Gus Mus: Kaji Al-Quran, Jadikan Pegangan Hidup

Rembang – Al-Quran adalah tuntunan Allah SWT bagi umat Muslim dalam menjalani hidup. Karena itu, Al-Quran harus terus dikaji dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari oleh umat Muslim agar menjadi umat yang mulia.

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang, KH. Ahmad Mustofa Bisri atau lebih akrab dipanggil Gus Mus mengajak umat Muslim untuk selalu membaca, mengkaji, dan mengamalkan Al-Quran. Ini penting agar umat bisa menjalani hidup dengan baik dalam berbagai tantangan jaman.

Ajakan ini disampaikan untuk menyikapi banyaknya orang yang menyuarakan ajakan untuk kembali kepada Al-Qur’an. Namun ajakan itu kadang kala tidak disertai pengetahuan dan pemahaman Al-Quran itu sendiri. Ia menceritakan bahwa dulunya dalam teks iqrar berbunyi wabil qur’ani imaman, namun pada saat ini sudah berubah.

“Sekarang diganti jadi wabil qur'ani qiroatan, itu pun hanya dibaca saat ramadlan saja. Padahal aslinya itu jadi imam, jadi pedoman,” ucapnya dikutip dari laman nu.or.id.

Ia melanjutkan, jika hanya qiraatan atau jadi bacaan saja, maka Al-Qur’an tidak akan bisa menjadi pedoman bagi seseorang.

“Kalau qiraatan saja, ya cuma dibaca saja. Supaya bisa jadi pedoman, ya harus ngaji. Tapi sayangnya sekarang ngaji tidak laku. Tidak gagah dan tidak bisa digunakan untuk mencari pekerjaan,” jelasnya.

Gus Mus mengungkapkan, bahwa Nabi Muhammad SAW selalu berpegang pada Al-Quranul Karim. Hal itulah yang membuat Rasulullah SAW dijuluki Al-Quran berjalan. Apalagi isi Al-Quran pertama kali yang menjalankan adalah Nabi Muhammad.

Pada kesempatan itu, Gus Mus menjelaskan ciri orang memahami dan suka membaca Al-Qur’an, serta kenal kepada Rasulullah adalah bisa dilihat dari kelakuannya, bukan orang yang suka mengumbar dalil.

“Kalau dalil, aku pas ibtidaiyah sudah dalil. Namanya mahfudhot. Tapi kelakuannya, apakah sama dengan ucapannya atau tidak,” pungkasnya.

Comment

LEAVE A COMMENT