Adakah Etika dan Tata Cara Bersetubuh dalam Islam?

Adakah Etika dan Tata Cara Bersetubuh dalam Islam?

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Selamat sore, saya seorang yang awam, ingin mengetahui apakah ada etika atau tata cara bersetubuh secara Islam, mohon penjelasanya.

Rizki Fauzan – Pancoran, Jakarta Selatan

Waalaikum Salam Warahmatullahi Wabarokatuh

Terimakasih atas pertanyaan yang diajukan oleh saudara Rizki, memang persoalan jimak (bersetubuh) jarang ada yang memperhatikan. Padahal Rasulullah telah memberikan tuntunan bagaimana seharusnya bersetubuh yang baik.

Saya akan coba jelaskan sesuai dengan beberapa dalil yang merujuk pada persoalan jimak (persetubuhan). Seseorang yang telah menikah menjadi halal untuk berhubungan atau bersetubuh, bahkan jimak atau bersetubuh termasuk ibadah.

Adapun perintah Allah SWT untuk mendatangi istri (jimak) terdapat pada surah Al-Baqarah :

نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّىٰ شِئْتُمْ ۖ وَقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ مُلَاقُوهُ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman. (QS. Al-Baqarah : 223)

Baca juga : Ingin Shalat Tahajud, Tapi Suami Minta Berhubungan Seks, Mana Yang Diutamakan?

Menurut pendapat para ulama sependapat dengan Ibnu Hazam bahwa seorang suami hendaknya menggauli istri sedikitnya satu bulan sekali bila ia mampu. Jikalau tidak maka ia telah durhaka kepada Allah SWT atau setidaknya setiap satu kali masa suci (haid) sesuai dengan firman Allah pada surah Al-Baqarah :

فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (QS. Al-Baqarah : 222)

Etika Dan Tata Cara Bersetubuh (Jimak)

1.         Mandi dan Berwudhu

Suami – istri sebelum melakukan hubungan badan (jimak) hendaklah mandi membersihkan badan terlebih dahulu, karena setelah mandi akan menjadi lebih segar, wangi dan menambah gairah dalam bersetubuh. Rasulullah ketika hendak akan berhubungan dengan istrinya selalu mandi membersihkan badannya terlebih dahulu. Ketika Rasulullah mendapatkan pertanyaan, mengapa harus mandi dahulu, beliau menjawab:

Ini adalah lebih suci dan bersih. (HR. Abu Dawud)

2.         Memilih Waktu Yang Tepat Untuk Bersetubuh

Suami – istri yang hendak akan melakukan bersetubuh hendaknya memperhatikan waktu yang tepat, jangan gegabah dengan tidak memperhatikan waktu dan tempat. Imam Syafi’i berkata bahwa waktu yang baik untuk bersetubuh adalah malam Senin, malam Kamis dan malam Jumat, karena Rasulullah melakukan jimak pada malam-malam tersebut. Dan waktu yang ideal untuk melakukan persetubuhan adalah setelah sholat Isya’ atau sesudah Sholat Subuh serta waktu senggang lainya.

Untuk mendapatkan nuansa romantis agar gairah seksual semakin meningkat, sebisa mungkin diatur ruangannya yang rapi dan indah, lampu di temaramkan, memakai harum-haruman sehingga tercipta nuansa romantis.

3.         Memberi Salam Dan Membaca Doa

Banyak pasangan suami – istri ketika hendak melakukan persetubuhan langsung saja tanpa mengucapkan salam dan membaca doa. Hal ini tentu akan mengurangi keberkahan dalam persetubuhan. Maka, hendaknya suami – istri melakukan apa yang di sunnahkan sebelum memulai senggama (bersetubuh). Yakni pertama dahulukan kaki yang sebelah kanan, kemudian mengucapkan: “Assalamualaikum Yaa Babarrahmah” . artinya : “Keselamatan atas kamu wahai pintu rahmat”.

Lalu istri menjawab : “Waalaikum Salam Yaa Sayyidal Aminn”. Artinya : “Keselamatan atas kamu pula, hai tuan yang dipercaya”.

