Kisah Pengkhianatan Ular Jelmaan Iblis Kepada Seorang Pemuda
Kisah Pengkhianatan Ular Jelmaan Iblis Kepada Seorang Pemuda

Kisah Pengkhianatan Ular Jelmaan Iblis Kepada Seorang Pemuda

Iblis dalam sejarahnya adalah makhluk Allah pertama yang tidak tahu berterima kasih. Menurut al-Ṭabari, Iblis adalah makhluk yang pertama kalinya diberikan otoritas dalam kerajaan Allah SWT dan diberi kebaikan oleh-Nya namun dia tidak mensyukurinya. Setelah menyangkal kekuasaan Allah, dia malah berbangga dan sombong terhadap Tuhannya, oleh karena itulah atas karunia-Nya, Iblis disingkirkan, dipermalukan, dan dihinakan. Dan di antara manusia, ada juga yang melanjutkan dan mengikuti cara-cara Iblis, mereka juga tidak luput dari pembalasan oleh Allah SWT.

Atas dasar kesombongan Iblis, maka Allah SWT murka kepadanya dengan mengubah sosoknya dan merampas semua kebaikan yang telah diberikan kepada Iblis. Allah SWT lantas mengutuk dan mengusir Iblis untuk keluar dari surga-Nya ke dunia, tempat di mana saat ini kita tinggal untuk sementara. Dan Allah kemudian memberikan Iblis beserta pengikut dan pendukungnya api neraka sebagai tempat untuk mereka tinggal pada kehidupan yang selanjutnya.

Gambaran sifat sombong dan ujubnya Iblis ada di dalam al-Quran Surat Al-Kahf Ayat 50 yang berbunyi: “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim.”

            Setelah dikutuknya Iblis dan diusirnya kedunia, mereka bersumpah untuk membalas dendam kepada Nabi Adam AS dengan mengajak anak keturunannya berbuat keburukan dan maksiat agar bersama-sama Iblis masuk neraka. Sumpah dendam itulah yang selalu dibawa-bawa oleh Iblis untuk melakukan bujuk rayunya kepada anak Adam untuk mendurhakai Allah sampai hari kiamat.

Baca Juga:  Inilah Cara Rasulullah Memuliakan Bulan Sya’ban

Iblis tergolong makhluknya Allah yang sempurna, dikaruniai nafsu, akal dan hati, tetapi hatinya sudah tertutupi sifat buruknya yakni sombong dan ujub. Makanya Iblis dalam melancarkan aksinya mereka seringkali berubah wujud makhluk lain, agar penyamaran mereka tidak terdeteksi, Tak jarang pula mereka bersumpah atas nama Allah dan RasulNya guna memuluskan aksinya. Seperti dalam sebuah kisah yang ditulis dalam kitab Irsyadul ‘ibad karangan Imam Zainuddin bin ‘Abdul Aziz Al Malibary. Dalam kisah Iblis itu, ia menyamar menjadi seekor ular untuk membuju seorang pemuda agar menolongnya. Tetapi setelah ditolong, iblis yang berwujud ular tersebut malah akan membunuhnya. Lantas, pemuda itu berdoa kepada Allah dan pada akhirnya pertolongan Allah pun datang.

Pemuda itu terkenal dengan nama Syaikh Muhammad bin Humair, beliau adalah seorang yang Wira’i, berpuasa saat siang hari, selalu melanggengkan shalat dan tekun melakukan shalat malam hari. Suatu hari beliau sedang  pergi berburu di hutan, kemudian bertemu dengan seekor Ular. Ular itu ingin meminta bantuan kepada Syaikh Muhammad untuk menyelesaikan masalahnya.

“Wahai Muhammad bin Humair, selamatkanlah saya. Niscaya engkau akan diselamatkan juga oleh Allah.” utas si Ular

“dari siapa…” tanya Syaikh Humair

“dari musuh saya…”

“lalu dimana musuh mu…?”

“ada dibelakang saya…”

“dari golongan umat siapakah engkau wahai ular…” ujar Syaikh Humair

“dari golongan umat Muhammad…” jawab si Ular

Lalu, Syaikh Muhammad Humair segera membuka sorbannya, menyuruh si Ular supaya secepatnya bersembunyi, tetapi si Ular tak segan membantah “Tetap saja wahai Syaikh, musuhku akan tetap melihatku dan memangsaku.”

“lalu apakah yang bisa diriku perbuat untuk mu.” ucap Syaikh Humair

“jika engkau memang ingin benar-benar membantuku, maka bukalah mulutmu dan izinkan aku masuk untuk bersembunyi di dalamnya.” utas Si Ular

Baca Juga:  Kisah Bocah yang Khawatir dengan Dosanya dan Si Tua yang Bangga dengan Amalnya

“Tidak, aku takut engkau membunuhku.”

