Buzzer Setan

Jangan Menjadi Buzzer Setan di Medsos

Baru-baru Universitas Oxford menerbitkan penelitian yang berjudul The 'The Global Disinformation Order 2019 Global Inventory of Organised Social Media Manipulation' yang dipimpin oleh Samantha Bradshaw dan Philip N Howard. Penelitian ini melihat penggunaan pasukan siber alias buzzer di 70 negara, termasuk Indonesia, untuk kepentingan tertentu.

 

Secara spesifik laporan ini mengungkapkan bahwa motif penggunaan buzzer sangat beragam mulai dari politisi, partai politik dan kalangan swasta. Setidaknya ada tiga tujuan yang ingin diraih dari penggunaan buzzer dengan menyebarkan propaganda dan konten pro-pemerintah atau pro partai, menyerang oposisi hingga membenturkan masyarakat.

 

Kebanyakan buzzer menggunakan disinformasi dan manipulasi media untuk menggiring opini masyarakat. Masyarakat dalam kondisi yang sangat sulit untuk membedakan berita dan informasi yang valid dan benar. Ribuan informasi disebar setiap waktu dan masyarakat menjadi terbiasa mengkonsumsi informasi tanpa jaminan kredebilitas sumber.

 

Hal yang paling mengkhawatirkan adalah terjerumusnya masyarakat dalam pemikiran yang saling menyalahkan dan jebakan adu domba. Saat ini dalam kondisi kecepatan informasi yang sungguh luar biasa, banyak penyebar informasi yang berniat menyebarkan kebencian, fitnah dan adu domba.

 

Mendengungkan Kebencian dan Permusuhan

 

Banyak bertebaran buzzer yang ingin berniat menciptakan polarisasi masyarakat dengan isu sensitif. Perbedaan agama, suku, bangsa, etnis dan bahasa diungkit-ungkit kembali untuk menimbulkan perselisihan dan perpecahan. Buzzer dengan model ini adalah menggunakan cara-cara setan dalam menanamkan permusuhan di tengah masyarakat.

 

Allah SWT telah memperingatkan tipu daya setan dalam surat al-Israa ayat 53: Artinya: “Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: ‘Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.”


Baca juga : Pengadu Domba adalah Kurir Setan untuk Memecah Belah 


Suatu ketika seorang datang kepada Wahab bin Munabbih lalu berkata kepadanya, "sesungguhnya fulan mengatakan keburukan tentang dirimu." wahab bin Munabbih menjawab dengan singkat, "apakah setan tidak menjumpai kurir selain dirimu?". Penyebar konten propaganda negatif, penebar kebencian, dan permusuhan sebenarnya adalah buzzer setan.

 

Salah satu cara setan merusak manusia adalah dengan tumbuh kembangnya kata, pesan dan konten yang bisa memecah belah dan merusak hubungan manusia. Sehingga orang yang hanya mengumbar fitnah, perkataan bohong dan mengadu domba sebenarnya telah menjadi buzzer setan untuk memecah belah masyarakat.

 

Pada zaman sekarang yang serba digital dengan perkembangan internet dan sosial media, praktik adu domba tidak hanya dilakukan secara lisan saja, namun juga bisa melalui tulisan, tanda, atau isyarat. Adu domba semakin mudah dan cepat menjalar dalam sekejap mata. Informasi mudah direkayasa oleh sebagian pihak untuk merusak, menfitnah, atau menghancurkan orang lain. 

 

Keberadaan tim buzzer yang hanya menyebarkan virus kebencian tidak lebih adalah buzzer setan yang ingin memecah belah masyarakat. Setan tidak pernah ingin melihat manusia mampu menjadi khalifah di muka bumi. Setan ingin merusak reputasi manusia di hadapan Allah dengan menjadikan mereka saling bermusuhan, menumpahkan darah dan merusak bumi.

 

Karena itulah, hati-hatilah menyebarkan konten negatif yang bernuansa provokatif, kebencian dan permusuhan. Ketika anda melakukan itu berarti tidak hanya menjadi buzzer dengan berdasarkan kepentingan politik tertentu, tetapi yang lebih parah anda adalah buzzer para setan yang mendengungkan permusuhan dan perselisihan.

 

 

 

 

Comment

LEAVE A COMMENT