ka'bah bangunan tertua

Para ulama sepakat bahwa rumah ibadah yang mula-mula dibangun untuk manusia di planet bumi adalah Ka’bah (Baitullah) di kota suci Makkah, Allah berfirman:

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ (٩٦)

Terjemah Arti: “Sesungguhnya rumah yang pertama dibangun untuk manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia” (QS. Ali Imran: 96).

Tokoh besar tafsir dunia As-Sudi setelah membaca ayat di atas menegaskan bahwa Ka’bah adalah bangunan pertama yang diletakkan di muka bumi secara mutlak. Tetapi berbeda beberapa riwayat yang memastikan penanggung jawab pertama membangun Ka’bah kuno tersebut.

Namun, kita sudah cukup jelas berdasarkan ayat ke-96 surah Ali Imran di atas dan beberapa Hadits nabi (Lihat: Kitab-kitab Sunnah), bahwa pihak yang pertama kali membangun Ka’bah atau Baitullah tersebut adalah malaikat, yaitu persis setelah diciptakan langit dan bumi oleh Allah SWT,  sebagai persiapan menunggu kedatangan manusia pertama, Adam as. Dan malaikat-lah yang pertama kali tawaf mengelilingi Baitullah usai meletakkanya pada posisinya yang ada sekarang, kemudian runtuh dan lenyap pondasinya secara keseluruhan ketika terjadi banjir besar pada jaman nabi Nuh as sekitar abad ke-30 SM. 

Sehingga akhirnya dibangun kembali pondasinya oleh nabi Ibrahim as dan putranya nabi Ismail as , atas perintah Allah SWT, yaitu sekitar akhir abad ke-17 SM, yang dikhususkan untuk tawaf, i’tikaf, shalat, haji dan umrah. Selanjutnya dijadikan oleh umat Islam sebagai tempat shalat dan kiblat, baik oleh yang domisili di kota Makkah maupun yang berada jauh dari berbagai penjuru dunia. 

Sejarah Rekonstruksi Ka’bah (Baitullah)

Dalam sejarah modern diketahui bahwa Baitullah pernah beberapa kali mengalami keruntuhan karena pengaruh usia dan faktor alam. Di dalam buku sejarah al-Fakihi dan sesudahnya al-Azraqi, keduanya menyebutkan: Bahwasanya Ka’bah pernah runtuh lalu dibangun oleh bangsa Jurham dari keturunan nabi Ismail bin Ibrahim as. Ka’bah lalu dibangun lagi oleh bangsa Quraisy bersama dengan pemuda Muhammad SAW pada tahun ke-16 sebelum hijrah. 

Selanjutnya berturut-turut dibangun oleh Abdullah bin az-Zubair (64 H), al-Hajjaj (74 H), dan terakhir adalah Sultan Murad bin Ahmad al-Othmani (1039 H). Maka bangunan inilah yang masih bertahan sampai sekarang. Adapun mesjidil haram telah mengalami pembangunan pesat dan beberapa kali perluasan yang menakjubkan yang dilakukan oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan masih terus berlangsung hingga kini. 

Meskipun demikian, tidak mengurangi status Ka’bah sebagai rumah pertama dibangun di atas permukaan bumi secara mutlak, sebagaimana hadits dari Abu Zar ra bertanya: Wahai rasulullah! Mesjid mana yang pertama kali dibangun? Nabi SAW bersabda: “Mesjidil Haram”; Abu Zar bertanya lagi: Setelah itu mesjid mana lagi? Nabi bersabda: “Mesjid al-Aqsha”; lalu bertanya lagi: Berapa tahun jarak antara keduanya? Nabi bersabda: “Empat puluh tahun,,,,” (Lihat: Sunan Ibn Majah).