Selanjutnya mengerjakan shalat dua rakaat. Selain itu membaca surat al-Fatihah 3 kali, surat al-Ikhlas 3 kali, membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Saw. 3 kali setelah itu membaca do’a:

اللهم بارك لي في أهلي وبارك لأهلي في اللهم ارزقهم مني وارزقني منهم

وارزقني ألفهم ومودتهم وارزقهم ألفي ومودتي وحبب بعضنا

Ya Allah, limpahkanlah berkah-Mu kepadaku dan kepada keluargaku (istriku), berkahilah keluarga yang berada dalam tanggung jawabku. Ya Allah, limpahkanlah rezeki-Mu kepada mereka melalui tanganku dan limpahkanlah rezeki-Mu kepadaku melalui mereka. Limpahkanlah pula rezeki-Mu kepada mereka atas kerukunan serta kecintaan kami dan semoga Engkau menumbuhkan rasa cinta di antara kami.

Setelah sholat dan berdoa, kemudian suami menghadap istrinya dan memberi salam kepadanya, tangannya diletakkan di atas ubun-ubun istrinya, kemudian berdoa dengan do’a berikut:

اللهم إني أسألك خيرها وخير ما جبلتها عليه وأعوذ بك من شرها وشر ما جبلتها عليه

 Ya Allah, aku memohon kebaikan istriku kepada-Mu dan kebaikan tabiat yang telah Engkau tabiatkan kepadanya. Dan aku berlindung kepada Engkau dari kejelekan istriku dan kejelekan tabiat yang telah Engaku tabiatkan kepadanya.

4.         Membuka Pakaian Dan Satu Selimut Dengan Istri

Salah satu etika dalam bersetubuh adalah suami tidak menyetubuhi istrinya masih menggunakan pakaian. Suami sebaiknya melepaskan semua pakaian yang melekat di tubuh, namun tidak lantas serta merta bertelanjang bulat. Tutupilah tubuh dengan satu selimut untuk berdua. Rasulullah bersabda:

Apabila salah seorang diantara kalian mendatangi (bersetubuh) dengan istrinya, maka hendaklah keduanya menutup (tubuh) dan jangan telanjang bulat seperti (persetubuhan) dua ekor keledai. (HR. Ibnu Majah)

Di hadis yang lain nabi bersabda :

Apabila salah seorang di antara kalian bersetubuh dengan istrinya hendaklah jangan langsung telanjang seperti telanjangnya dua ekor keledai. Dan hendaklah ia memulainya dengan bercumbu rayu dan ciuman. (HR. Ibnu Majah)

5.         Bermesraan Dan Bercumbu Rayu

Suami-istri yang hendak melakukan persenggamaan sebaiknya didahului dengan senda gurau, bermain-main, bermesraan dengan sesuatu yang diperbolehkan, misalnya meraba-raba payudara, meremas-remas payudara, memainkan puting payudara, mengulum puting payudara, merangkul, mengecup leher dari depan hingga belakang, mencium pipi, kening, payudara hingga perut, dan semua anggota tubuh istri.

Nabi bersabda :

Janganlah sekali-kali ada seorang di antara kalian yang bersenggama bersama istrinya, sebagaimana yang dilakukan oleh hewan. Sebaiknya di antara keduanya menggunakan suatu perantara. Ditanyakan kepada Nabi, “Apa yang dimaksud dengan perantara itu? “Nabi menjawab “Yaitu mencium dan bercakap-cakap dengan bahasa yang indah-indah”. (HR. al-Dailami)

Untuk mengawali, suami hendaknya mengulurkan tangan pada istrinya dan hendaklah sang istri menyambut uluran tangan suami sambil berdoa:

“Rodhitubillahi Rabba” artinya : Aku telah ridha Allah sebagai Tuhanku

Selanjutnya suami mencium ubun-ubun istri. Dan sertailah ciuman tersebut dengan menyebut Asma Allah sebagi berikut : “Ya Latif, Allah Nurin Syahida Nuru ala man Yasya’”  Artinya : wahai Dzat Yang Maha Halus, cahaya Allah di atas segala cahaya. Cahaya itu telah menerangi siapa saja yang dikehendaki-Nya.

