Substansi Islam Harus Diterapkan Dalam Pribadi dan Akhlak

Jakarta - Ketua Umum Persatuan Umat Islam (PUI), KH Nazar Haris mengajak umat Islam mengubah pola beragama dari Islam sekadar simbolik menuju Islam substantif. Karena agama secara substantif yang sesungguhnya mencerminkan nilai-nilai Islam. Selain dari segi keimanan atau keyakinan, ia menyerukan agar substansi Islam pun diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Manusia adalah sebaik-baik kelompok jika kalian beriman. Di sini, substansi Islam harus diterapkan dalam pribadi dan akhlak," ujar KH Nazar Haris pada acara Halal Bihalal dan Seminar Dewan Masjid Indonesia (DMI) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Kiai Nazar mengungkapkan Islam diturunkan ke bumi sebagai rahmatan lil 'alamin (rahmat bagi seluruh alam). Kata 'lil alamin' yang terdapat dalam surah al-Anbiyaa’ tersebut memiliki makna bahwa dakwah Islam yang diungkapkan berupa rahmat tersebut harus tersebar ke seluruh penjuru dunia.

"Islam harus diperkenalkan ke seluruh manusia di berbagai zaman dan pelosok. Karena itu misi yang diamanatkan ayat tersebut," ungkapnya dikutip dari laman Republika.co.id.

Baca Juga: Dakwah Harus Bangun Mawadah Warohmah, Tak Saling Benci dan Bermusuhan

Ia menjelaskan, Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang sangat toleran dan tidak mengganggu keyakinan lain. Akan tetapi, Nabi SAW diutus di tengah masyarakat musyrik di Mekah kala itu. Rasulullah dan pengikutnya kemudian hijrah ke Madinah dan membentuk komunitas masyarakat yang penuh dengan keilmuan dan kesejahteraan. 

Meskipun Nabi SAW bergaul di kalangan non-Muslim, menurutnya, penyebaran dakwah Islam terus terjadi. Karena ketika Islam hadir, Islam harus menjadi rahmat bagi seluruh alam, baik secara sistem maupun nilai. 

"Islam bukan sekadar daulah dan hukum. Islam adalah satu-satunya agama yang mendapat rekomendasi dari Allah," ujarnya.

Baca Juga: Belajar Islam dari Nol dan Pentingnya Sanad Keilmuan Islam

Ia melanjutkan, bahwa salah satu misi Islam adalah menyelamatkan manusia agar tidak tersesat dari jalan Allah. Karena jika manusia itu tersesat, dia tidak mendapat rahmat Allah dan yang demikian termasuk orang yang rugi di akhirat. 

Karena itulah, dia mengatakan Islam hadir agar dakwahnya disampaikan kepada seluruh alam. Berkat peran Nabi SAW, sahabatnya, dan para alim ulama itulah Islam sampai ke Indonesia. 

Comment

LEAVE A COMMENT