Abu Lahab
Abu Lahab

Kisah Paman Tampan Rasulullah yang dilaknat Allah

Hidayah adalah hak prerogatif Allah. Manusia hanya mampu untuk berdakwah tidak memberikan hidayah. Tiada kuasa manusia untuk menjamin surga dan neraka jika Allah tidak rela.

Abu Lahab adalah salah satu contoh bagaimana hidayah tidak mengenal ikatan darah. Ia justru menjadi orang yang dimurka Allah. Tragisnya, laknat Allah pun diabadikan dalam al-Qur’an.  Siapa Abu Lahab?

Abu Lahab merupakan paman keempat Rasulullah yang juga menjadi satu-satunya paman yang menentang ajaran Islam yang disyiarkan. Abu Thalib pun merupakan paman Nabi yang hingga akhir hayat tidak memeluk Islam. Bedanya Abu Thalib tidak seperti Abu Lahab yang menampakkan bahkan mengorganisir kaum Quraisy menentang ajaran Islam.

Ketenaran Abu Lahab di tengah masyarakat Quraisy tidak dapat dipungkiri. Abu Lahab tentu bukan orang biasa. Dia adalah tokoh yang memiliki pengaruh besar dan status sosial tinggi di Mekah jauh sebelum Islam hadir.

Abu Lahab memiliki nama asli Abdul ‘Uzza. Dia di juluki Abu Lahab karena ketampanannya yang terkenal di semua suku Quraisy. Selain itu nama Abu Lahab juga dikisahkan dalam al-Quran dalam surat al-Lahab. Selain itu kisah istrinya juga tertuang dalam surat yang sama, Ummu Jamil Aura’ sengaja meletakkan kayu dan tumbuhan berduri di tengah jalan untuk melukai Rasulullah, karena alasan inilah iapun diberikan julukan wanita pembawa kayu.

Dilihat dari kekayaannya, kehidupan Abu Lahab merupakan manusia yang memiliki kehidupan yang sempurna. Dia memiliki harta yang melimpah, terlahir dari keluarga yang terpandang, memiliki paras yang rupawan, dan memiliki jabatan yang tinggi di kalangan Quraisy.

Abu Lahab merupakan seorang quraisy dan memiliki kedudukan di tengah kaumnya. Dengan kecerdasan yang dimiliki, sayangnya kehidupan Abu Lahab tidak dipergunakan berada di jalan Allah. ia menjadi orang yang benar-benar ingkar akan ajaran Allah.

Baca Juga:  Belajar Islam Kaffah Kepada Isa al Masih

Kematian Abu Lahab terjadi setelah Perang Badar. Namun waktu itu, Abu Lahab tidak mengikuti pertempuran tersebut karena dia merasa badannya kurang sehat. Perang Badar berakhir dengan kekalahan yang memalukan dari pihak musyrikin Quraisy.

Setelah seminggu pasca berakhirnya perang badar, penyakit Abu Lahab semakin parah banyaknya bisul yang keluar di sekujur tubuhnya membuat orang-orang enggan untuk mendatanginya. Tak lama kemudian nyawa Abu Lahab tak lagi dapat diselamatkan.

Tidak ada yang mengetahui perihal kematiannya, selama tiga hari lamanya mayatnya diabaikan. Bau busuk mulai menyeruak, karena rasa kasian, pihak keluarga memutuskan untuk menggali lubang besar dan memasukkan mayat Abu Lahabkedalam lubang tersebut.

Karena penentangannya kepada Rasulullah yang sungguh berlebihan, padahal Abu Jahal juga merupakan paman sedarah dari Rasulullah. Harusnya jika Abu Jahal tidak menerima ajaran yang diberikan oleh Rasulullah, ia akan menjadi seorang yang istimewa.

Karena sikap inilah Abu Jahal mendapatkan Laknat dari Allah, memberikan penyakit yang menjijikkan di mana semua orang yang dulunya memujanya sekarang meninggalkannya bahkan takut untuk mendekatinya. 

Dari kisah hidup Abu Lahab dapat dipetik hikmah bahwa kesempurnaan dan kekayaan hidup di dunia bukanlah hal yang bisa di banggakan. Segala kesempurnaan hidup yang dimiliki manusia sesungguhnya tak akan ada artinya jika tidak dilandasi oleh keimanan dan ketakwaan terhadap Allah sang pemilik segalanya. Bahkan kedekatan dan ikatan darah dengan Rasulullah pun tidak menjaminnya mendapatkan hidayah. Semuanya tergantung Allah.

Bagikan Artikel

About Imam Santoso

Avatar