syaikhona kholil
syaikhona kholil

Mbah Kholil Bangkalan Diusulkan Menjadi Pahlawan Nasional: Inilah Biografi Singkat dan Kiprah Beliau

Desakan masyarakat terkait penyematan gelar pahlawan nasional untuk KH. Kholil Bangkalan semakin kuat. Wajar saja karena Syaikhona Kholil Bangkalan merupakan gurunya para kyai dan ulama Nusantara.

Bahkan Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron juga mendukung penuh usulan penyematan gelar pahlawan nasional untuk KH. Kholil Bangkalan. Tidak hanya Bupati, tokoh masyarakat lainnya dari berbagai unsur pun juga sudah satu suara dan gerakan.

Dikutip dari laman NU Online (17/2/2021), pengusulan gelar pahlawan nasional untuk KH. Kholil Bangkalan sudah ada titik terang.  Berkas-berkas persyaratannya pun kini sudah masuk ke meja Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. Targetnya, bulan depan, berkas tersebut sudah sampai di Kemensos RI.

Selain KH. Kholil Bangkalan, secara bersamaan, KH. Bisri Syansuri juga diusulkan mendapatkan gelar pahlawan nasional. Keduanya memang sudah terbukti memberikan sumbangsih luar biasa terhadap bangsa dan negara ini.

Biografi Singkat

Nama lengkap beliau adalah Muhammad Kholil bin Abdul Latif. Sementara nama lengkap dan gelar beliau adalah Kyai al-‘Alim al-‘Allamah asy-Syaikh Muhammad Kholil bin Abdul Latif al-Bangkalani al-Maduri al-Jawi asy-Syafi’i (Aah Syafaah, 2017). Beliau lahir pada hari Selasa 11 Jumadil Akhir tahun 1252 H atau tanggal 20 September 1834 M di Desa Lagundih, Kec. Ujung Piring, Bangkalan (Siti Fatimah, 2011).

Secara garis keturunan, KH. Kholil Bangkalan berasal dari keluarga ulama. Hal ini diketahui lantaran ayahnya, KH. Abdul Latif mempunyai garis keturunan dengan Sunan Gunung Jati. Beliau menikah pada usia 24 tahun dengan Nyai Asyik yang merupakan putri daro Lodra Putih.

Setelah mengenyam pendidikan di pesantren, pasca menikah, KH. Kholil Bangkalan melanjutkan studinya di Makkah. Sesampai di kota Makkah, beliau bertemu dengan Syekh Nawawi al-Bantani, sekaligus belajar kepadanya. Sebagai ulama kondang kala itu, KH. Kholil Bangkalan telah menorehkan beberapa kitab, diantaranya: Silah fi Bayanin Nikah, al-Matnas-Syarif al-Mulaqqab bi Fat-hil Latif, dan lain sebagainya.

Baca Juga:  Mengenal Sosok Listyo Sigit Prabowo: Calon Kapolri yang Cinta Pemuka Agama

Kiprah Sang Guru Ulama Nusantara

Sebagian besar pengasuh pesantren dan ulama di Nusantara mempunyai sanad (ketersambungan/pertalian) dengan Kyai Kholil. Hal ini sekaligus menjadi bukti akan kewibawaan dan kiprah beliau dalam mengemban dakwah Islam. Ulama-ulama besar seperti Kyai Hasyim Asy’ari (1871-1947), Kyai Abdul Wahab Hasbullah (1888-1971), Kyai Ahmad Dahlan dan masih banyak lainnya merupakan murid langsung Mbah Kholil Bangkalan (Saifullah Ma’sum, Kharisma Ulama: Kehidupan Ringkas, 1998: 23-25).

Sementara itu, dalam konteks ke-Indonesiaan, kontribusi dan perjuangan KH. Kholil Bangkalan dalam melawan kolonialisme begitu besar dan signifikan.  Selain beberapa murid atau santri Mbah Kholil sebagaimana disebutkan pada uraian di atas, ada santri lain yang cukup aktif berjuang pada masa revolusi kemerdekaan adalah K.H. Abdullah Sajjad. Pada saat agresi militer Belanda II tahun 1947, beliau memimpin Laskar Sabilillah di Sumenep.

