waktu imsak
waktu imsak

Masih Bolehkah Makan Sahur Setelah Waktu Imsak?

Saat makan sahur, tiba-tiba terdengar peringatan “imsak” dari masjid atau musholla. Apa yang kita lakukan? Meneruskan makan sahur atau berhenti karena takut puasanya batal?

Telah maklum, kurang lebih sepuluh menit sebelum waktu subuh, adalah waktu imsakiyah. Secara bahasa imsak berarti menahan. Dalam konteks puasa, imsak adalah menahan diri untuk tidak melakukan semua yang membatalkan puasa. Kalau demikian, apakah imsak sepuluh menit sebelum subuh adalah dimulainya ibadah puasa atau hanya sekedar tindakan kehati-hatian?

Untuk menjawab pertanyaan ini lebih dulu harus mengetahui kapan awal ibadah puasa dimulai dan kapan akhirnya.

Imam Ali bin Muhammad al Mawardi dalam kitabnya Iqna’ menjelaskan, waktu ibadah puasa adalah dimulai sejak terbitnya fajar kedua sampai terbenamnya matahari. Namun demikian, untuk kesempurnaan ibadah puasa umat Islam dianjurkan imsak sedikit lebih awal sebelum terbitnya fajar dan menunda sejenak berbuka puasa supaya imsak (menahan diri dari yang membatalkan puasa) sempurna.

Dalam kitab al Fiqhu al Manhaji karya Musthofa al Khin dijelaskan, definisi puasa secara syara’ adalah menahan diri dari yang membatalkan puasa sejak terbit fajar (waktu subuh) sampai tenggelamnya matahari (waktu maghrib) disertai dengan niat.

Syaikh Zainuddin al Malibari dalam kitabnya Fathul Mu’in menjelaskan, seseorang boleh makan (sahur) apabila berdasarkan ijtihadnya menduga malam masih belum berakhir, atau berdasarkan kabar dari orang lain. Demikian juga, boleh makan (sahur), apabila ia ragu apakah sudah terbit fajar atau belum karena yang diperhatikan adalah tetapnya malam. Tetapi dalam kondisi seperti ini makan sahur hukumnya makruh.

Beda halnya kalau seseorang menyampaikan kepadanya bahwa fajar telah terbit, maka ia harus mempercayai orang tersebut sekalipun orang fasik yang diduga kuat kejujurannya. Artinya, tidak boleh makan sahur, kalau tetap dilakukan maka puasanya batal.

Baca Juga:  Shalat Berbakti kepada Orang Tua? Inilah Shalat Birrul Walidain dan Tatacaranya

Dari penjelasan ini bisa disimpulkan, bahwa yang dimaksud imsak secara syar’i (hakiki) adalah menahan diri dari yang membatalkan puasa sejak terbitnya fajar (masuk waktu shalat subuh) sampai terbenamnya matahari (masuk waktu maghrib).

Sedangkan imsak sesaat sebelum masuk waktu shalat subuh hanya tindakan preventif (kehati-hatian). Karenanya, makan minum masih diperbolehkan karena fajar atau waktu masuk shalat subuh belum tiba.

Tetapi, tentu lebih baik baik menghentikan makan sahur sesaat sebelum waktu shalat subuh masuk sebagai tindakan kehati-hatian. Jadi, pada dasarnya para ulama membuat aturan imsak sesaat sebelum masuk waktu shalat subuh adalah hanya semata-mata ikhtiyath (hati-hati), bukan imsak secara syar’i.

 

 

Bagikan Artikel ini:

About Faizatul Ummah

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo

Check Also

Allah mengabulkan doa

Cara Allah Mengabulkan Doa Hambanya

Apakah semua doa hamba kepada Rabbnya akan dikabulkan? Kita harus yakin bahwa doa yang kita …

puasa syawal

Istri Puasa Sunnah Syawal, Tetapi Suami Tidak Mengizinkan?

Sebagaimana maklum diketahui, puasa Ramadhan ditambah puasa sunnah enam hari bulan Syawal pahalanya sama seperti …