arti dzikir
arti dzikir

Meraih Kebahagiaan dengan Dzikir

Dalam bahasa Arab, kata al-dzikir berasal dari dzakara, yaitu apa saja yang keluar melalui lisan atau yang teringat di dalam hati. Dzikir juga bermakna berdoa kepada Allah, mengingat sesuatu atau menghafalnya dan berarti pula sesuatu yang baik.

Dalam kitab al Mufradat, al Raghib al Asfahany menjelaskan arti dzikir dengan suatu keadaan yang terjadi pada seseorang yang dengannya ia merasa tenang dan puas untuk menghafal suatu pengetahuan. Dengan demikian, dzikir sama dengan menghafal.

Perbedaannya, menghafal memberi pengertian menyimpan, sedangkan menghafal berarti mengingat. Dengan kata lain, dzikir mengingat setelah lupa, walaupun dalam pengertian khusus dzikir tidak hanya disebabkan karena lupa, tetapi justru karena ingat, maka berdzikir.

Imam Nawawi al Syafi’i menyatakan bahwa dzikir merupakan amalan yang disyariatkan dan sangat dianjurkan dalam Islam. Dzikir dilakukan dengan hati atau diucapkan dengan lidah. Lebih utama dengan lisan dan hati sekaligus.

Sedangkan pengertian menurut syariat, dzikir adalah ucapan yang bertujuan memuji dan berdoa. Kalimat tertentu yang digunakan untuk beribadah kepada Allah, untuk mengagungkan, memuliakan, mengesakan dan mengagungkan DzatNya. Oleh karena itu, dzikir sangat penting untuk terjadinya dialog dan terjalinnya hubungan ruhani antara seorang hamba dengan Allah.

Dari Abu Hurairah berkata, “Rasulullah bersabda, Allah berfirman, “Aku selalu menyertai hamba Ku selama ia mengingat Ku dan kedua bibirnya bergerak menyebut Ku.” (HR. Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan disebutkan oleh Al Bukhari secara mu’allaq).

Sementara dalam hadits riwayat imam Bukhari tercantum dengan redaksi, Nabi bersabda: “Allah berfirman, “Aku akan bersikap seperti persangkaan hambaKu kepadaKu. Aku akan bersamanya ketika ia mengingatKu. Jika ia mengingatku dalam dirinya maka Aku akan mengingatnya dalam diriKu. Jika ia menyebut namaKu di hadapan khalayak ramai maka Aku akan menyebutnya di hadapan khalayak yang lebih baik dari itu. Jika ia mendekat kepadaKu sejengkal maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepadaKu sehasta maka Aku akan mendekat kepadanya sedepa. Jika ia mendatangiKu dengan cara berjalan, maka Aku akan mendatanginya dengan cara berlari.”

Baca Juga:  Tak Perlu Viagra, Inilah Do’a untuk Tahan Lama dalam Berhubungan

Dzikir adalah kemesraan dan kebersamaan hamba dan pencipta. Kebersamaan yang sifatnya sangat khusus. Hal ini menunjukkan betapa agungnya keutamaan dzikir kepada Allah. Allah akan senantiasa bersama orang yang mengingatNya dengan cara menurunkan rahmat dan kasih sayang, memberikan pertolongan dan ridha terhadap apa yang dilakukan hambanya.

Keutamaan Dzikir

Allah mengingatkan “Ingatlah, hanya dengan berdzikir (mengingat) Allah hati menjadi tenteram”. (QS, al Ra’du; 28). Hati menjadi kunci utama manusia. Bila ia tenang, seluruh anggota badannya menjadi tenteram. Untuk menenangkan hati tiada upaya lain selain dengan berdzikir, mengingat Allah dengan khusyuk dan ikhlas. Semakin ikhlas berdzikir, semakin dekat dengan pencipta dan bertambah pula ketenangan hating.

