Memelihara Anjing
Memelihara Anjing

Konsultasi Syariah : Hukum Memelihara Anjing

Asalamualaikum Ustadz

Apa hukum memelihara Anjing sebagai Penjaga rumah? Dan kalau seseorang tidak mau memelihara Anjing karena baru tahu hukumnya nah si pemilik anjing tersebut harus bagaimana ustads agar tidak anjingnya tidak terpelihara lagi?

Terima kasih

Walaikum salam

NN, dari Pembaca Islam Kaffah di Fanspage Islam Kaffah


Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh

Para Ahli Fikih sepakat untuk menghukumi tidak boleh (haram) memelihara Anjing kecuali memang karena kebutuhan untuk memeliharanya seperti Anjing Pemburu atau Anjing Penjaga/Pengawal atau Anjing Pelacak dan lain lain dari segi pemanfaatan yang diperkenankan oleh Agama.

Madzhab Malikiyyah berpendapat soal kemakruhan memelihara Anjing selain untuk menjaga tanaman, hewan ternak, atau untuk berburu. Sebagian Ulama’ di kalangan Madzhab Malikiyyah ini ada yang berfatwa tentang kebolehan memelihara Anjing.

مَنِ اتَّخَذَ كَلْبًا إِلاَّ كَلْبَ مَاشِيَةٍ أَوْ صَيْدٍ أَوْ زَرْعٍ انْتَقَصَ مِنْ أَجْرِهِ كُلَّ يَوْمٍ قِيرَاطٌ

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. Bahwa Nabi bersabda: barang siapa memelihara Anjing selain Anjing untuk berburu atau Anjing untuk menjaga binatang ternak, maka pahala kebaikannya akan berkurang satu qirath setiap harinya. HR Muslim No 4114

Berdasarkan hadits tersebut Ibnu Qudamah (dari madzhab Hanabilah) berkata tidak boleh memelihara Anjing untuk tujuan menjaga rumah, namun menurutnya, fatwa ini masih berpeluang besar untuk berubah dari hukum tidak boleh menjadi boleh. Al-Syarh al-Kabir Ma’a al-Mughni, 4/14

Sementara di kalangan Syafi’iyyah berpendapat “Bila kebutuhan memelihara Anjing sudah terpenuhi seperti menjaga dan berburu, maka Pemiliknya berkewajiban melepaskan kepemilikannya terhadap Anjing itu. Mereka menambahkan boleh mendidik anak anjing dengan tujuan seperti yang diperbolehkan di atas”. Al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah 35/125.

Syaikh Dimyathi al-Bikri memaparkan bahwa kebolehan memelihara Anjing hanya sebatas menjaga dan berburu selebihnya tidak boleh. I’anah al-Thalibiin 2/81.

Baca Juga:  Fikih Gender (5) : Persamaan Laki Laki dan Perempuan dalam Ritual Akikah

Kesimpulannya, hukum memelihara anjing boleh jika untuk berburu atau untuk menjaga binatang ternak atau menjaga kebun. Jika tujuannya untuk menjaga rumah, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama’. Pertama, tidak boleh memelihara anjing untuk penjaga rumah karena teks haditsnya memang untuk menjaga tiga hal (menjaga binatang dan tanaman dan berburu).

Kedua, Imam Nawawi dalam Syarah Muslim menerangkan: pendapat yang paling shahih (Ashah)mengatakan boleh memelihara anjing untuk menjaga rumah. Dengan mengqiyaskan (menganalogikan) kepada menjaga tanaman dan binatang ternak. Dengan mengacu kepada titik persamaan (illah) yaitu sama sama dibutuhkan (hajat) yang dapat dipahami dari bunyi hadits itu.

Semoga ulasan ini dapat membantu pertanyaan saudara.

Wallahu a’lam

Wassalamua’alaikum awarhamatullahi wabarakatuh

Pengampu Konsultasi Syariah,

Ust. Abdul Walid, M.H.I, Alumni Ma’had Aly Li al-Qism al-Fiqh Wa Ushulih, Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo

Bagikan Artikel

About Islam Kaffah

Islam Kaffah