ketabahan nabi ayub
ketabahan nabi ayub

Kisah Nabi Ayyub: Bukti Sabar Itu Tanpa Batas!

Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali mendengar adagium bahwa sabar ada batasnya. Benarkah demikian? Sejatinya, sabar itu tanpa batas. Hal itu pernah dicontohkan oleh Nabi Ayyub As. Ia mendapatkan cobaan bertubi-tubi tapi bibirnya senantiasa memuji Ilahi. Ia diterjang berbagai cobaan, tapi hatinya senantiasa mengingat Tuhan. Inilah kisah Nabi Ayyub, bukti sabar itu tanpa batas!

Nabi Ayyub As adalah seorang nabi utusan Allah Swt. Ia seorang nabi keturunan dari Nabi Ishak. Lengkapnya, Ia putra dari Mush bin Zurah al-Aish bin Ishak bin Ibrahim. Ia mendapatkan tugas berdakwah kepada penduduk Hauran dan Tih.

Sebagai seorang nabi, Ayyub As memiliki kepribadian yang menawan. Ia pandai, sopan, bijaksana, dermawan dan suka menolong orang-orang yang membutuhkan. Selain itu, ia juga seorang yang kaya raya. Tanahnya luas tak terkira. Hewan ternaknya ribuan jumlahnya. Rumahnya indah bak istana sebuah raja. Ia juga memiliki seorang istri yang cantik dan putra putri yang parasnya rupawan.

Walaupun bergelimang harta, Nabi Ayyub As., senantiasa menjalankan perintah Allah Swt. Ia tidak pernah meninggalkan perintah-Nya. Hal itu membuat Iblis merasa tertantang untuk menggoda keimanan Nabi Ayyub As. Iblis penasaran, sejauh mana keimanan dan keteguhan hati Nabi Ayyub As.

Iblis lalu menyusun rencana untuk menguji keimanan Nabi Ayyub As. Mula-mula, Iblis menciptakan penyakit yang menyerang hewan ternak Nabi Ayyub As. Dalam sekejap, ribuan hewan ternaknya tewas tak tersisa. Melihat kenyataan itu, Nabi Ayyub As., tak bergeming. Ia tetap membasahi bibirnya dengan nama Allah Swt.

Iblis lalu membakar rumah Nabi Ayyub As. Rumah yang bagaikan istana raja, terbakar menjadi abu. Iblis juga mengambil anak-anak Nabi Ayyub As. Tidak hanya berhenti di situ saja, Iblis juga memberikan penyakit kulit yang menjijikkan kepada Nabi Ayyub As.

Baca Juga:  Kisah Ibnu Hajar dan Syahadat Yahudi Si Penjual Minyak

Pada awalnya, masyarakat menerima kondisi Nabi Ayyub As. dengan senang hati. Akan tetapi, lama kelamaan mereka mulai mempermasalahkan penyakit yang diderita Nabi Ayyub As. Hingga akhirnya, mereka pun mengusir Nabi Ayyub As., karena takut tertular penyakit tersebut.

Nabi Ayyub As dan istrinya kemudian pergi. Seorang Ayyub As yang dulu berparas tampan dan kaya raya, kini berubah menjadi buruk rupa, penyakitan dan miskin harta.

Melihat kondisi Nabi Ayyub As., yang serba kepayahan tersebut, Iblis senang bukan kepalang. Mereka menganggap telah mengalahkan Nabi Ayyub As. Mereka menganggap sebentar lagi, Nabi Ayyub As., akan ingkar kepada Allah Swt.

Akan tetapi, iblis harus melihat kenyataan pahit. Apa yang diharapkan tak pernah terjadi. Iman Nabi Ayyub As., tidak goyah. Kesabarannya tanpa batas. Bibirnya masih dengan istiqomah berzikir melafalkan nama Tuhannya.

Nabi Ayyub As., menjalani cobaan tersebut selama belasan tahun. Dan selama itu, tidak ada satupun keluhan yang keluar dari bibirnya. Tak pernah juga ia marah terhadap nasib yang diberikan kepadanya. Ia menerima semua ujian tersebut dengan ikhlas.

Setelah melewati ujian tersebut selama belasan tahun, Nabi Ayyub As., lalu berdoa kepada Tuhan. Ia meminta pertolongan Allah Swt., agar menyembuhkan penyakitnya. Dan Allah Swt., mengabulkan doa Nabi Ayyub As.

Peristiwa tersebut direkam Al-Qur’an dalam surat al-Anbiya ayat 83-84. Dan juga ayat 41-44 dari Surat Shad.

Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”. Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah. (QS. Al-Anbiya’: 83-84)

Baca Juga:  Pesan Nabi Yusuf Pasca Ramadhan : Umat Islam Harus Selalu Merasa Lapar

Demikianlah kisah tentang kesabaran Nabi Ayyub As. Saat ini, seluruh dunia sedang menghadapi wabah Covid. Sudah sewajarnya, kita belajar kepada Nabi Ayyub As. Bahwa sabar itu tanpa batas. Selain berusaha sekuat tenaga untuk melawan wabah ini, kita juga harus berdoa kepada Allah Swt., agar senantiasa diberikan keteguhan dan kekuatan menghadapinya. Jangan pernah berputus asa. Semoga wabah ini segera tiada. Mari bersabar, semoga kebahagiaan akan datang di masa depan. Demikian.

Bagikan Artikel ini:

About Nur Rokhim

Avatar of Nur Rokhim
Mahasiswa Pasca Sarjana Sejarah Peradaban Islam UIN Sunan Kalijaga. Aktif di Majalah Bangkit PWNU DIY

Check Also

musa dan firaun

Kisah Nabi Musa dan Firaun: Adab Mengkritik Seorang Penguasa yang Sangat Dzalim

Pergilah kamu berdua kepada Firaun, sesungguhnya dia telah melampaui batas. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya …

makkah

Ketika Masjidil Haram Ditutup karena Wabah Melanda

Presiden Jokowi telah menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat mulai tanggal 3-20 Juli mendatang. …