hawa nafsu
hawa nafsu

Lakukan 2 Cara Ini agar Menang Melawan Nafsu

Setiap manusia yang diciptakan pasti memiliki nafsu. Bohong jika ada seorang manusia yang mengatakan ia tak punya hawa nafsu. Karena makhluk Allah yang tak punya nafsu hanyalah malaikat. Allah memang memberikan setiap manusia ujian, yang berupa nafsu. Maka sebagai manusia, kita harus terus lulus menjalankan ujian (melawan nafsu) setiap harinya.

Nafsu yang dimaksud disini ialah keinginan khayawaniyah (sifatnya duniawi dan merusak) yang Allah tancapkan kepada hamba sesuai dengan firman Allah SWT surat Yusuf ayat 53

وَمَآ اُبَرِّئُ نَفْسِيْۚ اِنَّ النَّفْسَ لَاَمَّارَةٌ ۢ بِالسُّوْۤءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْۗ اِنَّ رَبِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

“Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang”

Dilihat dari ayat di atas, memang umumnya nafsu itu sifatnya merusak dan mendorong untuk berbuat maksiat. Nafsu pun ada yang baik atau yang diberi rahmat oleh Allah. Misalnya kita ingin terus beribadah dan berbuat baik kepada orang lain, maka Allah merahmati nafsu yang ada pada kita untuk mendorong merealisasikan keinginan kita tersebut dengan cara baik pula. Istilah al-Gazhali disebut nafsu muthmainnah (nafsu yang tenang) yang bisa dikendalikan untuk menstimulus berbuat kebaikan.

Nafsu berbeda dengan keinginan. Setiap manusia juga memiliki keinginan. Ingin kaya, ingin pintar, ingin punya pasangan hidup dan keinginan-keinginan manusiawi lainnya. Nah, jika kita tak memiliki keimanan yang kuat kepada Allah dan jarang taat kepadaNya, maka nafsu jahatlah yang nantinya akan mendorong manusia melakukan cara-cara yang merusak atau buruk untuk merealisasikan keinginannya. Karena kita kalah melawan nafsu. Nafsu jahat (Imam Gazhali menyebutnya nafsu amarah) inilah yang sering menang melawan hati, pikiran dan iman kita yang lemah.

Baca Juga:  Sambut Ramadhan, Teladanilah Salafus Shalih dalam mengisi Ramadhan

Nafsu di atas harus terus menerus ditundukkan. Melawan nafsu adalah jihad terbesar, ini kata nabi SAW. Apabila kita selalu ikut apa kata nafsu, maka yang terjadi selanjutnya adalah perbuatan dosa atau maksiat, yang itu Allah tak menyukainya. Oleh karenannya, hal ini tak boleh terus-terusan terjadi. Perlu adanya perlawanan melawan nafsu yang ada pada diri kita masing-masing.

2 Cara Jitu Melawan Nafsu

Untuk melawan nafsu, maka perlu cara jitu untuk mengalahkannya. Karena bagaimanapun nafsu akan terus muncul jika ada kesempatan. Maka cara ini memang harus terus diistiqomahkan agar tidak ada kesempatan nafsu jahat itu muncul lagi. Salah satu ulama’ yang pernah memberikan solusi atau cara jitu melawan hawa nafsu adalah Syekh Abdul Wahhab asy-Sya’rani. Beliau merekomendasikan dua cara dalam kitab al-Minahus Saniyyah, yakni.

1. Berpuasa. Ya, cara pertama melawan nafsu adalah dengan puasa. Berpuasa disini bisa dengan menjalankan puasa-puasa sunnah. Karena orang yang berpuasa itu membuat nafsu yang ada pada diri seseorang menjadi lemah. Nah, dalam kondisi ini, bisa kita gunakan untuk beramal baik seperti membaca al-Qur’an, berdzikir dan lain sebagainya. Hal ini diperlukan agar keimanan kita menjadi lebih kuat ketika kita sedang tidak berpuasa.

Secara luas, berpuasa pula dapat diartikan menahan diri dari berbagai keinginan-keinginan yang tak terlalu penting, yang itu jika didorong oleh nafsu akan berakibat fatal. Meskipun halal, mencegah diri misalnya dari keinginan baju baru yang lebih mewah dari yang sudah ada termasuk cara kita untuk menguasai nafsu.

Contoh lainnya: menyisihkan harta untuk membantu orang lain yang butuh ketimbang untuk membeli perhiasan, dan sejenisnya. Sikap-sikap seperti ini dalam jangka panjang akan menjauhkan hati manusia dari sikap tamak, mau menang sendiri, egois, dan lain sebagainya.

Baca Juga:  Kisah Para Ulama Ahli Ziarah Kubur, Masihkah Diragukan Kesunnahannya?

2. Mengurangi tidur. Melawan nafsu yang kedua ini bukan berarti kita harus begadang dengan berbagai macam kegiatan yang mubazir. Tidur yang berlebih, sebagaimana juga makan yang kebanyakan, bisa menjadi sesuatu yang menutup kejernihan kita dalam menerima cahaya rahmat Allah. Mengurangi tidur berarti bergiat bangun menunaikan shalat malam, memperbanyak dzikir, serta bermunajat kepada Allah, dan kegiatan-kegiatan “berat” lainnya.

Rasululah SAW bersabda:

: عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ ، فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ ، وَهُوَ قُرْبَةٌ إِلَى رَبِّكُمْ ، وَمَكْفَرَةٌ لِلسَّيِّئَاتِ ، وَمَنْهَاةٌ لِلإِثْمِ

“Laksanakanlah qiyamul lail (shalat malam) karena ia merupakan kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian, mendekatkan kepada Rabb kalian, menghapus dosa-dosa kalian, dan menjauhkan kalian dari berbuat dosa.” (HR at-Tirmidzi)

Bisa dikatakan, nafsu ibarat hewan beringas dan nakal. Untuk menjinakkannya, menjadikan hewan itu lapar dan payah merupakan pilihan strategi yang efektif. Selama proses penundukkan itu, nafsu mesti disibukkan dengan hal-hal positif agar semakin jinak dan tidak buas.

Semoga kita dikaruniai kekuatan untuk senantiasa bertobat, tak terbuai dengan kenikmatan yang fana, sadar akan kewajiban sebagai hamba, dan kelak meraih kebahagiaan hakiki berjumpa dengan Allah SWT.

Bagikan Artikel ini:

About M. Alfiyan Dzulfikar

Avatar of M. Alfiyan Dzulfikar

Check Also

penyebab doa tidak terkabulkan

4 Penyebab Doa Tidak Terkabulkan Menurut Hadist Nabi Muhammad SAW

Doa itu termasuk salah satu ibadah yang sakral, namun unik. Sakralnya, dengan doa kita seakan …

mempelajari sejarah nabi

Faedah-Faedah Mempelajari Sejarah Nabi Muhammad SAW

Mempelajari sejarah adalah upaya untuk mengetahui apa saja yang ada pada waktu lampau tertentu. Misalnya …