Rangsangan selanjutnya ke daerah tubuh yang erotis, mintalah istri untuk melepaskan pakaian, serta bantulah untuk menanggalkan BH sehingga akan nampak dihadapan indahnya dua buah payudara yang ranum, montok dan padat berisi yang tentu akan membuat suami semakin bergairah untuk melakukan persengamaan. Kemudian ciumlah secara halus dan perlahan celah diantara dua buah payudara istri, teruskan secara perlahan dan halus bergeser sedikit demi sedikit kebawah tepat di ulu hatinya, lalu bacalah : “Ya Hayyu Ya Qoyyum” artinya : Wahai Dzat Yang Maha Hidup, Wahai Dzat Yang berdiri pada dirinya sendiri.

Kemudian lanjutkanlah dengan mengecup, mencium buah dadanya yang telah mengeras dan menggunung bergantian yang kiri dan yang kanan sambil mempermainkan puting susu sambil membaca kalimat Syahadat.

Ciuman secara perlahan dilanjutkan dengan mengulum dan meremas secara lembut payudara, sehingga istri akan menggelinjang merasakan kenikmatan yang luar biasa. Lalu lanjutkanlah secara perlahan kecup dan raba daerah-daerah erotis lainya yang akan membuat istri mendesah merasakan nikmat sampai istri benar-benar telah siap untuk jimak.

6.         Membaca Do’a Saat Memulai Jimak

Setelah melakukan mula’abah (foreplay) dilakukan dengan nikmat di antara suami – istri dan gairah seksual di antara keduanya telah bergelora, penis suami mulai ereksi, membesar, menegang dan memanjang, begitu pula istri vagina nya sudah mulai basah dengan keluarnya lendir sebagi pelicin alami, maka jimak telah siap dimulai. Suami hendaknyalah mengarahkan penisnya yang telah menegang dan mengeras ke arah vagina yang memang telah siap menunggu untuk dimasuki, sementara istri menyambutnya dengan memegang penis yang telah mengeras tersebut untuk diarahkan lalu dibimbing masuk ke dalam vagina sambil membaca basmalah dan mengucapkan doa :

بسم الله اللهم جنبنا الشيطان وجنب الشيطان ما رزقتنا

Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan, dan jauhkanlah setan dari sesuatu yang telah Engkau rezekikan kepada kami.

7.         Membaca Hamdalah Dan Berdoa Ketika Ejakulasi

Setelah melalui serangkaian foreplay hingga jimak dan pada puncak kenikmatan (orgasme), maka suami menekan dan memasukkan batang penisnya dan istri langsung menyambut tusukan penis yang siap menyemprotkan air sperma yang sebentar lagi akan menimbulkan kenikmatan yang tiada tara tersebut dengan mengangkat pantat dan pinggulnya ke atas sampai terasa begitu dalam masuknya penis suami dan pada saat puncak kenikmatan (orgasme) hendaklah berdoa dalam hati jangan menggerakkan bibir :

الحمد لله االذي خلق من الماء بشرا فجعله نسبا و صهرا وكان ربّك قديرا

Segala puji bagi Allah yang menjadikan manusia dari air (sperma), lalu Dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan keluarga. Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Kuasa.

Kenikmatan orgasme yang dirasakan secara bersamaan luar biasa tiada tara, kenikmatan tersebut akan terasa sampai menjalar keseluruh tubuh, menggetarkan hati sanubari. Setelah dirasa penis telah tuntas menyemprotkan sperma, maka berdasarkan kesepakatan antara suami – istri, penis dapat dicabut secara perlahan dan masih akan terasa nikmatnya gesekan antara penis dan vagina. Lalu berdoa’a :

 

اللهم ان كنت خلقت خلقا في بطن هذه المراة فكونه ذكرا وسمه احمد بحق محمد رب لاتذرني فردا وات خير الوارثين

Ya Allah, apabila Engkau menjadikan makhluk di dalam perut wanita ini, maka jadikanlah ia seorang laki-laki dan akan aku beri nama Ahmad atas hak Muhammad Saw. Ya Allah, janganlah Engkau tinggalkan aku sendirian, karena Engkau adalah sebaik-baik Dzat yang mewariskan.

Demikianlah penjelasan yang dapat saya kemukakan berdasarkan beberapa dalil, semoga dengan penjelasan ini dapat menambah pengetahuan kita semua.

Wallahua’lamu Bishowab

Comment

LEAVE A COMMENT