Ummu Sulaim
Ummu Sulaim

Kisah Ummu Sulaim : Permintaan Mahar Terindah dengan Mengislamkan Sang Calon Suami

“Pernikahan yang paling besar keberkahannya ialah yang paling mudah maharnya,” (HR. Abu Dawud).


Mahar merupakan sesuatu hal yang diminta oleh calon istri dan harus dipenuhi oleh calon suami sebagai syarat dari sebuah pernikahan. Namun, apabila seorang calon istri merelakan mahar yang ringan bagi calon suaminya, maka keberkahan akan didapat dalam pernikahan tersebut.

Namun, ada mahar terindah, termulia dan termudah yang diminta oleh seorang istri. Bukan harta yang berlimpah, tetapi mahar keislaman sang calon suami.

Hal ini sebagaimana inspirasi dari kisah Ummu Sulaim binti Malhan bin Khalid. Ia merupakan wanita jelita yang memiliki ahlak mulia. Ummu Sulaim berasal dari kalangan Anshar. Kelak dari dari pernikahan pertamanya dengan Malik Ibnu Nadhar, lahirlah seorang bayi laki-laki mulia bernama Anas Ibn Malik.

Di tenggah lingkungan Jahiliyah penyembah berhala, Ummu Sulaim memutuskan memeluk agama Islam dengan penuh keteguhan serta keyakinan. Namun sayangnya, penghalang utama saat ia beriman adalah suaminya sendiri.

Malik, sang suami, begitu marah ketika dilarang Ummu Sulaim untuk menenggak Khamr. Pergilah Malik Ibnu Nadhar meninggalkan istrinya karena keIslamannya. Malik pergi ke menuju kota Syam, namun sayangnya ia terbunuh oleh perampok ketika di tengah perjalanan menuju Syam.

Selepas meninggalnya sang suami, Ummu Sulaim menjadi orang tua tunggal dari Anas ibn Malik. Ia senantiasa bersabar dalam menjaga dan mendidik buah hatinya tersebut. Ia membimbing anaknya dengan mengucapkan dua kalimat syahadat.

Wanita inipun berjanji tidak akan menikah lagi sampai Anas sudah dewasa. Ia ingin mencurahkan seluruh kasih sayang terbaiknya untuk sang buah hati. Tentu saja tidak sia-sia. Berkat janji yang dia ucapkan untuk dirinya sendiri serta ketekunannya dalam mendidik anaknya di jalan Allah, mengantarkan Anas menjadi orang yang besar dan mulia di kalangannya.

Baca Juga:  Cerita Islami untuk Anak : Kisah Nabi Ibrahim Membuktikan Keberadaan Tuhan (1)

Ummu Sulaim memutuskan supaya Anas pergi kepada Rasulullah agar menjadi pelayannya agar dapat memperoleh pendidikan agama yang baik langsung dari Rasul Allah.

Semua sikap dan kesabaran Ummu Sulaim kepada Anas Ibn Malik banyak didengar oleh banyak orang, termasuk Abu Thalhah, seorang saudagar kaya di zaman itu. Abu Thalhah sangat mengagumi sosok Ummu Sulaim. iapun memutuskan untuk melamar perempuan tersebut.

Namun sayangnya, karena Abu Thalhah masih menjadi kaum yang ingkar, maka Ummu Sulaim menolak lamaran tersebut. Sungguh ini menunjukkan keteguhan imannya yang tidak tergoda dengan gelimang harta sekalipun.

“Tidak pantas orang yang sepertimu akan ditolak wahai Abu Thalhah. Akan tetapi engkau seorang Musrik sedang aku seorang muslimah yang tidak pantas bagiku menikah denganmu. Aku tak ingin emas dan perak. Akan tetapi aku hanya inginkan Islam darimu” ucap Ummu Sulaim.

Seketika pupuslah harapan Abu Thalhah, namun melihat bahwa wanita yang dilamarnya tidak sedikitpun memiliki kesilauan akan harta dunia, makin yakin dirinya untuk mendapatkan wanita tersebut.

Bertanyalah Abu Thalhah kepada Ummu Sulaim, “lantas apa yang kau ingin dariku, supaya aku bisa menikahimu?” Ummu pun menjawab, “Aku hanya menginginkan keislaman dari calon suamiku.”

Maka Abu Thalhah pun memutuskan untuk mendatangi Rasulullah selepas menemui Ummu Sulaim. Dengan kesungguhan hatinya, ia membulatkan diri untuk memeluk Islam.

Saat melihat Abu Thalhah, Rasulullah bersabda, “Telah datang kepada kalian Abu Thalhah yang nampak dari kedua bola matanya semangat keislaman.”

Setelah menjadi seorang muslim, Abu Thalhah pun akhirnya meminta kembali kepada Ummu Sulaim untuk menikahinya. Seketika wanita shalihah tersebut menerima mahar dari Abu Thalhah dan menikah.

Dari Anas bin Malik, diriwayatkan oleh Tasbit bahwa Rasulullah bersabda, “Aku belum pernah mendengar seorang wanita mana pun yang lebih mulia maharnya dari Ummu Sulaim karena maharnya adalah Islam”.

Bagikan Artikel ini:

About Eva Novavita

Avatar of Eva Novavita

Check Also

singgasana sulaiman

Cerita Nabi Sulaiman untuk Anak (3) : Kisah Raja Sulaiman dan Ratu Balqis

Setelah Nabi Daud wafat, kini Nabi Sulaiman meneruskan tahta kerajaan dan memimpin Bani Israil. Seperti …

singgasana sulaiman

Cerita Nabi Sulaiman untuk Anak (2) : Nabi Sulaiman dan Perempuan Korban Pemerkosaan

Sebelumnya sudah diceritakan tentang kecerdasan Nabi Sulaiman dalam memecahkan masalah. Kisah kehebatan Nabi sulaiman tak …