“Wa Allahi, aku tidak akan membunuh mu.” si ular benjanji.

Akhirnya, Syaikh Muhammad bin Humair membuka mulutnya dan mengizinkan Si Ular untuk masuk kedalamnya. Setelah beberapa saat, datanglah seorang pemuda kepada Syaikh Humair, mempertanyakan dimanakah musuh nya yakni Si Ular

“Apakah engkau melihat nya, wahai Syaikh…?”

“Tidak.” jawab Syaikh Humair

Kemudian pemuda itu pergi meninggalkan nya. Lalu, beliau segera beristighfar 100 kali, perihal ucapan “tidak” nya.

Setelah itu beliau Syaikh Humair mengeluarkan kepala Si Ular dan berkata

“Musuhmu sudah pergi, Sekarang tiada siapapun lagi  disini, jika engkau ingin keluar, maka keluarlah sekarang.”

Namun Si Ular malah membantah,

“Wahai Syaikh., sekarang aku beri engkau satu dari dua pilihan, Hatimu akan kurusak atau Hatimu akan ku lubangi.?” bantah di Ular

“Maha suci Allah, dimana kah janjimu wahai Ular, kemanakah sumpahmu sehingga engkau begitu melupakan nya.” Ujar Syaikh

“Aku tidak lupa akan permusuhan antara aku dan Nenek moyang mu Adam As. disaat aku mampu membuat ia terusir dari surga, lalu bagaimana mungkin aku akan kembali menolong Keturunan nya.?” ejek Si Ular

“Lalu engkau akan membunuhku…?”

“ya., aku akan membunuhmu.”

“Maka, tunggulah sampai aku beranjak pergi di lereng pegunungan itu..” pinta Syaikh Humair.

“baiklah…” jawab Si Ular meremehkan.

Setelah sampai dilereng pegunungan, beliau langsung mengangkat kedua tangannya dan berdo’a :

“يا لطيف يا لطيف الطف لي بلطفك الخفي…

يا لطيف بالقدرة التي استويت بها على العرش…

فلم يعلم العرش أين مستقرّك منه إلا كفيتني هذه الحية…”

Selang beberapa saat, datanglah seorang pemuda yang akan menolong nya, dia sangat wangi baunya, mengaturkan salam kepada Syaikh Humair.

Baca Juga:  Nasehat Imam Ghazali Agar Mendapatkan Kedudukan yang Mulia di Hadapan Allah

“Apa yang membuat berubah raut wajahmu, wahai Syaikh…?”

“Musuhku telah mendzolimi ku…”

“lalu dimanakah musuhmu…?”

“di dalam perutku…”

“bukalah mulutmu…” pinta pemuda tersebut.

Kemudian beliau membuka mulutnya, dan pemuda tersebut memasukkan sesuatu seperti biji Buah zaitun yang masih hijau. “kunyah dan telanlah…”

Lalu beliau mengunyah dan menelan, sampai perut beliau terasa sakit dan mual, sehingga keluarlah ular tadi dalam keadaan terpotong potong.

Lalu beliau bertanya kepada pemuda tersebut

“siapakah gerangan engkau wahai orang yang telah Allah beri pertolongan kepada saya…”

“Apakah engkau benar-benar tidak tahu siapa aku?…”

“Tidak.”

“Wahai Muhammad bin Humair, ketahuilah tatkala engkau sedang menderita akibat ular tersebut, dan engkau membacakan Do’a dan permohonan dengan Kalimat Kalimat tadi, para malaikat sowan kepada Alloh Swt. dan saya yang paling terkenal di penjuru penduduk langit keempat, yang di perintahkan Alloh untuk pergi ke surga dan mengambil daun hijau, untuk segera menolong engkau Muhammad bin Humair.”

Kemudian pemuda tersebut melanjutkan tuturnya mengenai Iblis,

فإن صنع المعروف بقي مصارع السوء، وإنه وإن ضيعه المصطنع إليه لم يوضع عندالله عزّ وجل

“Jika dia (Iblis) membuat kebaikan dia (Iblis) tetap menjadi pembuat yang keburukan. Bahkan jika perbuatannya hilang darinya, dia (Iblis)  tetap tidak ditempatkan disisi Tuhan Yang Maha Kuasa”

Bagikan Artikel ini:

About M. Alfiyan Dzulfikar

Avatar of M. Alfiyan Dzulfikar

Check Also

rakus

Kerakusan Menyebabkan Kehinaan dan Kerusakan Agama

Salah satu sifat buruk yang harus dihindari atau bahkan jangan sampai dipunyai seseorang adalah rakus. …

berbuat kebaikan

Berbuatlah Amal Kebaikan dan Buanglah Ke Laut

Setiap hamba Allah diwajibkan untuk melakukan amal kebaikan, apapun bentuknya. Mulai dari beribadah, menolong orang, …