mandi bersama anak
mandi bersama anak

Mandi Bersama Anak Menambah Keakraban, Tapi Tutup Auratmu!

Di Indonessia, banyak orang tua yang terbiasa mengajak anak-anak mereka yang masih kecil untuk mandi bersama. Beberapa dari mereka malah memperbolehkan anak-anak untuk mandi bareng bersama saudara kandungnya atau bahkan teman sebayanya. Momen itu dianggap mengakrabkan dan memberikan pelajaran terhadap anak.

Salah satu tujuan lain, mungkin tujuan mereka para orang tua ini ialah untuk mulai mengenalkan anggota tubuh manusia termasuk kelamin. Dalam kegiatan mandi bersama orang tua juga memang bisa memberikan edukasi pentingnya kebersihan badan dan juga kelamin. Namun, bukan berarti mandi bersama sama-sama melepas seluruh pakaian tanpa sehelaipun.

Dalam Islam bahwa Batasan aura tantara laki-laki dan perempuan sudah dijelaskan khususnya kepada yang bukan mahram. Begitu pula antara aurat perempuan kepada perempuan lain atau laki-laki kepada laki-laki. Misalnya, salah satu hadits, hadis yang diriwayatkan oleh Jurhud al-Aslamiy, ia berkata, “Rasulullah SAW duduk di antara kita dan paha saya terbuka, kemudian beliau bersabda, ‘Ketahuilah bahwa paha adalah aurat.” (Ditahrijkan oleh Abu Dawud  dan at-Tirmiziy, dari Jurhud al-Aslamiy). Artinya aurat bukan hanya berlaku kepada sesama jenis tetapi juga kepada sesama jenis.

Persoalannya, bagaimana dengan orang tua kepada anak, khususnya seorang ibu yang banyak berinteraksi dengan anak? Dalam pandangan Islam, telanjang meskipun dengan anaknya yang belum baligh atau sudah baligh tetap tidak diperbolehkan. Al-Quran memberikan petunjuk sangat jelas :

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kalian miliki, dan orang-orang yang belum baligh di antara kalian, meminta izin kepada kalian tiga kali (dalam satu hari), yaitu: sebelum shalat subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah shalat Isya’. (Itulah) tiga ‘aurat bagi kalian. Tidak ada dosa atas kalian dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kalian, sebahagian kalian (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kalian. dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. An-Nur: 58).

Baca Juga:  Sempurnakan Idul Fitri dengan Puasa Syawal Enam Hari, Inilah Keutamaannya

Penunjukan waktu tersebut mengisyaratkan bahwa ada waktu-waktu tertentu yang biasanya orang tua di dalam kamar tidak menutup aurat secara penuh. Dalam kondisi ini, anak diperintahkan untuk izin terlebih dahulu padanya. Dan itu merupakan waktu-waktu seorang berpakaian seadanya. Artinya, ada aurat yang juga harus dijaga walaupun depan anak-anak.

Menutup aurat depan anak memang berbeda dengan selain mahram. Tetapi tidak serta berarti orang tua bisa membuka aurat dengan ekstrem apalagi tidak menutup sehelai pun sekalipun itu anak masih belum baligh. Karena itulah, bagian dari Pendidikan untuk menutup aurat kepada anak.

Karena itulah, alasan mengabkrabkan diri dengan anak melalui mandi bersama tentu bisa dibenarkan sebatas masih menutup aurat yang boleh ditampilkan pada mahram. Tetapi, bukan berarti harus mandi bersama anak tanpa sehelaipun.

Bagikan Artikel ini:

About Rufi Tauritsia

Avatar of Rufi Tauritsia

Check Also

ka'bah

Ka’bah sebagai Pusat Bumi dan Aktifitas Energi Manusia, Inilah Faktanya!

Ka’bah merupakan tempat paling sakral dan paling suci bagi umat muslim. Dalam menjalankan ibadah shalat, …

makanan

Tanpa Disadari Doa Tidak Terkabul karena Salah Makan, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Persoalan konsumsi dalam Islam bukan sekedar murni tentang Kesehatan. Umat Islam harus berhati-hati dalam menyeleksi …