hukum Pengacara
Pengacara

Assalamu’alaikum

Kak saya mau tanya apa sih hukumnya kita membela orang yang salah misalnya seperti yang korupsi, melakukan kekerasan dan lain lain. Nah biasanya itu ada pengacara atau kuasa hukum untuk membela orang-orang yang melakukan kesalahan. Mohon dijawab ya kak wassalam

Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh.

Jamaludin Al-Malik Z (Penanya dari Inbox FP Islamkaffah)


Walaikum salam warahmatullahi wabarakatuh

Terima kasih atas pertanyannya, semoga Saudara Jamaludin selalu dalam lindungan dan rahmat Allah dan syafaat Rasulullah.

Membela dan membantu adalah sama dengan memberikan pembebasan fisik dari bahaya. Atau memberikan dukungan fisik dan moral kepada orang lain. Saling membantu (menolong) atau saling membela merupakan anjuran dalam agama.

Namun ada batasan batasan yang tidak boleh dilanggarnya. Allah berfirman :

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya” . al-Maidah:02

Al-Thabari mengatakan bahwa maksud dari “kebajikan” itu adalah melaksanakan perintah perintah Allah. Sementara yang dimaksud dengan “takwa” adalah menjahui larangan larangan Allah.  Dosa menurut al-Thabari adalah meninggalkan perintah Allah. Sementara pelanggaran adalah melampau batas batas yang telah ditentukan oleh Allah dalam agama. Jami’ al-Bayan,9/490

Al-Nasafi memiliki pandangan lain soal tafsir dari dosa dan pelanggaran ini. menurutnya, dosa itu berupaya menekan pihak lain. Sementara pelanggaran itu adalah berusaha menjatuhkan pihak lain. Madarik al-Tanzil, 1/272

Berdasar ayat ini, wajib hukumnya membantu orang lain untuk melakukan ketaatan kepada Allah. Sebaliknya, haram hukumnya membantu orang lain untuk melakukan kemaksiatan kepada Allah atau melakukan hal yang merugikan orang lain.

Nabi bersabda :

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا

Barang siapa yang mengajak orang lain untuk melakukan sebuah petunjuk (kebaikan), maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang mengikuti (melakukan petunjuk itu. Tidak berkurang sedikitpun. Barang siapa yang mengajak orang lain untuk melakukan kesesatan (dalam agama), maka ia akan mendapatkan dosa seperti dosa orang yang mengikuti (melakukan) kesesatan itu. Tidak berkurang sedikitpun. HR. Muslim, 6980

Lalu, pertanyaan berikutnya bagaimana profesi seperti pengacara yang mendampingi kliennya dari kasus korupsi?

Pertama harus kita pahami terlebih dahulu bahwa korupsi adalah tindakan penyelewengan atau penyalahgunaan untuk keuntungan pribadi atau orang lain. Maka dengan demikian, korupsi adalah tindakan melampaui batasan agama. Maka membela seseorang yang melakukan tindakan korupsi adalah tindakan yang salah. Dan itu dilarang oleh agama.  Dan seseorang yang membela atau membantu orang yang melakukan larangan agama, diapun bakal mendapatkan dosa seperti dosa orang yang melakukannya.

Korupsi adalah hal yang konstan terjadi dalam masyarakat dan terjadi di semua peradaban. Korupsi mewujud dalam berbagai bentuk serta menyebabkan berbagai dampak, baik pada ekonomi dan masyarakat luas.

Tentu saja sebagai profesi pengacara dia berangkat dari asumsi bahwa sedang membela kliennya yang terjerat kasus. Kasus hukum perlu dibuktikan apakah dia benar atau salah. Dalam posisi ini pengacara berdiri pada usaha pembuktian kliennya jika memang tidak salah. Pengacara juga mempunyai kode etik dan norma yang juga harus dijalankan.

Korupsi adalah tindakan keliru. Karena berjalan dijalan yang salah. Maka, sebagai Pengacara, seyogianya berhati hati dan harus mengerti dan memahami betul kasus yang akan ditanganinya. Jangan sampai kasus yang dibelanya adalah kasus pelanggaran kepada Agama dan Negara.

Kembali kepada pertanyaan di atas, bagaimana hukum membela orang yang melakukan kesalahan. Hukumnya jelas “haram” karena turut membantu berbiaknya kemaksiatan di muka bumi ini.

Semoga jawaban dari kami bisa membantu pertanyaan anda.

Wallahu a’lam

Wassalamua’alaikum awarhamatullahi wabarakatuh

Pengampu Konsultasi Syariah,

Ust. Abdul Walid, M.H.I, Alumni Ma’had Aly Li al-Qism al-Fiqh Wa Ushulih, Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo