ilustrasi bendera palestina 169
ilustrasi bendera palestina 169

Memilih Jihad untuk Palestina dengan Donasi

Ketika pendzoliman Israel terhadap warga Palestina yang tidak kunjung berakhir, saat itulah umat Islam sedunia ikut merasa pilu terhadap perlakuan ini. Tidak lain, karena umat Islam antara satu dengan lainnya bersaudara. Sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah saw:

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ، وَلاَ يُسْلِمُهُ، وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللهُ فِي حَاجَتِهِ ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya: “Seorang muslim adalah saudara bagi Muslim yang lain. Ia tidak menzaliminya, dan tidak menyerahkannya kepada musuhnya. Barangsiapa memberi pertolongan akan hajat saudaranya, maka Allah selalu menolongnya dalam hajatnya. Dan barangsiapa memberi kelapangan kepada seseorang muslim dari suatu kesusahan, maka Allah akan melapangkan orang itu dari suatu kesusahan dari sekian banyak kesusahan pada hari kiamat. Dan barangsiapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aib orang itu pada hari kiamat” (Muttafaq Alaih)

Sehingga ketika satu muslim sakit, maka muslim yang lain juga merasa sakit. Ketika muslimPalestina menangis, muslim Indonesia pun menangis, begitu juga muslim di negara yang lain. Maka banyak umat Islam yang meneriakkan jihad fi sabilillah sebagai pembelaan terhadap muslim Palestina yang terjajah serta dukungan agar terbebas dari siksa kaum Zionis Israel.

Sepintas, kita sepakat jihad fi sabilillah dalam rangka membantu kemerdekaan umat Islam di Palestina, karena jihad memang diperintahkan dalam Islam. Hanya saja, perlu digaris bawahi bahwa jihad tidak lah identik dengan mengangkat senjata untuk membunuh lawan. Jihad pada dasarnya adalah mengerahkan segala kemampuan dan kekuatan yang dimiliki untuk memperoleh kebaikan, apakah itu dilakukan dengan cara berperang melawan orang-orang kafir, atau melawan hawa nafsu, setan dan kefasikan[1]. Sebab itu, memberikan bantuan berupa makanan pokok, obat-obatan, pakaian, atau dana untuk kepentingan penduduk Palestina merupakan bagian dari jihad fi sabilillah.

Syaikh Al Kasani ketika membahas makna jihad yang sesungguhnya, ia berkata:

Baca Juga:  Melawan Pandemi: Doktrinal Agama dan Pendekatan Pemerintah

يُسْتَعْمَلُ فِي بَذْلِ الْوُسْعِ وَالطَّاقَةِ بِالْقِتَالِ فِي سَبِيلِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ بِالنَّفْسِ وَالْمَالِ وَاللِّسَانِ  أَوْ غَيْرِ ذَلِكَ

Artinya: “Kata jihad digunakan dalam hal mengerahkan kemampuan dan kekuatan dalam berperang di jalan Allah azza wa jall, baik dengan jiwa, harta, lisan, dan selainnya”[2]

Oleh karena itu, apa yang telah dilakukan oleh warga Indonesia dengan mengumpulkan dana untuk membantu perjuangan Palestina sejatinya juga berperang di jalan Allah swt. hanya saja, warga Indonesia tidak berperang melalui senjata, tetapi bantuan pokok untuk memperkuat orang-orang yang hendak mengangkat senjata. Karena hanya sampai disitulah kemampuan warga Indonesia dalam berperang melawan Israel. Bukankah Rasulullah saw bersabda:

وَإِذَا أَمَرْتُكُمْ بِأَمْرٍ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ

Artinya: “Apabila aku perintahkan kepada kalian terhadap suatu perkara, maka lakukanlah semampu kalian” (Mutafaqalaih)

Dan inilah yang mampu dilakukan warga Indonesia untuk kemerdekaan Palestina yang sedang terjajah. Namun, tentu jihad dengan donasi harus benar memperhatikan lembaga dan perorangan yang dapat dipercaya. Sangat sia-sia apabila niat baik jihad dengan donasi justru jatuh pada kelompok dan pribadi yang bisa menyelewengkan amal baik kita.

Menjamurnya kampanye donasi dan aksi penggalangan dana harus pula disertai kejelian kita dalam memilih lembaga dan organisasi yang bisa dipercaya mampu berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia dan pemerintah Palestina agar kebaikan kita sampai pada tujuan. Bantuan kemanusiaan tidak jarang menjadi kedok bagi kepentingan pribadi dan kelompok.

Karena itulah, Dubes Palestina untuk Indonesia Zuhair al Shun memberikan keterangan bahwa Palestina hanya memiliki satu kantor resmi, satu kedutaan yang resmi di Indonesia. Apabila masyarakat ingin memberikan donasi datanglah ke Kedubes, maka bantuan itu akan diterima dengan jalur yang resmi. Semua akan jelas dan dikirimkan melalui jalur yang benar.

Baca Juga:  Tahun 2020 : Momentum untuk Kalian Ta’aruf dan Hubungan Serius

[1] Ibn Hajar al Asqalani, Fathul Bari, Juz 6, Hal 3

[2] Al Kasani, Badai’us Shanai’, Juz 15, Hal 269

Bagikan Artikel ini:

About Ernita Witaloka

Mahasantri Ma’had Aly Nurul Qarnain Sukowono Jember Takhassus Fiqh Siyasah

Check Also

melagukan adzan

Hukum Melagukan Adzan

Sudah tabiat manusia ingin selalu terlihat lebih indah, baik dalam berpakaian, bertingkah, begitu juga dalam …

hukum penista agama

Hukuman bagi Penista Agama dalam Perspektif Fikih

Hukuman apa yang tepat menurut Fiqh bagi penista agama ? Ini pertanyaan yang seringkali menggelinding …