nyekar dan ziarah kubur
ziarah kubur

Kisah Ahli Kubur yang Berebut Kiriman Bacaan dan Doa

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah dalam HR. Muslim Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seseorang mati, seluruh amalnya akan terputus kecuali 3 hal: sedekah jariyah, ilmu yang manfaat, dan anak sholeh yang mendoakannya.”

Hadist ini mengisyaratkan pesan penting bahwa matinya seseorang tidak memutus amal kebaikan seseorang yang terus mengalir ke alam kubur. Ketika seseorang meninggal investasi amal kebaikannya akan terus mengalir dalam bentuk pahala yang dilakukan oleh orang yang hidup. Hadist ini juga menjadi penegasan pentingnya melakukan investasi pahala yang baik dalam tiga hal di atas.

Salah satu investasi amal terbaik adalah mendidik anak yang shalehah dan shaleh. Ketika seseorang meninggal dan meninggalkan seorang anak yang shaleh itu akan sangat beruntung. Sang anak akan terus mendoakan orang tuanya. Dan doa itu akan terus mengalir sebagai bagian dari kesejukan di alam kubur.

Dalam Islam sendiri ada sejumlah manfaat ketika kita mendoakan orang yang telah meninggal. Berdasarkan sabda Rasul di atas pastinya kita tahu bahwa satu dari tiga perkara yang bisa dinikmati setiap penghuni alam barzah setelah mereka mati adalah doa anak saleh kepada orang tuanya.

Sebuah pengalaman spiritual tentang hal itu bisa dipetik dari kitab Irsyad Al’Ibaad, adalah seseorang bermimpi dalam tidurnya melihat ahli kubur keluar dari liang kuburnya. Mereka memungut sesuatu, namun dia tak mengerti apa yang mereka pungut. Dia juga terheran-heran karena salah satu dari ahli kubur itu hanya duduk dan tak ikut memungut.

Lalu dia mendekatinya dan bertanya, “Apa sesungguhnya yang mereka pungut?” Si ahli kubur itu menjawab, “Mereka memungut hadiah yang diberikan orang-orang Muslim (yang masih hidup) berupa bacaan Alquran, sadaqah, dan doa.”

Baca Juga:  Inilah Tiga Jalan Meraih Cinta dari Allah

Orang itu bertanya lagi, “Mengapa Anda tak ikut memungut?” Si ahli kubur menjawab, “Aku sudah merasa cukup karena aku sudah dikirimi anakku setiap hari dengan bacaan Alquran. Saat ini anakku berjualan kue di pasar.”

Tidak lama kemudian, sang alim ini terbangun dari tidurnya dan semua yang terjadi dalam mimpinya itu sangat jelas teringat hingga akhirnya ia memutuskan untuk mengunjungi pasar dan mencari seseorang yang menjual kue.

Akhirnya iapun melihat ada seorang penjual kue yang terlihat sedang komat kamit bergerak seperti sedang membaca sesuatu. Dia pun menanyakan apa yang dilakukan si pemuda yang disebut ahli kubur dalam mimpinya tersebut. “Aku baca Alquran ketika berziarah kubur, dan aku hadiahkan buat orang tuaku,” jawab si pemuda tersebut.

Syaikh Bakri Syata Ad-Dimyati, sang penulis kitab Irsyad Al’Ibaad mengutip hadits Rasulullah dan pendapat para ulama dalam membahas pentingnya ziarah dan mengirim doa untuk orang meninggal dunia sebagaimana kisah inspiratif ini.

Dan hal penting sesungguhnya dari kisah di atas adalah ajakan kepada anak untuk selalu ziarah dan mendoakan orang tuanya yang sedang meninggal. Betapa sangat sedih orang tua di alam sana yang hanya diam menyendiri sementara melihat arwah lain mendapatkan siraman bacaan dan doa. Marilah menjadi berbakti kepada orang tua, walaupun sudah meninggal dengan bacaan dan doa.

Bagikan Artikel ini:

About Eva Novavita

Avatar of Eva Novavita

Check Also

singgasana sulaiman

Cerita Nabi Sulaiman untuk Anak (3) : Kisah Raja Sulaiman dan Ratu Balqis

Setelah Nabi Daud wafat, kini Nabi Sulaiman meneruskan tahta kerajaan dan memimpin Bani Israil. Seperti …

singgasana sulaiman

Cerita Nabi Sulaiman untuk Anak (2) : Nabi Sulaiman dan Perempuan Korban Pemerkosaan

Sebelumnya sudah diceritakan tentang kecerdasan Nabi Sulaiman dalam memecahkan masalah. Kisah kehebatan Nabi sulaiman tak …