sejarah puasa
sejarah puasa

Mau Bayar Fidyah Puasa Ramadan? Inilah Niatnya

Telah maklum, bagi yang berhalangan berpuasa di bulan Ramadan harus menggantinya selepas bulan suci. Cara mengganti bolong puasa Ramadan ini ada dengan cara di qadha’, bayar fidyah dan kaffarat.

Di sini penulis hanya terfokus pada fidyah. Niatnya, ukurannya dan kepada siapa harus disalurkan.

Dalam bahasa Arab fidyah berarti tebusan. Sedang secara fikih (istilah) adalah denda yang harus dibayar sebagai tebusan karena meninggalkan kewajiban atau melakukan larangan.

Dalam kitabnya al Lubab, Al Mahamili mengklasifikasi fidyah menjadi tiga. Yakni fidyah satu mud, fidyah dua mud dan dam (menyembelih hewan).

Yang berkaitan dengan puasa Ramadan adalah fidyah satu mud. Kewajiban ini dibebankan kepada orang tua renta yang tidak sanggup berpuasa di bulan Ramadan, orang sakit parah, wanita hamil dan wanita menyusui yang khawatir terhadap kesehatan bayi atau janin yang sedang dikandung, orang yang meninggal dunia dan pernah tidak puasa Ramadan tanpa udzur dan orang yang mengakhirkan qadha’ Ramadan sampai Ramadan berikutnya.

Niat Fidyah

Sebagaimana zakat dan kaffarat, fidyah juga mengharuskan niat karena termasuk ibadah yang terkait dengan harta (ibadah maliyah). Apakah niat disini hukumnya wajib?

Imam Ramli dalam fatawanya menjelaskan, fidyah wajib niat sebab termasuk ibdah harta seperti zakat dan kaffarat.

Niat ketika akan membayar fidyah adalah sebagai berikut:

Niat Fidyah untuk orang sakit dan tua renta:

نويت أن أخرج هذه الفدية لإفطار صوم رمضان فرضا لله تعالى

Nawaitu an ukhrija hadzihil fidyata liifthari shaumi Ramadana Fardhan lillahi ta’ala.

Artinya : “Aku niat mengeluarkan fidyah ini karena tidak puasa di bulan Ramadan fardhu karena Allah”.

Niat fidyah untuk wanita hamil dan menyusui:

نويت أن أخرج هذه الفدية عن إفطار  صوم رمضان للخوف على ولدي فرضا لله تعالى

Baca Juga:  Viral Imam Serukan Wajib Rapatkan Shaf Shalat, Bagaimana Hukum Sebenarnya?

Nawaitu an ukhrija hadzihil fidyata ‘an ifthari shaumi Ramadana lil khaufi ‘ala waladiy fardhan lillahi ta’ala

Artinya : “Aku niat mengeluarkan fidyah ini sebab tanggungan berbuka puasa karena khawatir kepada anakku (bayiku) fardhu karena Allah”.

Niat fidyah bagi orang yang telah meninggal (dibayarkan oleh ahli warisnya):

نويت أن أخرج هذه الفدية عن صوم رمضان فلان بن فلان فرضا لله تعالى

 Nawaitu an ukhrija hadzihil fidyata ‘an shaumi Ramadani Fulan bin Fulan fardhan lillahi ta’ala

Artinya : “Aku niat mengeluarkan fidyah ini dari tanggungan puasa Ramadan untuk Fulan bin Fulan (menyebut nama yang bersangkutan dalam hati) fardhu karena Allah”.

Niat fidyah karena belum qadha’ puasa Ramadan sampai tiba Ramadan berikutnya:

نويت أن أخرج هذه الفدية عن تأخير قضاء رمضان فرضا لله تعالى

Nawaitu an ukhrija hadzihil fidyata ‘an ta’khiri qadha’a Ramadana fardhan lillahi ta’ala

Artinya : “Aku niat mengeluarkan fidyah ini karena terlambat mengqadha’ puasa Ramadan fardhu karena Allah”.

Inilah niat untuk membayar fidyah sebagai bentuk ibadah karena tidak berpuasa di bulan Ramadan.

Bagikan Artikel ini:

About Faizatul Ummah

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo

Check Also

santri tutup telinga

Geliat Pengharaman Musik yang Makin Menggelinjang

Tak berapa lama berselang, viral video sekelompok santri yang menutupi telinganya karena ada suara musik …

mahasiswi taliban

Haruskah Memisahkan Laki-laki dan Perempuan dalam Majelis Ilmu?

Taliban, penguasa baru Afghanistan melalui Menteri Pendidikan Tinggi Abdul Baqi Haqqani mengeluarkan dekrit, mahasiswi dapat …