Penyiksaan Imam

Kisah Penangkapan dan Penyiksaan terhadap Empat Imam Madzhab

Dalam bentangan masa lalu hingga saat ini, sejarah mencatat masa kelam yang menimpa beberapa ulama. Mulai dari intimidasi, penangkapan dan penyiksaan. Rata-rata ulama yang diperlukan demikian merupakan sosok ulama yang melakukan kritik atau tidak sepaham dengan para penguasa yang tidak adil dan ada juga yang jadi korban fitnah. Anehnya, sejarah seperti ini terus berulang dari satu masa ke masa berikutnya.

Kitab Tarikh al Baghdadi menulis hukuman cambuk yang pernah dialami oleh Imam Abu Hanifah. Selain hukuman cambuk beliau juga dipenjara. Dalam Siyaru A’lam al Nubala dijelaskan, sebab siksaan yang dialami oleh pendiri salah satu madzhab fikih ini hanya gara-gara beliau menolak tawaran Khalifah Al Mansur, salah seorang khalifah dinasti Abbasiyah, untuk menjadi qadhi  (hakim).

Pada masa dinasti Umayyah, Imam Abu Hanifah juga mengalami penyiksaan serupa setelah menolak tawaran Marwan bin Muhammad untuk menjadi hakim. Beliaupun dicambuk seratus kali. Sebelumnya, hal serupa juga menimpanya setelah menolak tawan Ibnu Hubairah yang menunjuknya sebagai kepala Baitul Mal.

Kitab Wafayatu al A’yan menceritakan kisah sadis yang menimpa Imam Malik bin Anas, pendiri madzhab fikih Maliki ini juga pernah mengalami hukuman cambuk lantaran menolak perintah Abu Ja’far al Mansur supaya berhenti meriwayatkan hadis “Tidak ada thalak bagi yang dipaksa”.

Imam Syafi’i juga pernah mengalami derita siksa hebat. Kisahnya, salah satunya ditulis dalam Siyaru A’lam al Nubala, pendiri madzhab fikih Syafi’i ini disiksa dengan cara dirantai besi dari Yaman sampai kerumah Khalifah Harun al Rasyid, Raqqah. Ihwal penyiksaan beliau tersebut setelah Mutharrif bin Mazin, seorang yang dengki kepada beliau menghasut dan memfitnah Khalifah Harun al Rasyid. Kepada Khalifah Mutharrif berkata bahwa Imam Syafi’i membela Syi’ah. Alhasil, fitnah keji ini menyebabkan Imam Syafi’i mengalami penderitaan tak terperikan.

Baca Juga:  Neraka: Tempat Bagi Orang Bunuh Diri dan Membunuh Orang Lain

Pendiri madzhab fikih yang lain, yakni Imam Ahmad bin Hanbal juga pernah mengalami penyiksaan hebat. Dalam al Kamil fi al Tarikh diceritakan, Khalifah al Makmun menjatuhkan hukuman cambuk dan hukuman penjara selama tiga puluh bulan. Sebabnya adalah karena Imam Ahmad bin Hanbal tidak mengakui kemakhlukan al Qur’an sebagaimana faham teologi Mu’tazilah.

Fenomena kelabu ini, saat ini, sedang berulang di Saudi Arabia. Entah apa alasannya, namun yang jelas hal seperti ini adalah kebiadaban. Kecuali, kalau memang ada bukti kuat bahwa para ulama tersebut telah berbuat salah. Seperti, mengancam suatu kedaulatan negara, menyebar doktrin dan ideologi yang mengarah pada tindak kekerasan dan terorisme, serta tindakan lain yang sebenarnya melanggar nilai-nilai universal agama Islam.

Bagikan Artikel

About Faizatul Ummah

Faizatul Ummah
Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo