعَلَىاَنْبِيآئِكَوَرُسُلِكَوَمَلآئِكَةِاْلمُقَرَّبِيْنَوَارْضَاللّهُمَّعَنِاْلخُلَفَاءِالرَّاشِدِيْنَأَبِىبَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَانوَعَلِىوَعَنْبَقِيَّةِالصَّحَابَةِوَالتَّابِعِيْنَوَتَابِعِيالتَّابِعِيْنَلَهُمْبِاِحْسَانٍاِلَىيَوْمِالدِّيْنِوَارْضَعَنَّامَعَهُمْبِرَحْمَتِكَيَاأَرْحَمَالرَّاحِمِيْنَ

Baca Juga:  Dakwah Bil Hikmah, Bukan Amarah

اَللهُمَّاغْفِرْلِلْمُؤْمِنِيْنَوَاْلمُؤْمِنَاتِوَاْلمُسْلِمِيْنَوَاْلمُسْلِمَاتِاَلاَحْيآءُمِنْهُمْوَاْلاَمْوَاتِاللهُمَّأَعِزَّاْلإِسْلاَمَوَاْلمُسْلِمِيْنَوَأَذِلَّالشِّرْكَوَاْلمُشْرِكِيْنَوَانْصُرْعِبَادَكَاْلمُوَحِّدِيَّةَوَانْصُرْمَنْنَصَرَالدِّيْنَوَاخْذُلْمَنْخَذَلَاْلمُسْلِمِيْنَوَدَمِّرْأَعْدَاءَالدِّيْنِوَاعْلِكَلِمَاتِكَإِلَىيَوْمَالدِّيْنِ. اللهُمَّادْفَعْعَنَّااْلبَلاَءَوَاْلوَبَاءَوَالزَّلاَزِلَوَاْلمِحَنَوَسُوْءَاْلفِتْنَةِوَاْلمِحَنَمَاظَهَرَمِنْهَاوَمَابَطَنَعَنْبَلَدِنَااِنْدُونِيْسِيَّاخآصَّةًوَسَائِرِاْلبُلْدَانِاْلمُسْلِمِيْنَعآمَّةًيَارَبَّاْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَاآتِناَفِىالدُّنْيَاحَسَنَةًوَفِىاْلآخِرَةِحَسَنَةًوَقِنَاعَذَابَالنَّارِ. رَبَّنَاظَلَمْنَااَنْفُسَنَاوَاإنْلَمْتَغْفِرْلَنَاوَتَرْحَمْنَالَنَكُوْنَنَّمِنَاْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّاللهَيَأْمُرُنَابِاْلعَدْلِوَاْلإِحْسَانِوَإِيْتآءِذِياْلقُرْبىَوَيَنْهَىعَنِاْلفَحْشآءِوَاْلمُنْكَرِوَاْلبَغْييَعِظُكُمْلَعَلَّكُمْتَذَكَّرُوْنَوَاذْكُرُوااللهَاْلعَظِيْمَيَذْكُرْكُمْوَاشْكُرُوْهُعَلىَنِعَمِهِيَزِدْكُمْوَلَذِكْرُاللهِأَكْبَرْ

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

dab dd eb ee beeebd

Respon PBNU Terhadap Pemukulan Muhammad Kece, Kekerasan Tak Dibenarkan!

Jakarta – Pemukulan yang dilakukan oleh Irjen Napoleon Bonaparte terhadap Muhammad Kece karena menista agama, tidak dibenarkan …

irjen napoleon jalani sidang lanjutan kasus red notice djoko tjandra

Begini Isi Lengkap Surat Terbuka Irjen Napoleon soal Aniaya M Kece

Jakarta – Muhammad Kece tersangka penistaan agama yang saat ini masih ditahan di Rumah Tahanan …