Aksi Naved Durrni saat menyerang pasangan Muslim di kota Queens New York
Aksi Naved Durrni saat menyerang pasangan Muslim di kota Queens New York

Lakukan Serangan Anti-Muslim, Pria di New York Didakwa Pasal Kejahatan Rasial

New York – Kejaksaan Distrik Queens, New York, Amerika Serikat, mendakwa seorang pria dan menjerat seorang pria dengan pasal kejahatan rasial. Pria bernama Naved Durrni (30 tahun) melakukan serangan anti-Muslim, pelecehan, dan kepemilikan senjata saat ia menyerang fisik dan verbal terhadap Muslim di kota Queens.

Pihak berwenang mengatakan Durrni menyerahkan diri pada Selasa setelah melihat dirinya di siaran berita tentang penyelidikan. Akan tetapi sampai sekarang belum diketahui apakah dia mengajukan pembelaan selama dakwaannya. Pengacaranya Ammar Chatha tapi dia tidak berkomentar. Durrni tetap dalam tahanan dan akan kembali ke pengadilan pada 17 Agustus.

Departemen Kepolisian New York mengatakan dugaan kejahatan rasial terjadi selama sekitar lima pekan. Durrni dituduh mengikuti Muslim di Queens, meneriakkan pernyataan anti-Muslim, memukulnya, dan melarikan diri.

“Seperti yang dituduhkan, terdakwa menyerang dan mengintimidasi korban karena keyakinan mereka. Jenis kebencian itu tidak akan ditoleransi di Queens County di mana keragaman kami adalah kekuatan terbesar kami,” kata Jaksa Distrik Queens Melinda Katz dalam rilis berita, dilansir CNN via laman republika.co.id, Jumat (30/7/2021).

Dalam pernyataannya, kantor kejaksaan mengungkpakan serangan Durrni dibagi menjadi tiga insiden. Pada 20 Juni sekitar pukul 21.15 malam, Durrni diduga mengikuti seorang pria berusia 31 tahun dan wanita 24 tahun di Queens dan membuat makian anti-Muslim.

Durrni diduga menarik jilbab wanita itu, menyuruhnya melepaskan jilbabnya, dan memukul lengannya. Namun, wanita itu tidak melepaskan jilbabnya dan memukul punggung pria itu.

Satu jam setelah serangan, Durrni diduga mengikuti seorang pria berusia 64 tahun dan seorang wanita berusia 56 tahun di Queens. Dia juga meneriakkan ejekan anti-Muslim sebelum meninju wajah dan kepala wanita itu beberapa kali. Akibat serangan tersebut, wanita itu menderita patah hidung dan luka di kepala dan wajahnya sehingga ia dibawa ke rumah sakit setempat untuk mendapat perawatan.

Baca Juga:  Jadi Kluster baru, Kemenag Blitar Imbau Suluk Tharegah Terapkan Protokol Kesehatan.

Beberapa pekan kemudian, Durrni diduga menabrak seorang wanita berusia 38 tahun yang mengenakan pakaian Muslim. Lagi-lagi dia meneriakkan kata-kata anti-Muslim ke wanita tersebut. Bahkan, dia juga mengeluarkan pisau saat wanita itu mencoba menelepon 911. Jika terbukti bersalah, Durrni bisa divonis delapan tahun penjara.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Ali Kalora

Pentolan Teroris Mujahidin Indonesia Timur Ali Kalora Tewas Ditembak Satgas Madago Raya

Palu – Setelah melakukan perburuan intensif, Satgas Madago Raya akhirnya berhasil menembak mati tokoh teroris …

Dr Adnan Anwar

Silaturahmi Nasional Penting Sebagai Sarana Tabayyun Dalam Menjaga NKRI

Jakarta – Dalam konteks berbangsa dan bernegara, persaudaraan tidak hanya dibangun atas dasar persamaan keyakinan, …