demi masa
demi masa

Makna Sumpah Allah “Demi Masa”

“Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur”. (al Furqan: 62).

Makna ayat ini, seperti termaktub dalam tafsir al Thabari, Allah hendak mengingatkan kepada umat Islam bahwa siang dan malam yang selalu datang silih berganti memberikan kesempatan untuk melakukan amal kebaikan pada salah satunya. Amal kebaikan yang tidak sempat dilaksanakan pada malam hari hendaklah dilakukan pada siang hari. Demikian juga sebaliknya. Pengertian yang sama dijelaskan dalam Tafsirnya Ibnu Katsir dan Tafsir al Wasith li Thanthawi.

Lebih jauh, Allah sebenarnya mengingatkan supaya tidak menyia-nyiakan umur yang diberikan kepada kita. Dalam ayat-ayat yang lain Allah seringkali bersumpah atas nama masa atau waktu; demi masa, demi waktu dhuha, demi malam dan seterusnya.

Sumpah-sumpah Allah ini merupakan alarm peringatan supaya tidak menyia-nyiakan umur yang diberikan. Keuntungan dan kerugian ditentukan oleh waktu yang kita jalani. Apakah kita termasuk orang yang beruntung atau celaka sangat ditentukan oleh seberapa optimal memanfaatkan waktu untuk mengerjakan amal kebaikan.

Allah mengajak kita semua untuk menghitung berapa lama umur kita di dunia dan diisi dengan kegiatan apa? Rata-rata umur umat Nabi Muhammad, seperti dijelaskan sendiri oleh beliau dalam sebuah hadis riwayat Imam Turmudzi berkisar antara 60-70 tahun.

Perhitungannya, kalau seseorang berumur 60 tahun; 20 tahun dari umurnya tersebut digunakan untuk tidur dengan hitungan satu hari rata-rata tidur selama 8 jam, 15 tahun sebelum baligh dan 5 tahun untuk makan dan minum. Otomatis sisa waktu dari umurnya adalah 20 tahun. Dengan demikian, hakikinya hanya hidup selama 20 tahun. Pertanyaannya, sisa waktu selama 20 tahun tersebut digunakan untuk apa?

Baca Juga:  Agar Sedekah Kita Tidak Sia-sia (2): 4 Cara agar Rezeki Menjadi Berkah

Tentu kita bisa menghitung sendiri berapa waktu yang digunakan untuk ibadah dan amal kebaikan, serta berapa waktu yang digunakan untuk hal-hal yang tidak berguna; permainan, maksiat dan lain-lain. Kemudian ditotal harapan tahun ibadah kita kepada Allah?

Inilah makna sumpah Allah; demi masa, demi malam, demi waktu dhuha dan seterusnya. Tidak lain tujuannya supaya kelak setelah meninggalkan dunia kita membawa bekal yang cukup sehingga hidup bahagia di akhirat. Karenanya, mari renungkan seberapa banyak waktu yang terbuang percuma dan berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk kemaksiatan dan perbuatan dosa? Jawabannya ada diri kita masing-masing.

Bagikan Artikel ini:

About Khotibul Umam

Avatar of Khotibul Umam
Alumni Pondok Pesantren Sidogiri

Check Also

pesan nabi menjelang ramadan

Pesan Nabi Menyambut Ramadan

Bulan Ramadan, atau di Indonesia familiar dengan sebutan Bulan Puasa, merupakan anugerah yang diberikan Allah …

imam ahmad bin hanbal

Teladan Imam Ahmad bin Hanbal; Menasehati dengan Bijak, Bukan Menginjak

Sumpah, “demi masa”, manusia berada dalam kerugian. Begitulah Allah mengingatkan dalam al Qur’an. Kecuali mereka …