Hidup di zaman penjajahan menjadikan kehidupan KH. Kholil Bangkalan juga tidak lepas dari gejolak perlawanan terhadap penjajah. Lebih-lebih beliau adalah sosok yang digagumi dan mempunyai pengaruh serta pengikut yang tak sedikit. Dengan cara dan ‘gayanya’ sendiri, KH. Kholil melakukan perlawanan terhadap penjajah.

Kajian Muhammad Rifai (2014: 87) menyebutkan bahwa cara utama yang dilakukan oleh Syaikhona Kholil Bangkalan dalam melawan penjajah adalah melalui jalur pendidikan. Melalui jalur ini, Syaikhona menyiapkan pemimpin yang berilmu, berintegritas dan memiliki komitmen tinggi terhadap agama sekaligus negara.

Sementara dalam catatan Masyhuri (2008: 128), Kyai Kholil tidak pernah terlibat perang terbuka dengan para penjajah. Beliau lebih banyak berperan di belakang layar. Unik dan menarik memang. Betapa tidak. Kyai Kholil tak segan memberi suwuk (mengisi kekuatan batin, tenaga dalam melalui doa-doa) kepada para pejuang. Tujuannya tentu saja agar para pejuang memiliki keberanian dan kekuatan untuk mengalahkan lawan (penjajah).

Baca Juga:  Fikih Nusantara (13) : Kitab Tarjuman Karya Kiai Hamid Pamekasan

Masih menurut Rifai (2014: 89), bahwa ada beberapa sumber yang menyebutkan bahwa KH. Kholil tidak hanya melawan penjajah secara langsung—melalui utusannya, melainkan juga menggunakan ‘ilmu qaib’. Menurut KH. Muhammad Ghozi Wahib, kyai Kholil adalah sosok ulama paling dituakan dan dikeramatkan di antara para ulama saat itu. Kekeramatan Kyai Kholil yang paling terkenal adalah pasukan lebah gaib.

Memang KH. Kholil Bangkalan terkenal dengan karamah-karamah yang beliau miliki. Banyak cerita terkait hal ini. Dan kekaramahan beliau, digunakan pada tempatnya, tidak untuk mencelakakan orang lain, tetapi justru menolong hajat hidup orang banyak.

Dari kisah perjuangan yang dilakuan oleh Kyai Kholil, dapat ditarik sbuah penegasan bahwa nasionalisme Kyai Kholil sungguh tidak bisa diragukan sedikitpun. Sejatinya masih banyak cerita nyata karamah sekaligus menunjukkan bagaimana Kyai Kholil melalukan perjuangan nasionalisme dengan caranya sendiri. Perjuangan yang tak kalah pentingnya adalah, beliau termasuk sosok yang turut membidangi organisasi yang terus eksis hingga hari ini, yakni Nahdlatul Ulama (NU).

Dengan segudang kontribusi untuk negeri ini, tentu saja KH. Kholil Bangkalan sangat layak menyandang gelar sebagai Pahlawan Nasional. Tentu gelar tersebut tidak mampu menebus perjuangan Kyai Kholil yang begitu besar terhadap bangsa ini. Namun, dengan penyematan gelar pahlawan nasional, setidaknya bangsa ini menghormati jasa beliau dalam memerdekakan dan memajukan Indonesia. Pun sebagai spirit kader muda bangsa untuk melanjutkan perjuangan beliau.

Bagikan Artikel ini:

About Muh. Ulin Nuha, MA

Avatar of Muh. Ulin Nuha, MA

Check Also

jihad

Catat! Jihad dan Terorisme Itu Beda Jauh, Yuk Simak Penjelasannya

Kejadian aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar menyisakan duka yang mendalam bagi …

kunjungan paus

Adakah Nilai-nilai yang Bisa Dipetik dari Kunjungan Paus di Irak?

Paus Fransiskus sudah mengunjungi beberapa wilayah di Timur Tengah. Teranyar, Paus Fransiskus melakukan kunjungan bersejarah …