Mu’adz bin Jabal berkata, Rasulullah bersabda, “Tidaklah bani Adam mengerjakan suatu amalan yang lebih mampu menyelamatkan dirinya dari adzab Allah selain daripada dzikrullah.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dan al Thabrani dengan sanad hasan)

Hadits ini merupakan salah satu dalil tentang keutamaan dzikir. Dzikir adalah penyebab terkuat yang dapat menyelamatkan seorang hamba dari siksaan hari akhirat dan juga akan menyelamatkannya dari siksaan dunia serta semua perkara yang menakutkan. Oleh karena itu, mayoritas ulama salaf dan ulama khalaf sangat menganjurkan dzikir, terutama setelah selesai shalat. Bahkan, para ulama sufi menganjurkan dzikir pada setiap tarikan napas.

Mempertegas keutamaan dzikir, Abu Hurairah berkata, Rasulullah bersabda, “Tidaklah suatu kaum duduk dalam majelis, mereka berdzikir mengingat Allah di dalamnya melainkan para malaikat akan menaungi mereka, rahmat akan tercurah atas mereka dan Allah akan memuji mereka di hadapan para malaikat yang ada di sisi-Nya.” (HR. Muslim)

Imam Bukhari juga meriwayatkan, bahwa Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah mempunyai para malaikat yang berkeliling di jalan-jalan mencari-cari orang yang berdzikir. Apabila mereka menemukan kaum yang berdzikir mengingat Allah, mereka saling memanggil, “Kemarilah kalian semua, inilah yang kalian cari.” Maka mereka pun menaunginya dengan sayap-sayap mereka hingga mencapai langit dunia.”

Baca Juga:  Tafsir Surat Al-Baqarah 261: Kebaikan Progresif

Adapun yang dimaksud dengan dzikir adalah tasbih, tahlil, tahmid, takbir, tahmid, tilawah Al-Qur’an dan lain-lain. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bazzar, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

“Sesungguhnya Allah Ta’ala bertanya kepada malaikatnya, “Apa yang sedang dilakukan para hamba?” Sebenarnya Allah lebih mengetahui tentang para hamba. Para malaikat berkata, “Mereka mengagungkan segala nikmat-Nya, membaca kitab-Mu, bershalawat kepada Nabi-Mu dan memohon untuk kepentingan akhirat dan dunia mereka.”

Sebenarnya makna hakiki dari dzikir adalah dzikir dengan lisan, sehingga lidah pun mendapatkan pahala dan tidak harus dipahami maknanya. Yang menjadi syarat penting adalah keikhlasan niat kepada Allah. Akan lebih baik apabila diseimbangkan antara dzikir hati dan lidah. Kemudian, disamping adanya keseimbangan antara lisan dan hati, akan lebih sempurna lagi jika ia memahami makna dzikir yang mencakup semua pengagungan Allah dan menafikan semua sifat-sifat kurang bagi Allah.

Demikian juga akan lebih utama jika dzikir selalu menyertai amalan-amalan lainnya seperti shalat, puasa, zakat dan Lain-lain. Jadi, apabila semua itu benar dan dilakukan ikhlas karena Allah, berarti sudah mencapai kesempurnaan yang tinggi. Maka dari itu, hendaklah selalu terngiang di telinga kita akan firman Allah ‘Ingatlah kepadaKu, Niscaya Aku akan mengingatmu.

Wallahu A’lam

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Dr KH Adnan Anwar

Membangun Kebanggaan Nasional untuk Lawan Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme

Jakarta – Semangat nasionalisme pada Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) menandakan rumusan identitas kebangsaan yang tidak …

uas ditolak masuk singapura berikut hal yang diketahui sejauh ini

Ormas Perisai Pendukung UAS Demo Kedubes Singapura Siang Ini

Jakarta – Penolakan Pemerintah Singapura terhadap Ustadz Abdul Somad (UAS) yang hendak memasuki wilayah Singapura …