Penyambung Lidah Agama ke Masyarakat, Da’i Harus Mumpuni & Kualitatif

Jakarta – Para pendakwah (da’i) merupakan lidah agama dalam menyampaikan nilai-nilai agama terhadap masyarakat. Karena itu, pendakwah harus memiliki standar yang mumpuni atau kualitatif.

"Pengkaderan para dai itu perlu dilaksanakan lebih intensif. Ini penting menyusul banyaknya masyarakat yang terpapar radikalisme setelah mendengarkan cerama," kata Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi dikutip dari Republika.co.id, di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Mantan gubernur Nusa Tenggara Barat itu mengatakan, di Indonesia menjadi da'i terbilang cukup mudah. Bahkan, dia menyatakan, orang yang baru belajar agama dan mualaf sekalipun dengan mudah jadi pendakwah.

"Kan sekarang di Indonesia orang baru masuk Islam, besok sudah jadi ustadz," ucapnya.

Baca Juga: TGB Ingatkan Semua Pihak Harus Jaga Adab dan Akhlak

TGB mengatakan, adanya ekstrimisme atau radikalisme salah satunya disebabkan oleh konten yang disampaikan para pendakwah. "Kenapa berpaham radikal karena materi yang mereka terima cendrung ekstrism," tutur TGB.

Menurutnya, pengkaderan dan pelatihan sangat penting dilakukan agar para da’i bisa menyampaikan konten yang menyejukkan pada masyarakat. Selain itu, TGB juga meminta komponen pemerintah juga turut terlibat dan memperhatikan persebaran para pendakwah tersebut.

"Negara punya kementerian, masyarakat ada ormas-ormas (organisasi masyarakat) itu semua bisa bekerja secara terintegrasi," jelas TGB.

Comment

LEAVE A COMMENT