muallaf
muallaf

Muallaf Jangan Keburu Berdakwah, Bacalah Doa Ini Dulu untuk Mempertebal Keimanan

Berbagahagialah menjadi muallaf. Hidayah itu sangat berharga dan tidak jatuh sembarangan. Namun, perkuatlah keimanan dan akhlak terlebih dahulu, jangan keburu berdakwah.


Sebagai muslim tentu harus bersyukur bila ada seseorang  yang mendapat hidayah dan memeluk Islam. Muallaf merupakan seseorang yang beruntung karena hatinya telah diterpa nur hidayah. Ia mampu memfungsikan fitrah akalnya sehingga bisa menemukan pembeda antara benar dan salah. Bersyukurlah karena tidak semua non-muslim bisa seperti ini. 

Mengambil tindakan sebagai muallaf tentu merupakan sesuatu yang tidak mudah. Membutuhkan perang batin yang cukup panjang dan luar biasa. Ditambah lagi faktor keluarga dan teman dekat yang kadang menetang dengan hebatnya. Tapi yakinlah menjadi muallaf adalah pilihan yang terbaik.

Setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, tantangan dan kecamuk batin belum selesai. Oleh karena itu, penerima hidayah Allah ini perlu dibimbing dan diajari agama Islam. Pertama, yang harus diajarkan kepadanya adalah tauhid supaya keimannya bertambah mantap. Walaupun ada juga di antara muallaf itu yang keyakinannya telah mantap dan tak tergoyahkan. Namun, tentu ada juga muallaf yang memeluk Islam karena sebab perkawinan dan sebagainya yang tentu imannya masih labil.

Selanjutnya para muallaf tersebut harus dibimbing memahami hal-hal dasar dalam Islam. Seperti cara shalat, wudu’, mensucikan najis dan hal dasar lainnya. Maka menjadi kewajiban umat Islam yang mampu untuk mengajarnya supaya tidak keliru memahami Islam.

Hal yang paling utama adalah memulainya dengan mengajarinya belajar tentang shalat dan baca tulis al-Qur’an, karena dua perkara ini adalah hal yang baru baginya. Jangan terlalu terburu-buru menerjunkannya muallaf ke medan dakwah. Sebagai motivator untuk memberikan kesaksian mungkin itu akan menjadi bermanfaat untuk menarik yang lain dan meneguhkan keimanan yang ada.

Baca Juga:  Inilah 6 Keutamaan Memperbanyak Shalawat

Hal yang tak kalah penting adalah membimbing mereka membaca doa berikut:

اللهم اغفر لي، وارحمني، واهدني، وعافني، وارزقني

“Ya Allah, ampunilah dosaku, kasihanilah aku, berikan petunjuk untukku, berilah aku ampunan, dan berikan anugerah-Mu untukku.”

Doa ini berdasarkan hadis riwayat Imam Muslim dari Thariq bin Usyaim al-Asyja’i, dia berkata:

كان الرجل إذا أسلم علمه النبي (صلى الله عليه وسلم) الصلاة، ثم أمره أن يدعو بهذه الكلمات اللهم اغفر لي، وارحمني، واهدني، وعافني، وارزقني

“Ketika seseorang memeluk Islam, maka diajarkan shalat oleh Rasulullah. Kemudian beliau memerintahkan muallaf tersebut untuk berdoa seperti doa di atas”.

Teruslah meminta bimbingan kepada ulama dan guru yang memumpuni agar semakin memantapkan keimanan dan khususnya pembinaan dalam melakukan ibadah. Seorang muallaf harus terus didampingi dalam aspek keilmuan dan akhlak.

Bahkan, saking sayangnya Islam terhadap muallaf, ia dimasukkan dalam kategori penerima zakat. Bukan karena hartanya, tetapi bentuk kasih sayang umat untuk selalu membimbing dan memberikan kenyamanan bahwa ia bagian dari saudara seiman dan seagama.

Bagikan Artikel ini:

About Khotibul Umam

Avatar of Khotibul Umam
Alumni Pondok Pesantren Sidogiri

Check Also

pesan nabi menjelang ramadan

Pesan Nabi Menyambut Ramadan

Bulan Ramadan, atau di Indonesia familiar dengan sebutan Bulan Puasa, merupakan anugerah yang diberikan Allah …

imam ahmad bin hanbal

Teladan Imam Ahmad bin Hanbal; Menasehati dengan Bijak, Bukan Menginjak

Sumpah, “demi masa”, manusia berada dalam kerugian. Begitulah Allah mengingatkan dalam al Qur’an. Kecuali mereka …